5 Kesalahan Mengelola Uang Ini Bikin Orang Sulit Kaya di Usia Muda

Baiq Nurul Nahdiat diperbarui 16 Mei 2021, 18:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Banyak orang yang merasa sudah bekerja, memiliki gaji yang cukup namun tidak memiliki aset bahkan tabungan. Hal ini biasanya disebabkan karena banyak orang yang gagal dalam mengelola keuangan atau ada kebiasaan yang salah dalam mengelola keuangan. Agar bisa kaya di usia muda, berikut ini adalah beberapa cara mengelola keuangan yang harus ditinggalkan.

1. Pengeluaran Berlebihan

Ini mungkin tidak tampak seperti masalah besar ketika berbelanja mengambil makanan yang mahal, menonton film, berbelanja online yang sering, ini bisa saja denga cepat menghabiskan gajimu selama sebulan dalam waktu singkat. Dan akhirnya, gaji hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tak ada sisa untuk tabungan dan dana darurat ke depannya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

2. Mengeluarkan Uang untuk Sesuatu yang Tak Dibutuhkan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/PONG++HANDSOME

Tanyakan pada diri sendiri apakah dirimu benar-benar membutuhkan barang yang membuatmu terus membayar setiap bulan, tahun demi tahun. Hal-hal seperti televisi kabel, layanan musik, atau keanggotaan gym yang mewah dapat memaksamu membayar tanpa henti, sehingga membuatmu tidak memiliki apa-apa. Lebih baik seimbangkan keuangan dengan kebutuhan agar stabil.

3. Hidup dengan Uang Pinjaman

Menggunakan kartu kredit untuk membeli kebutuhan pokok telah menjadi hal yang biasa. Tetapi bahkan jika semakin banyak konsumen yang bersedia membayar suku bunga dua digit untuk bensin, bahan makanan, dan sejumlah barang lain yang hilang jauh sebelum tagihan dibayar penuh, jangan menjadi salah satu dari mereka. Suku bunga kartu kredit membuat harga barang yang dibebankan menjadi jauh lebih mahal dan membuat boros.

3 dari 3 halaman

4. Tidak Memiliki Tujuan

ilustrasi keuangan perempuan/photo created by katemangostar - www.freepik.com

Memiliki tujuan dalam keuangan akan memacu kita untuk semangat menabung, tetapi sebaliknya jika tidak memiliki tujuan yang jelas maka akan membuat kita sewenang-wenang menghabiskan uang dengan sembarangan. Jadi, mulailah untuk membuat tujuan yang jelas, misalnya memiliki mobil/motor dalam satu atau dua tahun, memiliki rumah di umur 25 tahun, memiliki tabungan sejumlah sekian rumah sebelum menikah dan sebagainya. Ini akan memacu kita untuk menghasilkan dan menyimpan lebih banyak uang.

5. Melakukan Investasi karena Ikut-ikutan

Biasanya orang banyak yang tertarik dengan iming-iming keuntungan yang berlipah dari ivestasi, kemudian menggunakan seluruh tabungan untuk berinvestasi. Padahal, yang harus dipersiapkan sebelum melakukan investasi ialah kestabilan finansial, misalnya tabungan dan dana darurat. Dan yang harus diperhatikan sebelum melakukan investasi, uang yang diinvestasikan adalah uang ‘nganggur’, uang yang tidak tahu mau dialokasikan kemana, artinya jika uang tersebut terpakai tidak akan memengaruhi kestabilan finansial.

Beberapa kesalahan lain yang harus ditinggalkan juga, misalnya, membeli barang yang mahal padahal yang lama masih bisa dipakai, membeli barang yang tidak dibutuhkan, tidak memiliki pola pengeluaran, lebih besar pasak daripada tiang dan sebagainya. 

#ElevateWomen