Cara Marthino Lio Dalami Perannya di Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Rivan Yuristiawan diperbarui 12 Nov 2020, 14:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Aktor Marthino Lio diperkenalkan sebagai pemeran utama dalam film berjudul “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”. Ia memerankan karakter bernama Ajo Kawir yang terbilang cukup menantang. 

Di film yang diangkat dari buku karya Eka Kurniawan tersebut, sosok Ajo Kawir digambarkan sebagai pria maskulin yang memiliki masalah seksual. Marthino Lio pun mengaku mempelajari masalah impotensi yang dialami Ajo Kawir pada seorang kenalannya.

"Ada orang, sebenarnya dia bukan om, tapi temannya om yang punya masalah sama (impotensi). (Risetnya) ya ketemuan, ngobrol, semua yang ada di dia dijadiin acuan, ada gestur-gestur yang gue pelajari," kata Marthino Lio saat konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Terlalu Mendalami

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas menghadirkan aktir Marthino Lio yang akan berperan sebagai Ajo Kawir, sang tokoh utama (Adrian Putra/bintang.com)

Lebih lanjut, Marthino Lio menuturkan jika karakter Ajo Kawir yang ia mainkan tak berbeda jauh dengan yang digambarkan Eka Kurniawan dalam bukunya. Meski ada beberapa penyesuaian, namun menurutnya kejadian-kejadian yang dialami Ajo Kawir cukup terbawa selama proses syuting.

"Intinya waktu selama proses syuting gue pribadi gue agak sedikit terlalu dalam (mendalami karakter Ajo Kawir). Selama gue nginep di lokasi, gue nggak bisa ngaceng (ereksi) karena emang pressure juga," paparnya.

3 dari 4 halaman

Dapat Hal Menarik

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas menghadirkan aktir Marthino Lio yang akan berperan sebagai Ajo Kawir, sang tokoh utama (FOTO: Instagram/sepertidendamfilm)

Dan, aktor yang memulai kariernya sebagai lawan duet Melly Goeslaw itu menuturkan, meski terbilang menantang namun karakter Ajo Kawir nyatanya memberikan kesan tersendiri. Baginya, mendalami kejadian yang dialami oleh Ajo Kawir merupakan pelajaran menarik dalam keterlibatannya di film produksi Palari Films tersebut.

"Yang menarik transisinya sih, setiap transisi kehidupan dia (Ajo Kawir) dari masih kecil dengan kenakalan-kenakalan anak kecil terus mempengaruhi dia ke dewasa. Pas masa remaja dia hancur karena waktu dia masih kecil, dan pas dia dewasanya gimana? nonton aja deh nanti," pungkas Marthino Lio.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut