Bolehkah Pasien Autoimun Kulit Dapat Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Dokter

Hilda Irach diperbarui 10 Nov 2021, 18:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Autoimun kulit merupakan salah satu gangguan yang perlu diperhatikan selama pandemi Covid-19. Autoimun kulit dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya karena bersifat kronis dan berisiko kambuh.

Pasien autoimun kulit pun memiliki peluang terbatas untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Sejauh ini, belum ada vaksin Covid-19 yang spesifik untuk pasien dengan autoimun, termasuk autoimun kulit. Akibatnya, banyak pasien autoimun kulit yang ragu melakukan vaksinasi Covid-19.

Spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia, dr. Amelia Setiawati Soebyanto, Sp.DV mengatakan, bahwa pada dasarnya pasien autoimun kulit bisa divaksin Covid-19. Namun, dengan catatan kondisi pasien stabil dan berdasarkan rekomendasi dari dokter yang merawat.

“Kami juga mendukung program pemerintah untuk memberikan Vaksin Covid-19 bila memang memungkinkan dari kondisi pasien itu sendiri,” ujarnya dalam virtual media briefing, Rabu (3/11/2021).

Selain itu, ada beberapa kondisi lainnya yang menjadi syarat bagi pasien autoimun kulit untuk bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Lebih lanjut, berikut penjelasan selengkapnya.

 
What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Syarat Vaksinasi Covid-19 bagi Pasien Autoimun Kulit

Ada beberapa syarat vaksinasi covid-19 bagi pasien autoimun kulit. (pexels/armin rimoldi).
  1. Pasien autoimun kulit harus melakukan konsultasi, kemudian dokter akan menganalisis dan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit.
  2. Jika sudah diberi pengobatan lalu lesi atau bercak-bercak pada tubuh sudah berkurang, dan dianggap sudah terkontrol maka boleh diberikan vaksin Covid-19 setelah pemeriksaan kulit yang dilakukan.
  3. Bila ada penyakit penyerta atau komorbid, misalnya arthritis, hipertensi, diabetes yang tidak terkontrol agar berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan dengan dokter terkait.

“Artinya, jika kondisi pasien dengan penyakit autoimun kulit maupun penyakit komorbid dinyatakan sudah terkontrol, maka pasien diizinkan untuk divaksin Covid-19 dengan tetap di bawah pengawasan dokter,” tandasnya.

#Elevate Women