Memahami Dunia Autisme dari Mickey Rowe, Seorang Aktor Autis Berbakat yang Memenangkan Berbagai Penghargaan

Annissa Wulan diperbarui 26 Nov 2020, 20:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Sia, penyanyi internasional baru saja merilis trailer untuk film barunya yang berjudul "Music." Film ini bercerita tentang seorang perempuan autis nonverbal yang diperankan oleh Maddie Ziegler yang tidak cacat.

Ini bukan hal baru, ada 95% peran penyandang disabilitas dimainkan oleh aktor non penyandang disabilitas, walaupun faktanya, 20% dari populasi masyarakat adalah penyandang disabilitas. Ini menjadi masalah besar jika dilihat dari kacamata Mickey Rowe.

Sia sempat menanggapi komentar dari beberapa aktris autis profesional di Twitter, yang telah mengikuti audisi untuk peran tersebut. Kepada salah satu dari mereka, Sia menulis, "Yah, mungkin Anda hanya seorang aktor yang buruk."

Mickey sangat memahami bagaimana rasanya. Mickey adalah aktor autis pertama yang memerankan karakter autis Christopher Boone dalam drama pemenang Tony Award “The Curious Incident of the Dog in the Night-Time.”

Dari drama itu juga, Mickey menjadi salah satu aktor autis pertama yang bermain peran autis apapun secara profesional, karena peran dalam "Rain Man," "I Am Sam," "Atypical," dan "The Good Doctor" telah dimainkan oleh aktor non-autis. Ketika Mickey mencoba peruntungannya untuk peran Christopher, ia berkali-kali diberitahu bahwa tidak mungkin seseorang yang autis sepertinya memerankannya, karena perannya sulit dan drama tersebut adalah pertunjukan yang besar.

Mickey juga diberitahu bahwa tidak ada aktor autis yang berbakat. Itu bohong dan sangat merusak.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Berbagai penghargaan yang pernah didapatkan Mickey Rowe ketika menjadi aktor

Ilustrasi anak autis. Sumber foto: unsplash.com/Anna Kolosyuk.

Mickey adalah aktor autis yang berbakat dan ia tidak sendiri. Ada begitu banyak aktor autis yang sangat berbakat.

Ketika ia akhirnya memainkan peran utama dalam “The Curious Incident of the Dog in the Night-Time," The New York Times mengatakan, "Tuan Rowe memerankan Christopher dengan sangat anggun, humornya nakal, dan pengekangan yang memanusiakan. Tuan Rowe adalah aktor autis terbuka pertama yang memainkan peran, melakukan 9 pertunjukan dalam seminggu."

Pujian juga pernah diberikan oleh The Wall Street Journal ketika Mickey memainkan karakter dalam drama "Amadeus' yang juga memenangkan Tony Award. Katanya, "Beli tiket Anda sekarang. Mickey Rowe memberikan penampilan yang sangat lucu sebagai Mozart. Ia mengingatkan saya pada saat-saat muda Jerry Lewis. Ia sukses secara artistik dalam segala hal."

Komentar bagus terus berdatangan. Pekerjaannya sebagai seorang aktor membuatnya percaya bahwa seorang autis juga bisa menemukan kata-kata mereka sendiri secara spontan, tanpa naskah.

Mickey tahu bagaimana rasanya menjadi ahli dalam sesuatu, namun masih diabaikan hanya karena stigma yang bias. Berada di atas panggung dengan banyak orang memperhatikannya adalah hal yang sangat mudah bagi Mickey, itulah pekerjaannya, namun kehidupan nyata bisa menjadi menakutkan, karena peran-perannya menjadi tidak jelas.

Lebih dari 85% lulusan perguruan tinggi pada spektrum autisme menganggur. Ini bukan karena mereka kurang mampu, namun sebagian besar karena stigma sosial dan harapan orang lain seperti Sia, bahkan sebelum mereka bekerja dengan orang-orang autis.

3 dari 3 halaman

Mickey Rowe tidak ingin hanya menjadi penonton dan dianggap tidak mampu

Ilustrasi anak autis. Sumber foto: unsplash.com/Caleb Woods.

Seperti tokoh fiksi yang coba dihadirkan Sia dalam filmnya, Mickey adalah nonverbal. Ia tahu bagaimana rasanya menjadi autis, karena itu adalah pengalaman hidupnya setiap hari.

Mickey menegaskan bahwa walaupun ia tidak dapat berbicara, dirinya jelas tidak bodoh dan ia masih bisa memahami semua yang dikatakan oleh orang lain. Istilah medis untuk kondisi ini adalah afasia.

Sederhananya, kamu memahami apa yang dikatakan orang lain kepadamu dan kamu tahu apa yang ingin kamu katakan, namun kamu tidak dapat mengatakannya. Apakah Stephen Hawking bodoh karena ia hanya dapat berbicara dengan bantuan mesin?

Sama sekali tidak. Ia justru menjadi salah satu intelek terhebat dalam sejarah modern, walaupun ia tidak dapat berbicara tanpa alat bantu.

Tekad inilah yang kemudian membuat Mickey menemukan bahasa isyaratnya sendiri yang sangat terperinci untuk berkomunikasi. Walaupun tidak ideal, setidaknya cara ini memungkinkan Mickey berinteraksi akrab dengan orang-orang terdekatnya.

Jadi, mengapa hal ini penting? Menurut Mickey, ketika kamu melakukan pertunjukan yang melibatkan autisme, sebaiknya pilihlah aktor autis atau sewalah penulis atau sutradara autis.

Mickey tidak ingin hanya menjadi penonton, ia ingin dirinya dan teman-temanya dipekerjakan. Ada banyak aktor berbakat seperti Mickey, yaitu Emi Tatsumaki, Coby Bird, Tash Baiguerra, Carsen Warner, Alex Plank, Kayla Marie Cromer, Andrew Duff, dan Alex Stewart. 

#ChangeMaker