Validkah Hasil Tes Kesehatan Mental lewat Google Form?

Annissa Wulan diperbarui 27 Apr 2022, 10:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Masyarakat sedang banyak melakukan tes terhadap kesehatan mental masing-masing, karena viralnya tes yang dilakukan menggunakan Google Form. Seperti yang kamu ketahui, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, bahkan kesehatan mental bisa berpengaruh pada kondisi atau keadaan fisik seseorang.

Inilah pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara yang tepat, tidak asal dan sembarangan. Sayangnya, beberapa waktu belakangan justru marak cara melakukan tes kesehatan mental secara online, yang kebenarannya diragukan.

Salah satu contohnya adalah unggahan konten TikTok @silvhiaasqani pada hari Rabu, 2 Desember 2020 lalu, yang kembali viral dan telah disukai oleh lebih dari 262 ribu pengguna. Tes kesehatan mental yang dibagikan oleh pengguna ini adalah link Google Form, yang jelas dilakukan secara mandiri atau tanpa pendampingan tenaga profesional.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Bisa dipercayakah hasil tes kesehatan mental yang dilakukan lewat Google Form?

Bisa dipercayakah hasil tes kesehatan mental yang dilakukan lewat Google Form? Simak di sini penjelasannya.

Jika kamu melakukan tes kesehatan mental dengan tenaga profesional, seperti dokter, biasanya ada beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dilalui, yaitu pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dokter memeriksa riwayat kesehatan mental, sejarah kehidupan personal, mengevaluasi mental, dan mengevaluasi kognitif. Tidak ada tes sederhana untuk mendiagnosis seseorang tengah mengalami masalah pada kesehatan mentalnya.

Ada beberapa gejala yang biasanya mengarah pada gangguan kesehatan mental seseorang, seperti kesedihan atau kekesalan yang berlangsung lama, menarik diri dari kehidupan sosial, kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai, emosi ekstrem tinggi dan rendah, perubahan besar pada kebiasaan tidur dan makan, kekhawatiran atau ketakutan yang tampak tidak proporsional, mengabaikan perawatan dan kebersihan pribadi, perubahan pada gairah seks, pikiran yang tidak teratur, penyalahgunaan obat atau alkohol, serta berpikir atau bicara tentang bunuh diri. Jika kamu atau orang terdekat merasakan beberapa hal di atas, sebaiknya langsung konsultasikan kepada tenaga profesional seperti dokter untuk melakukan diagnosa atau tes yang tepat.