Cintamu Sumber Kekuatanku, Senyum Tulusmu Menghangatkan Jiwaku

Endah Wijayanti diperbarui 16 Des 2020, 12:25 WIB

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita di balik setiap senyuman, terutama senyuman seorang ibu. Dalam hidup, kita pasti punya cerita yang berkesan tentang ibu kita tercinta. Bagi yang saat ini sudah menjadi ibu, kita pun punya pengalaman tersendiri terkait senyuman yang kita berikan untuk orang-orang tersayang kita. Menceritakan sosok ibu selalu menghadirkan sesuatu yang istimewa di hati kita bersama. Seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba Cerita Senyum Ibu berikut ini.

***

Oleh:  Siti Martina

Memang benar peribahasa, "Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan."  Sebuah peribahasa yang menjadi bukti nyata dari cinta yang diberikan seorang ibu kepada anaknya yang tidak akan bisa digantikan perannya oleh orang lain.

Aku berpikir setiap tahun tentang hal ini, bagaimana cara mengungkapkan rasa sayangku pada mama, apa memberikan hadiah atau mengucapkan secara langsung. Namun, aku bukanlah seorang anak yang pandai berkata-kata tapi kali ini aku ingin sekali mengungkapkan isi hatiku melalui sebuah tulisan. Ini kedua kalinya aku menulis surat untukmu mama, dan untuk tahun-tahun selanjutnya aku juga akan melakukan hal yang sama.

Selama 26 tahun sejak aku dilahirkan, aku baru memahami peranmu beberapa tahun ini. Aku tahu betapa berat tugasmu menjadi seorang ibu di usia muda saat itu. Usia di mana aku sendiri belum sanggup untuk membina rumah tangga dengan pasangan. Namun mama memutuskan untuk menikah dan menjadi seorang ibu. Merawat dan membesarkan keempat anakmu bukanlah pekerjaan yang mudah, ditambah lagi seorang putri bungsu yang sering membuatmu khawatir.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Mama adalah Sumber Kekuatanku

Sumber kekuatanku./Copyright Siti Martina

Sejak kecil aku selalu melihat raut cemasmu saat aku bermain di luar rumah, mendengar suaramu yang mengingatkanku untuk makan tepat waktu, bahkan saat berjauhan mama selalu menelponku hanya untuk mengingatkan apa aku sudah makan atau belum. Jika dulu aku merasa terganggu dengan suara dan kata-kata itu, entah kenapa sekarang aku baru memahami jika itu merupakan salah satu dari bentuk cinta tanpa syarat darimu.

Aku juga ingat mama adalah orang pertama yang menuntunku berjalan, mengajarkanku kata pertama, membantuku berdiri saat terjatuh, merawatku saat tubuhku lelah dan memelukku ketika aku menangis. Semua tidak berubah bahkan hingga putrimu tumbuh dewasa menjadi seorang wanita. 

Meski aku pernah menyakitimu dengan kata-kataku, terkadang sering mengecewakanmu dengan pilihanku yang salah. Tanganmu selalu ada untuk menggenggam erat agar aku tidak terjatuh dalam kesedihan, berusaha membuatku tertawa dengan cerita lucu, mendukungku penuh melalui untaian doa.

Aku sadar aku bukanlah apa-apa tanpa mama, bahkan aku belum bisa membuatmu bahagia dengan pencapaian karirku. Mungkin menyakitkan bagimu untuk melihatku seperti ini. Karena itu aku berusaha sebaik mungkin menjadi seorang putri yang dapat membuatmu bangga, menjadi seorang wanita dengan hati lembut dan penuh kasih sayang sepertimu. Mulai saat ini aku akan membuatmu bahagia dengan segala usaha terbaik dariku.

Aku bersyukur memiliki ibu seperti mama, seorang ibu sekaligus seorang teman yang membuatku nyaman untuk berbagi segala hal. 

Bahkan berapa banyak kata-kata cinta dari berbagai bahasa tetap tidak bisa menggantikan betapa besarnya cintamu. Mama adalah seorang wanita yang luar biasa bagiku, bahkan ungkapan yang kutulis tak akan pernah sanggup untuk menampung banyak kasih yang telah beliau berikan padaku.

Untuk cintamu yang tak terhingga, aku berterima kasih.

#ChangeMaker