Karena Cinta, Kadang Kita Sulit Membedakan Ketulusan dan Kepalsuan

Endah Wijayanti diperbarui 23 Feb 2021, 13:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Syahda

Ini adalah sepenggal kisah cintaku yang begitu rumit untukku ceritakan tapi aku ingin membagikan kisah cintaku. Panggil saja aku Syahda.

Cinta adalah satu kata yang memiliki seribu makna untuk dimengerti. Mencintai orang yang juga mencintaiku adalah suatu kebahagiaan di mana aku merasakan tumbuh dan bermakna atas cinta yang aku miliki. Pertemuan dengannya adalah suatu ketidaksengajaan, mulai dari kami sering bertemu hingga akhirnya rasa ini tumbuh seiring berjalannya waktu. Setiap hari, terus saja memikirkannya. Selalu ada canda dan tawa, sedih dan bahagia ketika bersamanya yang tidak pernah terlewati satu detikpun. Hingga aku percaya bersamanya aku menemukan bahagiaku.

Cinta terkadang membuatku lupa untuk membedakan mana ketulusan dan kepalsuan. Semua perhatian, kasih sayang dan pengorbanan terasa sangat indah tapi ternyata semua yang kudapatkan hanyalah kepalsuan, yang selalu ia sembunyikan di dalam hatinya.

 

2 dari 2 halaman

Cinta Tak Bisa Dipaksakan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Opat+Suvi

Aku terlalu percaya akan setiap perkataan dan perbuatannya hingga aku sadar bahwa selama ini hanyalah kepalsuan yang ia mungkin sengaja rencanakan. Rasanya sakit, sakit sekali. Ketika setiap aku bertanya tentang hubungan ini, dirinya seakan memintaku untuk melepaskan, dirinya yang selalu tidak bisa memberikan jawaban pasti untukku. Aku selalu berpikir lalu untuk apa hubungan ini bertahan? Namun tak pernah bisa aku coba ungkapan padanya.

Rasa terlambat untuk menyadari cukup menampar diriku hingga akhirnya aku bisa bangkit dan mencoba mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Meskipun terkadang rasanya sakit sekali. Rasa gelisah dan gundahku yang terus saja beriringan di hati dan pikiranku. Tapi aku percaya ketika kita ikhlas untuk melepaskan tentu akan mendapatkan yang terbaik.

Kini aku belajar bahwa memang cinta tidak bisa dipaksakan, biarkan dia berlabuh menemukan kebahagiaannya seperti angin yang tahu ke mana harus berhembus tanpa merasa terkekang. Rasa sakit yang menyelimuti aku jadikan sebagai kekuatan untuk bangkit ke depan, bahwa ada yang lebih penting dari cinta yaitu cita-cita. Cintaku boleh gagal tapi cita-citaku harus aku gapai. Walaupun aku masih menyayanginya dan tidak pernah tuntas doaku, meminta yang terbaik untuk hubungan ini.

#ElevateWomen