Senyuman Indah Ibu Membuka Pintu Kebahagiaan dalam Hidupku

Endah Wijayanti diperbarui 26 Des 2020, 12:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita di balik setiap senyuman, terutama senyuman seorang ibu. Dalam hidup, kita pasti punya cerita yang berkesan tentang ibu kita tercinta. Bagi yang saat ini sudah menjadi ibu, kita pun punya pengalaman tersendiri terkait senyuman yang kita berikan untuk orang-orang tersayang kita. Menceritakan sosok ibu selalu menghadirkan sesuatu yang istimewa di hati kita bersama. Seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba Cerita Senyum Ibu berikut ini.

***

Oleh: Adinda Putri Syahrani

Ibu, bagiku dirimu adalah sosok cinta sejati nan rupawan. Tiada rasa dan tak ada kelembutan yang dapat menyaingi keberadaanmu. Sosokmu yang cantik nan rupawan, rela kau jadikan sosok keriput dengan segala air keringatmu. 

Ibu, engkau benar-benar merelakan sebuah anugerah kecantikan dari Tuhan hanya demi anak sepertiku. Segala penderitaan dan kesakitan yang engkau tahan, dengan mudah engkau luapkan dengan sebuah ulasan senyum menenangkan hati.

Aku tidak tahu sampai sejauh mana pengorbanan yang telah ibu lakukan bagiku. Namun satu hal yang aku ketahui. Engkau berkorban selama napas masih berhembus di dalam ragamu.

Ibu, terkadang aku berpikir, penderitaan karena mengandungku selama 9 bulan itu tidaklah berakhir setelah kelahiranku. Selama aku bertumbuh, hari berganti hari, mingu berganti minggu, bulan berganti bulan dan berganti lepas tahun, penderitaanm seakan semakin bertambah seiring pertumbuhannku tersebut. 

Aku yang menjadi sosok yang egois, sosok tidak tahu diri bahkan sosok yang berdusta di hadapanmu-pun tidaklah pernah engkau hiraukan. Karena engkau tahu bahwa rasa sayangmulah yang menjadi kunci kesabaranmu menghadapi aku.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Aku Ingin Bisa Selalu Membuatmu Tersenyum

Terima kasih, Ibu./Copyright Adinda Putri Syahrani

Ibu, kini aku sedikit mulai tersadar. Pengorbanan selama ini yang engkau lakukan, semata-mata hanya demi kebahagiaanku seorang. Engkau tidak mempedulikan kebahagiaanmu, bahkan di kala sakit pun engkau tetap bersandiwara sehat seakan tidak ada sakit yang melingkupi tubuhmu.

Aku pun tidak pernah membayangkan apabila aku berada di posisimu. Sudah tidak peduli bahkan menjauh jika aku menjadi engkau yang tengah menghadapi aku. Tentu pernyataan ini menggambarkan betapa kuat, sabar dan baiknya engkau, Ibu.

Ibu, maukah engkau mengajariku memberikan cinta kasih sama halnya engkau memberikan cinta kasih kepadaku? Tentu ajaran itu bukan untuk pasangan hidupku. Namun agar mampu mencintaimu melebihi cintamu kepada aku. Mungkin aku menyadari aku tidak dapat melakukan hal tersebut. Namun setidaknya, berikan aku kesempatan agar mampu mencintai dirimu melebihi cintamu kepadaku.

Terimakasih Ibu atas senyum yang kau berikan sealama ini. Semoga aku bisa selalu membuatmu tersenyum dan bahagia setiap hari.

Anakmu yang menyayangimu.

#ChangeMaker