Indahnya Persahabatan Masa Kecil yang Pudarkan Rasa Kesepianku

Endah Wijayanti diperbarui 10 Agu 2021, 11:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Kenangan pada masa kecil takkan pernah terlupakan. Hari-hari dan waktu yang kita lewati saat masih anak-anak akan selalu membekas di hati. Masing-masing dari kita pun pasti punya kisah atau cerita paling membekas soal masa kecil itu, seperti pengalaman yang dituliskan Sahabat Fimela dalam Lomba My Childhood Story: Berbagi Cerita Masa Kecil yang Menyenangkan ini.

***

Oleh: Anisa Lestari

Sejak kecil kesepian menjadi bagian dari hidupku karena kedua orang tuaku sibuk bekerja. Namun beruntungnya aku melewati masa kecilku bersama dengan tiga orang sahabatku yaitu Marina, Ellina dan Delisa sehingga aku memiliki masa kecil yang penuh warna dan membahagiakan.

Bersama dengan merekalah aku menghabiskan waktu masa kanak-kanak. Mulai dari sekolah, bermain dan menggaji bersama. Tidak ada hari yang tidak terlewatkan bersama dengan mereka. Bahkan di kampungku kami berempat mendapatkan julukan "Si Maghrib" karena kami berempat akan pulang bermain saat azan maghrib berkumandang lalu dilanjutkan untuk menggaji.

Setiap berangkat sekolah kami berempat selalu bernyanyi bersama agar selalu bersemangat. Setelah pulang sekolah kami berempat selalu bermain bersama mulai dari petak umpet, main boneka dari kertas, main masak-masakan, dan bermain peran. Kami juga sering berpura-pura sebagai model dadakan orang tua Ellina seorang penjahit sehingga banyak kain sisa lalu kamu berempat menggunakan kain tersebut untuk menjadi baju dengan cara melilitkannya ke badan lalu setelah itu kami akan berjalan berlenggak-lenggok layaknya model sungguhan.

Ada beberapa kejadian yang menjadi momen yang tidak akan pernah terlupakan di antaranya saat kami berempat berjalan-jalan di pinggir sawah dan menemukan tanaman genjer lalu kami memetiknya dan memasaknya bersama-sama dan dibumbui hanya menggunakan garam saja, namun entah kenapa makanan tersebut terasa lezat sekali.

Ada juga momen saat kami bermain di gundukan pasir lalu menggunakan kertas karton sebagai alas dan kami pun satu persatu meluncur. Kami semua berteriak dan tertawa dengan lepas sampai aku tidak sadar kalau celana yang aku pakai robek karena terus menerus meluncur. 

2 dari 2 halaman

Hadirnya Sahabat-Sahabat Terbaik

ilustrasi./Photo by José Luis Photographer from Pexels

Ada lagi momen yang menyedihkan saat kami berempat akan berangkat ke sekolah, seperti biasa kami berjalan di pinggir jalan namun tiba-tiba ada sepeda motor yang melaju dengan kencang dan menabrak sahabatku Delisa. Kami bertiga pun langsung berteriak dan berlari menghampiri Delisa yang sedang kesakitan. Kami bertiga menangis melihatnya kesakitan lalu datanglah beberapa orang dewasa yang membantu Delisa dan membawanya ke rumah sakit.

Di sekolah kami bertiga tampak tidak tenang karena memikirkan kondisi Delisa, kami pun memutuskan untuk menjengguk Delisa sepulang sekolah. Syukurlah Delisa sudah dibawa pulang ke rumahnya dari rumah sakit. Namun sebelum pulang ke rumah Delisa kami bertiga membuat pudding terlebih dahulu.

Mungkin membuat puding merupakan hal yang biasa untukku saat ini tetapi untuk anak-nak berusia 10 tahun membuat puding menjadi hal yang luar biasa karena kami harus menggumpulkan uang dengan patungan untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Setelah itu kami membuatnya sendiri dengan mengikuti petunjuk yang tertera di belakang kemasan. Setelah selesai membuat pudding kami bertiga berkunjung ke rumah Delisa syukurlah ternyata lukanya tidak terlalu parah. Kami berempat pun mengobrol bersama sambil memakan pudding sama-sama.

Terima kasih untuk ketiga sahabatku karena bersama dengan kalian masa kecilku penuh dengan warna. Ketika dewasa justru aku sangat merindukan masa-masa kecilku karena masa itu merupakan masa saat hanya tawa dan kecerian yang menghiasi kehidupanku. Ternyata semua kenangan indah ini akan menjadi hal yang paling menyedihkan untukku saat ini karena hal tersebut tidak akan pernah terulang kembali.

Namun aku pun bersyukur karena persahabatan kami berempat masih terjalin hingga sekarang meski sangat jarang sekali untuk bertemu karena kesibukan masing-masing. Semua kenangan inilah yang selalu membuat kami berempat tertawa saat menggenangnya.

#ElevateWomen