Masih Teringat Air Mata Ayah yang Mengalir saat Aku Bercerai dengan Suami Pertamaku

Endah Wijayanti diperbarui 24 Nov 2021, 08:28 WIB

Fimela.com, Jakarta Membahas kisah dan cerita tentang ayah memang tak ada habisnya. Begitu banyak momen tak terlupakan yang kita miliki bersama ayah tercinta. Mulai dari momen paling bahagia hingga momen paling sedih. Setiap hal yang berkaitan dengan ayah selalu berkesan seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2021 Surat untuk Ayah berikut ini.

***

Oleh: Dewi Novasari

Perkenalkan aku anak sulung dari tiga bersaudara. Sudah hampir tiga tahun sejak kepergian ayah kami. Flashback ke masa lalu ketika aku dengar kabar kondisi ayah yang tiba-tiba sakit ketika berolahraga. Kala itu aku masih duduk di bangku kuliah semester akhir.

Dengan hati yang begitu khawatir aku pergi ke rumah sakit dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi saat itu. Ketika aku masuk ke ruang kamar di rumah sakit, seketika itu air mataku jatuh melihat kondisi ayahku yang terkena serangan stroke secara mendadak. Dalam hati aku berkata apa yang bisa kulakukan untuk kesembuhan ayahku.

Selama ini ayah sudah begitu baik dan sayang kepadaku. Semua yang aku mau selalu diberikan oleh ayahku. Alhamdulillah karena semangat ayahku yang begitu tinggi untuk sembuh, akhirnya beliau kembali sembuh, tapi setelah serangan stroke kedua dan ketiga, kondisinya semakin parah, tapi alhamdulillah ayah masih sempat menyaksikan pernikahanku.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Selalu Mendoakan Ayah

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/takajapanese

Tapi aku melihat air mata ayahku yang terakhir ketika dia melihat perpisahan aku dan suami pertamaku. Aku menyesal telah membuat beliau bersedih. Ayahku sudah menderita sakit selama 14 tahun, aku dan ibuku berusaha merawat ayah dengan baik, ketika saat kepergian Ayah tiba aku dan keluarga menyaksikan saat saat terakhir kepergian ayah.

Bahkan sebelum ayah meninggal aku sempat dimimpikan Ayah. Sehari setelah kepergian ayah telah lahir anak dari adikku. Seperti sudah diatur oleh Allah, ada yang gugur dan digantikan dengan kelahiran baru, begitulah takdir Allah yang begitu indah.

Walaupun aku belum bisa menjadi anak yang terbaik dan belum bisa memberikan kebahagiaan untuk ayah, aku selalu berdoa kepada Allah semoga Ayah diberikan tempat terbaik di sisi Allah. Terima kasih Ayah atas cinta kasih dan perjuanganmu untukku dan keluarga.

Kami sekeluarga selalu akan mengingat dan mengenangmu. Setiap kami rindu padamu kami selalu titipkan doa kepada Allah. Semoga kelak kami menjadi amalan untukmu menjadi anak yang salih dan salihah. Semoga Allah akan mempertemukan kami di surga-Mu, ya Allah. Amin.

#ElevateWomen