Film Green Religion tak Kalah Kompleks dengan Pemaparan Leonardo DiCaprio

Anto Karibo diperbarui 10 Sep 2019, 10:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Banyak pegiat lingkungan yang dewasa ini getol menyuarakan pemeliharaan alam. Satu contohnya adalah selebriti dunia, Leonardo DiCaprio yang memiliki kepedulian sangat besar dalam isu berakitan dengan lingkungan.

Memang, dampak global warming sudah sangat begitu terasa. Perubahan iklim yang tak menentu, udara yang sangat kotor sudah begitu mengganggu. Karenanya, mau tidak mau, semua lapisan masyarakat harus bertindak.

Adi Putra di Festival Film Cannes (Istimewa)

Melalui sebuah film Green Religion, ada pendekatan berbeda dalam pelestarian alam. Ya, film dokumenter ini memperlihatkan narasi besar tentang peran agama dalam menanggulangi global warming.

"Ketika alam mulai rusak di sana-sini, di manakah posisi agama?" tanya pemilik akun Instagram @adipvtra inilah yang jelas terlihat dalam film pendek berdurasi 14 menit tersebut.

Film Green Religion dibuat oleh Adi Putra dan temannya Ade Kurniadhi. Nama Adi Putra sempat membuat heboh karena film pendeknya berjudul 'Adam' diputar di Festival Film Internasional Cannes ke-65 tahun 2012 di Palais des Festival, Cannes, Perancis.

Tak heran jika apa yang ada dalam Green Religion tak mau kalah dengan pemaparan horor visual dalam presentasi Al Gore di film dokumenter An Inconvenient Truth. Atau kompleksnya data dalam narasi Leonardo Di Caprio di film dokumenter The 11Th Hour arahan dua bersaudara Nadia dan Leila Conners.

2 dari 3 halaman

Pemuka Agama

Unggahan Leonardo diCaprio soal Bantar Gebang (Liputan6.com/ IG/ https://www.instagram.com/p/B2EuAHtFqcv/)

Film Green Religion yang dibuat Adi saat masih berusia 18 tahun, mencoba menyajikan perihal pemanasan global dengan mengambil pendekatan yang jauh lebih sederhana, bahwa peran pemuka agama untuk menekan dampak global warming.

Dalam Film Green Religion, Adi kemudian menjabarkan pesan tersebut melalui cuplikan wawancara-wawancara dengan beberapa pemuka agama. Seorang pendakwah Islam, Ustaz Jefri Al Buchori (almarhum), tentang firman Tuhan yang berbunyi, "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia."

Sementara itu, seorang pemuka agama Kristen Pendeta bernama Ivan Tanatmadja mengatakan bahwa Gereja selalu menyerukan jamaatnya untuk memelihara kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Film Green Religion ditutup dengan pesan “Seandainya para pemuka agama terus menyeru jutaan umatnya untuk sadar akan bahaya global warming...." Dan diakhiri dengan tanda tanya "Bagaimana masa depan Bumi?"

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini