Dikenal sebagai Minyak Kayu Putih Idola, Benarkah Eucalyptus Bisa Jadi Antivirus Covid-19?

Wuri Anggarini diperbarui 21 Mei 2020, 15:18 WIB

Fimela.com, Jakarta Di tengah banyaknya berita yang meresahkan tentang penyebaran virus Covid-19, ada kabar gembira yang membangkitkan harapan akan perang melawan pandemi ini. Kementerian Pertanian Indonesia mengklaim telah menemukan formula antivirus yang berasal dari tanaman eucalyptus. Benarkah manfaat eucalyptus ampuh melawan Covid-19?

Biasa dikenal sebagai minyak kayu putih yang jadi andalan para ibu untuk menjaga si kecil tetap hangat, Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufry menyebutkan adanya senyawa 1,8 cineol yang berperan penting dalam menghambat penyebaran virus. Cara kerjanya, zat aktif tersebut akan mengikat Mpro atau enzim dalam penting dalam virus untuk mereplikasi diri, sehingga mampu mencegah perkembangan virus Corona.

Walau belum diujicobakan langsung pada Covid-19, namun formula ini diklaim mampu membunuh virus influenza dan beberapa jenis virus Corona lainnya dengan peluang keberhasilan 80-100 persen. Nah, sambil menunggu hasil pengujian selanjutnya sebelum diproduksi massal, intip deh beberapa manfaat eucalyptus bagi kesehatan tubuh.

What's On Fimela
2 dari 7 halaman

Efektif Redakan Batuk

(c) Shutterstock

Selama bertahun-tahun, minyak kayu putih telah digunakan untuk meredakan batuk. Saat ini, beberapa obat batuk yang dijual bebas pun mengandung minyak kayu putih sebagai salah satu bahan aktifnya.

Balsam misalnya, mengandung sekitar 1,2 persen minyak kayu putih bersama bahan lainnya yang ampuh meredakan gejala batuk, pilek atau flu. Caranya, cukup dengan mengoleskannya pada dada dan tenggorokan yang memberi sensasi hangat.

3 dari 7 halaman

Mengencerkan Dahak

Batuk yang nggak sembuh-sembuh? Manfaatkan khasiat eucalyptus yang bukan hanya meredakan batuk tapi juga membantu mengeluarkan dahak.

Situs Healthline menyarankan untuk menghirup uap dari minyak esensial eucalyptus yang dapat mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Selain itu, menggosokkan balsam di dada dianggap dapat memberikan efek yang sama.

4 dari 7 halaman

Menjauhkan Serangga

(c) Shutterstock

Nyamuk nggak hanya menganggu tidurmu yang lelap tapi juga dapat membawa penyakit yang membahayakan kesehatan. Demi menghindari gigitannya, banyak yang mengandalkan obat anti nyamuk yang mengandung bahan kimia. Alternatif yang lebih alami, minyak esensial eucalyptus cukup ampuh menjauhkan tubuh dari gigitan nyamuk.

5 dari 7 halaman

Mencegah Infeksi

Penduduk asli Australia atau Aborigin telah lama menggunakan daun tanaman eucalyptus untuk mengobati luka dan mencegah infeksi. Kini minyak esensialnya telah banyak dijual di pasaran, tapi jangan langsung digunakan pada kulit. Encerkan terlebih dahulu misalnya campurkan terlebih dahulu dengan minyak zaitun. Amannya lagi, gunakan krim atau salep yang mengandung eucalyptus untuk mengobati luka bakar ringan atau merawat cidera lainnya di rumah.

6 dari 7 halaman

Menghadang Bau Mulut

Selama ini, kamu mungkin mengenal mint sebagau satu-satunya senjata melawan bau mulut. Namun, berkat kemampuan antibakterinya, eucalyptus dapat digunakan untuk melawan kuman penyebab bau mulut.

Pilih produk seperti obat kumur atau pasta gigi dengan kandungan bahan aktif yang berasal dari minyak esensial ini. Bukan itu saja, eucalyptus juga dipercaya efektif mencegah penumpukan plak pada gigi dan gusi dengan membasmi bakteri yang memicu kerusakan gigi.

7 dari 7 halaman

Meringankan nyeri sendi

(c) Shutterstock

Nyeri sendi yang sering diderita orang lanjut usia atau mereka yang baru saja pulih dari cidera seringkali tersiksa oleh rasa sakit saat beraktivitas. Menurut situs Healthline, minyak kayu putih dapat digunakan untuk meringankan gangguan kesehatan itu. Faktanya, banyak krim dan salep yang mengandung minyak esensial eucalyptus cukup ampuh meredakan rasa sakit yang ditimbulkan oleh radang sendi.

Nggak nyangka kalau minyak kayu putih yang aromanya sudah akrab sejak masa kecil ini digadang-gadang efektif menjaga kesehatan tubuh, termasuk dari ancaman virus Covid-19. (eth)