5 Alasan Mengapa Multitasking Mungkin Tidak Baik untuk Dilakukan

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 11 Apr 2021, 11:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Multitasking selalu menjadi kata yang dikaitkan dengan memiliki semacam keterampilan yang memungkinkan Sahabat Fimela menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan lebih efisien. Ini adalah salah satu kesalahan terburuk yang dilakukan orang. Melakukan banyak hal sekaligus tidak hanya memengaruhi fungsi otak kita, tetapi juga menurunkan tingkat produktivitas.

Seseorang mungkin merasakan pencapaian dalam menyelesaikan banyak tugas sekaligus, tetapi pada kenyataannya, dirimu hanya dapat menyelesaikan satu tugas yang memiliki fokus penuh. Tugas-tugas lain menjadi tugas kedua dan seringkali mengarah pada pencapaian yang setengah hati. Berfokus pada satu hal pada satu waktu akan memberimu kepuasan yang luar biasa. Energimu akan dipertahankan dan dirimu tidak akan merasa lelah secara mental atau fisik. Berikut adalah 5 alasan mengapa dirimu harus mengakhiri multitasking.

Menghambat Fungsi Otak

Karena otak kita tidak tahu cara fokus pada lebih dari satu hal pada satu waktu, otak kita sulit memahami informasi apa pun di luar itu. Ketika kita memaksa diri kita sendiri untuk melakukan banyak tugas sekaligus, kita memaksa otak kita untuk memproses begitu banyak informasi dengan kecepatan yang cepat sehingga fungsinya berkurang selama periode waktu tertentu.

Dapat Menyebabkan Efek Negatif pada Kesehatan Mental

Berganti-ganti aktivitas yang berbeda secara terus-menerus pada satu waktu dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Ini berdampak negatif pada kesehatan mental dan mengganggu kedamaian mental. Dirimu lebih fokus untuk menyelesaikan tugas daripada benar-benar menikmatinya. Dirimu tidak lagi hidup di masa sekarang dan hanya mengkhawatirkan masa depan. Kemampuanmu untuk penuh perhatian hilang dan dirimu berkompromi dengan kesehatan mentalmu saat terburu-buru menyelesaikan tugas.

2 dari 3 halaman

Menurunkan IQ

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Lipik Stock Media

Orang yang melakukan multitasking cenderung kehilangan tingkat IQ-nya dalam jangka waktu tertentu. Multitasking juga dapat mengurangi kecerdasan emosional. Penelitian telah menunjukkan bahwa hal itu membuatmu kurang berempati, dingin, pendiam, dan mengurangi kemampuanmu untuk mengendalikan emosi dan perasaanmu.

Tingkatkan Konsentrasi

Sulit untuk fokus pada beberapa tugas sekaligus, sehingga multitasking dapat mengurangi tingkat konsentrasimu secara drastis. Orang yang sering melakukan multitasking tidak dapat mengatur pikiran mereka dan menjalankan ide. Kemampuan mereka untuk memproses informasi menjadi lebih lambat.

Kehilangan Perhatian Terhadap Detail

Multitasking pasti membuatmu kehilangan kemampuan untuk fokus pada akurasi. Kemampuan untuk fokus pada detail menit dan keterampilan pemecahan masalah menjadi lebih lambat. Dirimu kehilangan detail-detail kecil dan otakmu tidak dapat menyimpan informasi untuk jangka waktu yang lebih lama. Itu mengurangi ingatanmu, membuatnya lemah.

Multitasking yang sering dianggap baik bagi sebagian orang, ternyata memberikan dampak buruk bagi seseorang. Multitasking yang dilakukan secara terus-menerus dapat menurunkan IQ sepertiyang dijelaskan di atas.

3 dari 3 halaman

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen