7 Tanda Dirimu Terlalu Baik pada Orang Lain

Baiq Nurul Nahdiat diperbarui 09 Sep 2021, 10:04 WIB

Fimela.com, Jakarta Orang yang terlalu baik biasanya akan sulit berkata tidak, sering merasa tidak enakan, dan selalu berusaha menyenangkan orang lain. Meskipun begitu, bersikap baik juga punya porsinya masing-masing. Kita tidak bisa memastikan bahwa tak akan melakukan kesalahan dalam hidup atau selalu membuat orang lain bahagia.

Jangan sampai predikat terlalu baik yang melekat pada dirimu membuat orang lain memanfaatkanmu, yang ujung-ujungnya bisa merugikanmu. Dan inilah 7 tanda dirimu terlalu baik pada orang lain.

1. Meminta maaf berulang kali

Orang-orang yang terlalu baik biasanya akan merasa sangat tidak enak setelah membuat kesalahan pada orang lain, meskipun keslahannya itu dapat dimaklumi, misalnya saat harus membatalkan janji atau mengeluarkan kata-kata yang tak seharusnya. Sehingga, merasa harus meminta maaf berulang kali, padahal itu hal yang tak perlu dilakukan. Sebenarnya, dirimu tidak perlu meminta maaf berulang kali jika sudah dimaafkan apalagi hanya untuk terlihat sopan dan menyenangkan orang lain.

2. Mengabaikan kebutuhan pribadi

Orang yang terlalu baik cenderung mengabaikan kebutuhan pribadinya dan mandahulukan kepentingan orang lain. Meskipun tujuanmu baik, tetapi kamu tidak boleh melupakan bahwa dirimu juga butuh hal yang sama. Jadi, jangan sampai dirimu melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, ya.

3. Ingin orang lain bahagia

Kamu tentu boleh-boleh saja membahagiakan orang lain tetapi jangan sampai kamu mengorbankan kebahagiaanmu sendiri demi orang lain. Jangan menjadi seperti lilin yang bersinar tetapi membakar dirinya sendiri. Ingat, kebahagiaanmu juga tak kalah pentingnya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

4. Orang lain selalu bergantung padamu

Tanda Dirimu Terlalu Baik pada Orang Lain. (Ilustrasi/Shutterstock.com/wee dezign)

Sifatmu yang terlalu baik dan menuruti orang lain ternyata bisa dimanfaatkan orang lain, sehingga merekan akan selalu bergantung padamu. Sebab, mereka tahu bahwa dirimu tak akan pernah mengecewakannya. Hati-hati, ya, Sahabat Fimela jika hal seperti ini terjadi dalam dirimu, ini bisa menimbulkan hubungan beracun yang tak berdampak baik bagi kondisi mentalmu.

5. Selalu mengalah

Ada kalanya dirimu memang butuh menekan ego dan mengalah, tetapi jangan sampai kelewat batas. Kamu harus tahu, situasi kapan harus mengalah atau bersikaf defensif. Jangan sampai, saat orang lain melakukan kesalahan, malah kamu yang meminta maaf. Kamu harus menunjukkan kejujuran yang sebenarnya agar dirimu tidak terus-menerus dirugikan.

3 dari 3 halaman

6. Khawatir tidak disukai orang lain

Tanda Dirimu Terlalu Baik pada Orang Lain. (Ilustrasi/Shutterstock.com/kitsune05)

Ini adalah sifat yang paling terlihat jika kamu adalah orang yang terlalu baik. Kamu takut tak disukai orang lain, takut jika dijauhi atau tak punya teman. Kamu selalu berusaha menyenangkan orang lain, bahkan jika dirimu tak nyaman melakukannya. Sekali lagi, kamu juga butuh waktu sendiri dan kamu tak perlu menjadi orang lain untuk selalu disukai.

7. Selalu berusaha membantu meski kesulitan

Tidak ada salahnya untuk membantu orang lain, dan itu memang dianjurkan dalam hubungan sosial. Tetapi memaksa dirimu meringankan beban orang lain, di saat yang sama kamu sedang kesulitan, ini jelas bukan hal yang bijak untuk dilakukan. Cobalah untuk tetap realistis. Jika memang tidak mampu jangan menyusahkan dirimu sendiri.

Berbuat baik pada orang lain adalah hal yang dianjurkan dan tak ada salahnya untuk selalu berbuat baik. Tetapi, berbuat baik pun ada batasnya. Jangan sampai dengan kebaikan yang kamu usahakan membuatmu berada dalam posisi yang sulit apalagi jika sampai menjadi orang lain. Meski itu kebaikan, kamu harus tetap bijak, ya.

#ElevateWomen