Fimela.com, Jakarta Festival Indonesia Bertutur 2022 telah digelar di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah sejak 7-11 September 2022. Sebanyak sekitar 900 pelaku budaya menampilkan lebih dari 100 karya.
Apa saja program menarik yang bisa kita saksikan di festival dua tahunan yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini? Berikut beberapa program yang bisa kita nikmati di festival yang diharapkan menjadi sarana untuk menjaga budaya berkelanjutan dan cagar budaya sebagai sumber ilmu pengetahuan;
salah satu programnya yaitu pameran Expanded Media bertajuk Visaraloka yang akan diselenggarakan pada tanggal 7—13 September 2022 di empat galeri seni yang terletak di sekitar Candi Borobudur. Yaitu Museum Haji Widayat, Apel Watoe Contemporary Art Gallery, Eloporogo Art House, dan Limanjawi Art House.
5 Program Utama Festival Indonesia Bertutur
Pertama Kiranamaya, menampilkan beragam video mapping dan tatanan instalasi seni cahaya dari karya-karya seniman dalam dan luar negeri yang menggunakan teknologi pencahayaan, interaktif dan arsitektural. Pengunjung akan mendapatkan pengalaman cahaya yang istimewa di Borobudur saat malam hari layaknya sebuah festival cahaya.
Kedua, Layarambha yang menghadirkan berbagai film peran dan film pendek dari berbagai jenis film tari dan dari berbagai negara termasuk dari Indonesia. Ketiga, Anarta di mana pengunjung dapat menyaksikan seni pertunjukan kontemporer dari beragam pertunjukan kontemporer di bidang musik, tari dan teater khususnya yang melakukan proses eksperimen panjang dan menggunakan teknologi modern dalam karyanya.
Keempat, Visaraloka di mana Indonesia Bertutur menyediakan ekosistem bagi seniman multimedia dan interdisipliner yang menggunakan berbagai macam teknologi. Bertujuan untuk memberikan potensi kemungkinan kreatif penggunaan semua media dalam visi artistik yang inovatif.
Kelima, Virama yakni saat menanti pertunjukan di panggung utama, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan musik, tari, dongeng, dan menikmati aneka hidangan yang dijual pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Saya berharap festival ini dapat berlangsung secara konsisten sehingga ikut membantu menjaga budaya berkelanjutan,” ujar Laura Basuki yang menjadi ikon Indonesia Bertutur 2022
Menampilkan 20 cagar budaya
Penyelenggaraan Indonesia Bertutur 2022 semakin istimewa karena bertepatan dengan presidensi Indonesia di G20, sehingga kegiatan ini menjadi mata acara kegiatan G20 bidang kebudayaan. Mengusung tema “Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan” Festival Indonesia Bertutur 2022 menampilkan 20 cagar budaya sebagai materi yang dipilih para pelaku budaya dalam karya mereka.
Cagar budaya tersebut adalah Sangiran, Liang Bua, Leang Leang, Gugus Misool (Raja Ampat), Sangkulirang, Lore Lindu, Kutai, Tarumanegara, Kompleks Candi Dieng, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan, Candi Gunung Kawi, Muara Takus, Muaro Jambi, Candi Jago, Candi Singosari, Trowulan, dan Candi Bahal.
“Indonesia Bertutur 2022 bertujuan untuk menawarkan keterbukaan cara berpikir dan bertindak, sekaligus mengutamakan pencapaian tujuan penciptaan karya seni yang ditujukan untuk kemaslahatan kehidupan masyarakat,” kata Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022, Melati Suryodarmo.