Biden-Harris Menang, Pesan Politis di Balik Kalung Mutiara di Pilpres AS

Vinsensia Dianawanti diperbarui 08 Nov 2020, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Perhitungan suara pada Pilpres AS akhirnya berakhir dengan kemenangan pasangan Joe Biden dan Kamala Harris. Warga AS pun menyambut dengan girang dari hasil Pilpres AS 2020.

Sepanjang perjalanan Pilpres AS banyak manuver yang dilakukan oleh dari masing-masing kandidat. Salah satunya klaim kemenangan dari Donald Trump dan Joe Biden sebelum perhitungan suara Pilpres AS selesai. Selain itu, Pilpres AS juga diramaikan tren kalung mutiara yang digunakan oleh para pendukung salah satu kandidat.

Hukum Amerika Serikat melarang para pemilih untuk menghadiri pemungutan suara dengan membawa atau menggunakan aksesori yang merujuk pada kandidat. Namun pada Pilpres AS justru muncul tren kalung mutiara.

Beberapa pemilih terlihat menggunakan kalung mutiara untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap kandidat tertentu. Meskipun menimbulkan perselisihan mengenai asal usul tren aksesori ini.

 

2 dari 3 halaman

Memiliki makna tertentu

Sebagian dari para pemilih menggunakan kalung mutiara untuk mendukung calon wakil presiden Kamala Harris. Sosok perempuan kulit hitam yang mencatat sejarah Pilpres AS ini sangat populer di kalangan mahasiswa, khususnya Howard University.

Kamala bergabung di Alpha Kappa Alpha Sorority Inc yang merupakan institusi secara historis berkulit hitam yang berbasis di Washington DC. Setelah bergabung dengan AKA pada 1986, Harris menjadi bagian dari perkumpulan mahasiswa yang keturunan Yunan Afrika Amerika pertama.

Menurut presiden internasional AKA, Glenda Glover, mutiara melambangkan solidaritas di antara anggotanya. Mutiara mewakili kehalusan dan kebijaksanaan.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut ini

#changemaker