3 Tips Mengatasi Anak yang Berbohong

Baiq Nurul Nahdiat diperbarui 23 Feb 2021, 15:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Kebanyakan orang tua mengira anak-anak berbohong untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan, menghindari konsekuensi atau mendapatkan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan. Ini adalah beberapa alasan umum, tetapi ada juga beberapa alasan yang kurang jelas mengapa anak-anak tidak mengatakan yang sebenarnya.

Lalu, bagaimanakah seharusnya sikap orangtua saat mengetahui anaknya berbohong? Simak selengkapnya di bawah ini, ya, Sahabat Fimela.

1. Mengabaikannya

Mengenai kebohongan anak untuk mencari perhatian, sebaiknyan orangtua cukup mengabaikannya saja. Daripada mengatakan dengan kasar, bahwa itu bohong, lebih baik orangtua melakukan pendekatan lembut kapada anak dan menghindari percakapan yang menjurus dan membuat anak melanjutkan kebohongannya. Saat orangtua mengetahui bahwa apa yang dikatakan anaknya tidak benar, cukup mengatasi dengan cara mengalihkan pembicaraan dan fokus pada hal yang lain.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

2. Memberi Teguran Ringan

Ilustrasi/copyright shutterstock/spass

Jika mengalihkan pembicaraan padahal lain tidak berhasil, orang tua bisa lebih transparan tentang hal itu dengan memberikan teguran ringan. Misalnya dengan menegur langsung bahwa hal yang disampaikannya adalah hal yang kurang masuk akal dan mintalah kepada anak untuk menjelaskan yang sebenarnya, namun tetap harus dengan cara yan baik dan tidak menghakiminya. Misalnya, "Nak, ini terdengar seperti dongeng, mengapa dirimu tidak menceritakan yang sebenarnya?" Hal ini bukan memberikan pembenaran pada anak, tetapi menunjukkan perilaku yang dan memberi semangat anak-anak untuk mencoba lagi.

3 dari 3 halaman

3. Memberikan Hukuman

Ilustrasi/copyright shutterstock/9nong

Jika anak-anak melakukan kebohongan yang lebih serius, seperti anak-anak yang lebih besar berbohong bahwa mereka telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, orang tua dapat memikirkan tentang konsekuensinya. Anak-anak harus jelas bahwa akan ada dampak dari kebohongan ini, jadi itu tidak muncul begitu saja. Misalnya memberikan hukuman yang sederhana pada anak jika mereka berbohong, seperti menyapu halaman, membersihkan, kamar mandi, mengepel dan lain-lain. Namun hal ini juga harus dibarengi dengan penjelasan agar anak tidak memiliki rasa dendam atau marah pada orangtuanya.

Mengajari anak untuk tidak berbohong sebenarnya bisa dilakukan sejak dini dengan hal-hal yang sederana, dan ini harus dimulai dari orangtua salah satunya ialah orangtua harus selalu mengatakan kejujuran pada anak. Semoga bermanfaat.

#ElevateWomen