Lansia dan Orang dengan Komorbid Belum Jadi Prioritas Vaksinasi Booster COVID-19 Dosis Kedua, Kenapa?

Vinsensia Dianawanti diperbarui 30 Jul 2022, 16:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin sudah memulai vaksinasi booster COVID-19 kedua untuk tenaga kesehatan. Hal ini dilakukan seiring dengan predikasi puncak kenaikan kasus COVID-19 subvarian terbaru BA.4 dan BA.5

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akhirnya meluncurkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/3615/2022 Tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster Ke-2 Bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Dalam surat edaran tersebut menyatakan tenaga kesehatan menjadi pihak berisiko tinggi terhadap paparan COVID-19 subvarian baru sehingga dibutuhkan vaksinasi booster dosis ke empat.

Selain nakes, kelompok lansia dan orang dengan komorbid sebenarnya masuk sebagai kelompok berisiko tinggi. Meski demikian, belum ada tanda-tanda kedua kelompok berisiko ini akan mendapatkan vaksinasi booster kedua.

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Alasan lansia dan orang dengan komorbid belum vaksin booster kedua

Ilustrasi orang yang sedang mendapat vaksin booster. Credits: pexels.com by CDC

Menurut Ketua Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI), Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro, SpAK, hal tersebut lantaran capaian vaksinasi booster pada kelompok lansia dan orang dengan komorbid memang masih rendah.

"Risiko tinggi itu bukan hanya pada nakes. Kepada orang lansia, pada yang komorbid itu semua risiko tinggi. Tetapi kalau kita lihat mereka booster satunya masih rendah sekali. Sayang sekali, itu kita lagi kejar," ujar Sri mengutip dari Health Liputan6.com.

Jika lansia dan orang dengan komorbid ingin mendapatkan booster kedua, harus lebih dulu melengkapi booster pertama yang hingga saat ini masih rendah.

"Booster pertamanya dikejar dulu, karena kalau dia masih 25 persen, yang 75 persen itu kan risiko kalau enggak di booster --- Jadi kita mesti sampaikan pada keluarganya bahwa memang harus di booster (pertama) dulu," ujar Sri

 

3 dari 4 halaman

Cakupan vaksinasi booster yang tinggi pada nakes

Cakupan vaksinasi booster pertama pada tenaga kesehatan memang sudah tinggi, yakni 100 persen dan sudah melebih jangka waktu enam bulan. Sehingga saat ini, nakes dianggap sudah membutuhkan vaksinasi booster kedua.

Pemberian vaksinasi booster dosis kedua didasari atas kegelisahan akibat naiknya kasus COVID-19 yang terjadi belakangan ini. Tenaga kesehatan ini menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 sehingga perlu diperkuat kembali imunitas mereka.

 

4 dari 4 halaman

Mempertimbangkan lansia untuk vaksin booster kedua

Pendapat yang sama juga diutarakan Epidemiolog Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman yang menyebut pemberian vaksinasi booster kedua kepada kelompok berisiko, seperti nakes memang penting.

Namun, Dicky juga menyebut kelompok berisiko tidak hanya nakes. Melainkan juga lansia dan orang dengan komorbid yang perlu pertimbangan dijadikan sebagai sasaran vaksinasi booster ke empat.