Tips Memilih Asuransi yang Tepat untuk Fungsi Proteksi dan Investasi Bagi Kaum Milenial

Fimela Reporter diperbarui 13 Agu 2021, 18:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Tak bisa dipungkiri, saat ini ketidakpastian menjadi situasi yang menghantui setiap orang, terutama di tengah masa pandemi karena hal-hal yang tidak direncanakan terkadang terjadi secara tiba-tiba, dan bahkan membutuhkan dana yang besar karena pembiayaan dalam segala aspek semakin meningkat. 

Situasi ketidakpastian di masa pandemi inilah yang mengharuskan setiap orang untuk bisa berpikir untuk bisa bertahan hidup dengan situasi keuangan yang dimiliki, serta bisa memikirkan kondisi jangka panjang agar masa depan bisa terencana dengan matang.

Perencanaan tersebut bisa dipersiapkan sejak dini dengan memiliki asuransi. Asuransi merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap orang, karena berfungsi sebagai perencanaan keuangan, serta sebagai perencanaan jangka panjang untuk hidup yang lebih tenang di masa yang akan datang. 

“Di masa sekarang ini, kita hidup di tengah situasi inflasi yang terus meningkat, tingkat suku bunga yang terus menurun, serta tingginya risiko kehidupan karena kita hidup di tengah masa pandemi. Maka dari itu, perlu adanya perencanaan keuangan yang matang agar kita bisa mencapai goal yang sudah kita rencanakan sejak jauh hari,” Hal ini dikemukakan oleh Direktur AXA Financial Indonesia Cicilia Nina, pada Selasa (10/8), dalam webinar yang diselenggarakan oleh AXA Financial Indonesia tentang pengenalan jenis asuransi dwiguna.

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini kita tak bisa hanya mengandalkan investasi untuk perencanaan keuangan jangka panjang. Namun, kita perlu memproteksi diri dari risiko-risiko yang terjadi dalam hidup dengan asuransi.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Waktu yang tepat untuk memiliki asuransi

Ilustrasi Klaim Asuransi Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Untuk itu, Cicilia Nina menjelaskan bahwa kesejahteraan finansial (financial fitness) harus dimiliki sejak dini, khususnya bagi para kaum milenial yang saat ini masih ada di kategori usia produktif. 

“Milenial jaman sekarang itu bukan seperti milenial di zaman dulu lagi. Kondisi kehidupan telah berubah, jadi mereka perlu proteksi keuangan yang berlapis sejak sedini mungkin,” ujar Cicilia. 

Dengan adanya kondisi seperti itu, Cicilia menjelaskan bahwa asuransi perlu dimiliki oleh setiap orang, sejak dari usia muda. “Semakin muda, semakin menguntungkan. Intinya, setelah punya income, perlu adanya rencana investasi jangka pendek dan jangka panjang,” tambahnya. 

Pada intinya, saat ini tidak cukup jika kita hanya memiliki perencanaan keuangan. Yang terpenting adalah eksekusinya. Jadi semua perencanaan itu tidak hanya menjadi wacana.

3 dari 5 halaman

Jenis asuransi yang ada

Ilustrasi asuransi/copyrightshutterstock/merzzie

Dalam merencanakan perencanaan keuangan dengan asuransi, kita perlu tahu terlebih dahulu apa saja jenis-jenis asuransi yang ada, dan bisa kita pilih dalam merencanakan keuangan dalam jangka waktu yang kita perlukan. 

Chief of Proposition, Direct Marketing & Partnership AXA Financial Indonesia Yudhistira Dharmawata mengemukakan bahwa terdapat 3 jenis asuransi tradisional yang bisa kamu pertimbangkan dalam memilih asuransi yang tepat, yakni asuransi berjangka (term life insurance), asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance), dan juga asuransi dwiguna (endowment insurance). 

