Mengenal Gejala Perimenopause yang Sering Terjadi pada Perempuan

Mimi Rohmitriasih diperbarui 18 Des 2019, 11:19 WIB

ringkasan

  • Siklus Menstruasi Tidak Teratur
  • Perubahan Suasana Hati
  • Detak Jantung Lebih Cepat

Fimela.com, Jakarta Momen perimenopause merupakan momen di mana perempuan melewati masa sebelum ia mencapai menopasue. Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami yang umum terjadi pada perempuan usia 45 - 55 tahun. Dengan berakhirnya siklus menstruasi, ini akan membuat perempuan tidak mengalami ovulasi dan tidak ada peluang buat hamil.

Meski hal ini sering terjadi pada perempuan usia 45 ke atas, tidak menutup kemungkinan perempuan dengan usia bawah 45 tahun juga mengalami perimenopause hingga menopause. Ada beberapa gejala yang bisa dirasakan dari perimenopasue ini. Melansir dari laman webMD.com, inilah beberapa gejala perimenopause yang sering terjadi pada perempuan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Gejala Perimenopause

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/ArkHawt

Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Gejala pertama dari risiko perimenopause adalah siklus menstruasi tidak teratur. Direktur medis di Center for Menopause, Gangguan Hormon dan Kesehatan Wanita di New York, Amerika Serikat, Michelle Warren, M.D, mengatakan jika masa perimenopause bisa membuat siklus menstruasi tidak teratur. Siklus menstruasi bisa lebih panjang dari seharusnya yakni lebih dari 35 hari.

Perubahan Suasana Hati

Tidak sedikit perempuan yang mengalami perubahan suasana hati sangat drastis saat perimenopause. Umumnya, perempuan-perempuan ini sangat mudah marah, kecewa, emosi bahkan depresi.

Pendarahan Hebat

Para ahli menyebutkan jika lapisan rahim tumbuh menjadi lebih tebal ketika perempuan mengalami perimenopause. Tebalnya dinding rahim ini meningkatkan risiko pendarahan hebat saat menstruasi. Pendarahan juga bisa terjadi di luar siklus menstruasi tanpa

3 dari 3 halaman

Miss V Kering hingga Detak Jantung Lebih Cepat

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Miss V Kering

Gejala perimenopause berikutnya adalah miss V kering. Miss V tak hanya kering tetapi juga akan kehilangan elastisitas dan pelumasan alaminya saat mendapat rangsangan selama berhubungan intim.

Hot Flashes

Ini merupakan keadaan di mana wajah, leher dan anggota tubuh lainnya terasa panas, berkeringat dan terdapat ruam. Panas tubuh yang tidak normal bisa menjadi gejala perimenopause.

Detak Jantung Lebih Cepat

Perimenopause juga ditandai dengan adanya detak jantung yang lebih cepat. Perempuan yang mengalami perimenopause tidak sedikit yang tiba-tiba merasa deg-degan ketika beraktivitas.

Itulah beberapa gejala perimenopause yang sering terjadi pada perempuan. Perimenopause bisa terjadi pada semua perempuan di segala usia. Untuk mencegah perimenopause dini, usahakan untuk memiliki pola hidup sehat dan selalu konsultasikan kesehatanmu dengan dokter atau ahlinya.

#GrowFearless with FIMELA