Mempunyai Anak Tak Kunjung Mengubah Tabiat Buruk Suamiku

Endah Wijayanti diperbarui 11 Feb 2020, 11:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Tak pernah ada yang bisa baik-baik saja saat terjebak dalam hubungan yang beracun (toxic relationship). Baik dalam hubungan keluarga, kerja, pertemanan, hingga hubungan cinta, terjebak dengan seseorang yang memberi kita luka jelas membuat kita menderita. Namun, selalu ada cara dan celah untuk bisa lepas dari hubungan yang beracun tersebut. Selalu ada pengalaman yang bisa diambil hikmahnya dari hal tersebut. Simak kisah Sahabat Fimela berikut yang diikutsertakan dalam Lomba Let Go of Toxic Lover ini untuk kembali menyadarkan kita bahwa harapan yang lebih baik itu selalu ada.

***

Oleh: Hani

Bagaimana bisa aku menyadari sedari awal bahwa aku hanyalah budak cinta, cinta yang menyesatkan yang membuat masa depanku hancur? Cinta itu menguatkan bukan menjatuhkan. Aku mengenalnya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ya dia adalah kekasih pertamaku saat itu dan dia pula yang membuatku terjebak dalam dilema cinta menyesatkan selama 11 tahun ini.

Berbagai perlakuan aku dapatkan dari dia, tamparan, pukulan, tidak cukup fisik yang disiksa batin pun ikut disiksa selingkuh berkali-kali. Kenapa aku bertahan ya karena dia lelaki psikopat yang tiap kali coba aku putuskan selalu mencoba bunuh diri. Ingin menyerah rasanya tetapi tidak bisa. Sampai akhirnya menikah dan memiliki dua orang putri tak cukup membuatnya berubah.

Semua hanya angan-angan dan omong kosong, semua perlakuan buruknya makin memuat mentalku tersiksa dan tepat 11 tahun kemarin aku melayangkan gugatan ke PA. Aku melepaskan diri dari budak cinta yang terus menjeratku selama ini, hubungan yang menyesatkanku sehingga orang-orang di sekitarku selalu kena dampaknya.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Mengakhiri Kepahitan

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Selalu hidup di antara kegelisahan, kecemasan sehingga air mata yang selalu menemani hari-hariku, anak selalu kena omelan, apa yang aku lakukan tak pernah dihargai membuat diriku benar-benar tidak ada artinya lagi.

Mungkin ini cara Tuhan membuka mata hatiku. Cinta yang menguatkan aku ada di antara kedua putriku. Mereka yang mencintaiku tulus dan menguatkan aku, meskipun mereka harus kehilangan sosok Ayah, tapi ini yang terbaik. Semoga aku bisa menemukan cinta sejati yang benar-benar tulus dan menyayangiku.

Selamat terbebas dari budak cinta, cinta yang membuatku bodoh, membuatku kehilangan diriku sendiri, membuat aku lupa siapa aku sebenarnya. Selamat tinggal kebodohan cinta. Bangkitlah kalian dari dilema cinta yang menyesatkan.

#ChangeMaker