Untuk jenis asuransi berjangka, merupakan jenis asuransi yang memberikan pertanggungan selama jangka waktu yang ditentukan saja, sehingga memiliki fungsi 100% untuk memproteksi. Lalu, untuk jenis asuransi jiwa seumur hidup, merupakan jenis asuransi yang memberikan pertanggungan seumur hidup, namun dengan persentase 80% untuk proteksi, dan 20% untuk investasi. 

Lain halnya dengan asuransi dwiguna. Asuransi jenis ini memiliki manfaat memberikan pertanggungan selama jangka waktu yang telah ditentukan, yakni biasanya 10-15 tahun. Namun juga memiliki manfaat pertanggungan ketika tertanggung meninggal selama jangka waktu tersebut. 

“Berbeda dengan dua jenis asuransi sebelumnya, asuransi dwiguna memiliki persentase 80% untuk investasi, dan 20% sebagai proteksi. Maka dari itu namanya dwiguna, karena memiliki dua fungsi sekaligus dalam satu produk,” jelas Yudhistira dalam webinar, pada Selasa (10/8).

4 dari 5 halaman

Berfungsi sebagai alat proteksi sekaligus investasi

Ilustrasi asuransi yang berfungsi sebagai alat investasi sekaligus proteksi/Credit: pexels.com/Karolina

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, asuransi dwiguna memiliki fungsi investasi yang lebih tinggi dibandingkan fungsi proteksinya. Namun, hal itu sangat cocok dengan kehidupan saat ini, yang mana mayoritas orang lebih mementingkan investasi, dibandingkan proteksi diri. 

“Dalam situasi seperti sekarang ini, perlu adanya kesadaran akan proteksi diri karena risiko kehidupan bisa terjadi sewaktu-waktu. Tanpa adanya perencanaan keuangan sebagai proteksi, maka uang yang tadinya sudah diinvestasikan untuk jangka panjang dapat berisiko habis dalam satu waktu saja, untuk menanggung pembiayaan atas peristiwa yang menimpa seseorang,” ujar Yudhistira. 

Pada intinya, jika seseorang menginvestasikan uangnya pada asuransi dwiguna, maka ia bisa mendapatkan dua benefit sekaligus, yakni proteksi diri ketika terjadi suatu kejadian yang menimpa, dan juga investasi, sehingga uang yang disetor pada pihak asuransi akan terus berkembang pula seiring berjalannya waktu.

5 dari 5 halaman

Keunggulan asuransi dwiguna

Ilustrasi manfaat asuransi dwiguna (Credit: Shutterstock)

Asuransi dwiguna ini sangat perlu dipertimbangkan saat masa pandemi. Hal ini karena asuransi dwiguna melengkapi proteksi atas kejadian yang tak direncanakan, seperti kematian, sakit kritis, dan hal lainnya. 

Selain itu, karena memiliki fungsi investasi, asuransi dwiguna ini juga berfungsi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, dana pensiun, serta kombinasi uang pertanggungan yang bisa dicairkan dalam jangka waktu pertanggungan asuransi,  terutama kejadian-kejadian besar yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Untuk keunggulannya, asuransi dwiguna ini memiliki jaminan dana tunai, manfaat meninggal dunia yang pasti, fleksibilitas waktu pembayaran premi, serta pilihan masa pertanggungan. Jadi, bisa dipilih apakah ini hanya untuk jangka pendek atau jangka panjang,” tambah Yudhistira. 

Dalam hal ini, asuransi dwiguna sangat cocok bagi para kaum milenial yang memang ingin fokus dalam perencanaan keuangannya untuk investasi, tetapi sekaligus memberikan proteksi terhadap dirinya sendiri selama jangka waktu yang ditentukan. 

“Secara keseluruhan, asuransi jenis dwiguna ini memang bermanfaat untuk orang yang memiliki premi, bukan untuk orang lain. Namun, manfaat dari investasi di asuransi dwiguna ini bisa dirasakan juga oleh orang lain di masa depan, karena benefitnya bisa dirasakan selama 10 hingga 15 tahun ke depan,” tutup Yudhistira.

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen