4 Tips Hindari Cedera Saat Berolahraga untuk Pemula

Karla Farhana diperbarui 22 Agu 2019, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Olahraga memang bukan lagi sekadar anjuran dalam dunia kesehatan. Tetapi merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang memang sudah masuk ke dalam rangkaian aktivitas setiap harinya. 

Apa lagi kalau kamu memang sedang menjalani program diet atau pembentukan serta penguatan otot. Olahraga keras yang cukup rutin seperti angkat beban dan cross fit kini semakin disukai banyak perempuan yang ingin hidup sehat dan memiliki tubuh yang fit. 

Namun, Sahabat Fimela tetap harus ingat untuk berfokus pada gerakan, bukan hanya timbangan badan dan berapa banyak kamu bisa melakukan repetisi. Karena, gerakan dan posisi tubuh yang salah bisa menimbulkan cedera. Lantas, bagaimana triknya agar olahraga aman tanpa cedera?

2 dari 3 halaman

Gunakan Alat Berkualitas Tinggi

Ilustrasi Menjaga Kesehatan Tubuh Dengan Cara Olahraga Teratur (iStockphoto)

Baik ketika kamu baru saja memulai aktivitas baru atau pun sudah lama melakukannya, jangan pernah malas untuk belajar bagaimana cara menggunakan alat dengan benar. Atau juga teknik yang benar dan aman untuk mencegah terjadinya cedera. 

Selain cara menggunakan alat dan teknik yang salah, ada kalanya cedera disebabkan oleh alat olahraga yang kurang profesional dan berkualitas rendah. Bukan hanya alat di gym, tetapi juga pakaian olahraga yang kamu kenakan. Seperti sepatu, misalnya. Atau pakaian yang ternyata menyulitkanmu bergerak. 

3 dari 3 halaman

Mengompres Sesi Latihan

Ilustrasi Menjaga Kesehatan Tubuh Dengan Cara Olahraga Teratur (iStockphoto)

Kalau biasanya kamu berlatih 5 kali seminggu, masing-masing 20 menit per hari, jangan tiba-tiba mengompresnya menjadi 2 hari, dengan masing-masing jam latihan ditambah menjadi 1,5 jam per hari. Karena tubuhmu akan kaget dan justru akan meningkatkan risiko cedera. 

Menambah Banyak Beban

Tubuhmu membutuhkan waktu untuk penyesuaian. Jadi, kalau kamu ingin menambah beban, atau jumlah repetisi, jangan langsung menambahkannya secara masif. 

Misalnya, ingin menambah beban dari 6 kg menjadi 10 kg. Jangan langsung menggunakan beban sebanyak itu. Lebih baik, tulis Self.com, tambah secara bertahap. Misalnya 5 kg, kemudian 7kg, 8 kg, dan 10 kg. 

Variasi Jenis Olahraga

Meski kamu memiliki goal untuk membentuk otot bokong (misalnya), jangan hanya fokus pada satu gerakan tertentu. Variasikan dengan olahraga lain seperti berenang, sepeda, dan jogging. Sehingga otot tidak mengalami masa tegang yang terlalu lama. 

#Growfearless with FIMELA