Keluar dari Zona Nyaman Itu Sebuah Keberanian, sebab Hidup adalah Pilihan

Endah Wijayanti diperbarui 16 Nov 2020, 13:40 WIB

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Shalihina Arsyla

Tidak banyak orang mau, tidak banyak orang tahu, dan tidak banyak orang bisa. Hidup adalah pilihan, keluar dari zona nyaman adalah suatu keberanian, itulah yang saya rasakan pada saat itu. Tidaklah mudah melangkahkan kaki untuk singgah melabuhkan hati kepada tempat yang lainnya di luar sana. Memang setiap keputusan sudah pasti ada risikonya belum lagi tantangan yang harus dihadapi tapi itulah hidup berjuang atau diam ditempat semua kembali kepada pilihan masing-masing.

Banting stir begitulah kata yang tepat menggambarkan diri saya saat ini. Tahun 2012 lalu saya lulus dari Akademi Komunikasi jurusan Penyiaran di Jakarta. Lulusan komunikasi sudah pasti mampu beradaptasi, alhamdulillah itulah yang saya rasakan.

Ketika saya lulus dari bangku kuliah saya memiliki banyak pengalaman kerja. Entah kenapa tepat tahun 2016 saya memutuskan untuk menjadi seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini. Itu adalah suatu keputusan yang perlu saya pertimbangkan, mengingat saya tidak berkecimpung di dunia pendidikan terlebih dunia anak. Tantangan baru itu menghantarkan saya kepada satu titik yang menyakinkan diri saya bahwa saya bisa dan mampu. Singkat cerita tahun 2018 saya menempuh pendidikan kembali di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta jurusan Pendidikan Anak Usia Dini hingga saat ini.

Waktu saya masuk kuliah saya berada pada satu lingkungan kelas yang mayoritasnya seorang Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Sungguh situasi yang menegangkan tapi saya harus tenang karena mereka ada bersama saya untuk belajar walaupun saya tahu mereka sudah lebih banyak jam terbangnya di dunia anak daripada saya. 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Menjadi Guru

Bersama-sama./Copyright Shalihina Arsyla

Penyesuaian terus saya lakukan agar saya mampu menempatkan diri seperti mereka sebagai guru, ibu, mahasiswi, dan teman yang baik. Oke dari sini saya belajar tentang seorang guru, kalau diibaratkan nih guru itu artis favorit di sekolah bahkan di kelas untuk peserta didik. Karena setiap yang guru katakan maka anak akan percaya. Wah itu sesuatu yang perlu di garis bawahi oleh saya, kalau salah-salah kata pertanggungjawabannya berat.

Selama saya menempuh Pendidikan Anak Usia Dini, saya banyak belajar bahwa menjadi seorang guru adalah pekerjaan mulia, guru mau memberikan banyak pengetahuan yang dimilikinya untuk para peserta didik, guru dengan ikhlas mengajar tanpa mengaharapkan imbalan, guru dengan sabar menghadapi segala tingkah laku peserta didiknya. Banyak sisi positif dari sosok seorang guru, maka dari itu saya memilih untuk menekuni menjadi seorang guru. Tidak mudah memang, tapi setiap usaha tidak ada yang sia-sia.

Alhamdulillah dengan niat yang tulus dan ikhlas saya mampu memahami sedikit demi sedikit pembelajaran yang saya tempuh. Saya bangkit dan membuka mata bahwa dunia anak adalah dunia yang menyenangkan dari dunia itu banyak ide yang dapat saya kembangkan misalnya saya harus membuat APE (Alat Permainan Edukatif) dari barang bekas pakai yang nantinya akan saya pakai sebagai media dalam pembelajaran. Profesi yang saya tekuni adalah tujuan dari hidup saya menjadi manusia bermanfaat dengan mengamalkan ilmu yang saya miliki. 

Ketika kamu berada di situasi yang aman dan nyaman ketahuilah itu adalah situasi yang sangat menggelisahkan karena kamu akan terlena dengan lingkungan yang damai sejahtera. Segeralah mengambil sikap dan tentukan langkah selanjutnya karena jika kamu hanya berdiam diri dengan kesadaran yang dimiliki maka kamu sudah terperangkap pada satu titik yang sangat menjenuhkan.

“Sebesar apa pun pendapatanmu, senyaman apa pun lingkunganmu, jika itu membuat kamu gelisah maka pergilah, keluarlah, dan bangkitlah, banyak hal menyenangkan yang dapat kamu lakukan bahkan kembangkan di luar sana dan jadilah manusia yang bermanfaat untuk sesama.”

#ChangeMaker