5 Alasan Pria Memutuskan Hubungan Walau Masih Ada Cinta di Hatinya

Mimi Rohmitriasih diperbarui 02 Des 2022, 10:16 WIB

Fimela.com, Jakarta Tidak sedikit orang yang akhirnya memilih mundur dari hubungan. Meski ia masih sangat cinta ke pasangan. Bukan karena ia egois dan ingin menciptakan luka, tapi karena memang itu adalah pilihan terbaik. Di awal hubungan bisa saja terasa sangat indah dan seakan langgeng selamanya. Sayangnya, kita tak pernah tahu bagaimana akhirnya. 

Dalam kenyataan yang ada, tidak sedikit hubungan yang akhirnya berakhir dan tinggal sebagai kenangan. Baik pria maupun perempuan, pastinya ingin hubungannya selalu langgeng. Sayang, selalu ada alasan kuat kenapa hubungan harus berakhir. 

Mengenai putusnya hubungan, perlu kita tahu bahwa saat pria memutuskan suatu hubungan, tak selalu ia telah memiliki perempuan lain di luar sana. Sebagai pribadi yang mengedepankan logika, pria selalu punya pertimbangan matang kenapa ia akhirnya memilih mundur dari hubungannya. Pria memiliki alasan kuat kenapa ia memutuskan hubungan walau di hatinya masih ada cinta untuk sang mantan. Apa saja alasannya?

2 dari 6 halaman

Merasa Terbebani Secara Emosional

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Hubungan yang sehat adalah ketika dua orang yang menjalinnya sama-sama saling membahagiakan. Tapi jika hanya salah satu pihak yang berusaha untuk membahagiakan pasangan, tentunya ini akan menjadi beban emosional tersendiri. 

Saat mencintai, pria juga ingin dicintai balik oleh pasangannya. Tapi jika cintanya tak dihargai, tak dihormati dan hanya dimanfaatkan oleh pasangan, perlahan tapi pasti ia pun akan menyerah. Meski sangat cinta ke pasangan, beban emosional yang ditanggungnya akan mendorongnya untuk memutuskan hubungan yang ada. 

3 dari 6 halaman

Sikap Pasangan yang Kekanak-kanakan

ilustrasi pasangan bertengkar/photo created by drobotdean - www.freepik.com

Pria akan merasa nyaman bersama perempuan yang bijak dan mengertinya dengan baik. Umumnya mereka juga berusaha bersikap lebih bijak ke pasangan. Hanya saja, sikap bijaknya akan menurun ketika ia mendapati pasangan yang terlalu kekanak-kanakan. Terlalu menuntut lebih padanya dan sering minta putus setiap kali ada masalah. Di awal hubungan mungkin pria ini akan bertahan, tapi lama-kelamaan ia pun akan mengakhirinya meski di hatinya masih cinta ke pasangannya.

4 dari 6 halaman

Memiliki Tujuan yang Berbeda

Ilustrasi./Copyright pexels.com/@dariaobymaha

Pria akan sangat bahagia ketika pasangannya memiliki tujuan yang sama dengannya. Ia juga sangat bahagia ketika tujuan tersebut bisa dicapai bersama-sama. Namun jika tujuan yang ada sangat berbeda jauh, pasangan tidak memberi dukungan dan malah memojokkan, tak jarang ia akan segera memutuskan hubungan yang ada. Bagi sebagian pasangan, tujuan yang berbeda dan ketidak adanya lagi kecocokan menjadi alasan umum dari perpisahan.

5 dari 6 halaman

Kekecewaan

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/ kittirat roekburi

Pria yang telah dikecewakan oleh perempuan yang dicintai tak segan untuk mengakhiri hubungannya. Bagi banyak pria, pengkhianatan melukai harga dirinya. Tidak sedikit pria yang memilih mundur dari hubungan dengan alasan ia telah dikecewakan. Meski di hatinya masih tersimpan cinta mendalam untuk pasangannya, sulit baginya untuk memaafkan yang namanya pengkhiatan.

6 dari 6 halaman

Tiada Restu

Ilustrasi Mengatakan Putus Credit: unsplash.com/Priscilla

Baik restu dari orang tua pria atau pasangan sangatlah penting. Karena restu, pria terdorong untuk tetap setia dan berusaha keras membahagiakan pasangannya. Namun jika tidak ada restu dari orang tua, kebanyakan pria juga akan berpikir ulang mengenai kelajutan hubungannya. Perbedaan keyakinan, juga sering menjadi alasan kenapa pria memutuskan hubungan. 

Itulah sekian alasan kenapa pria memutuskan hubungan meski di hatinya masih ada cinta untuk pasangannya. Cinta adalah rahasia yang tak bisa ditebak. Ketika kamu berani jatuh cinta, kamu juga harus berani untuk kehilangan cinta tersebut meski sulit untuk melakukannya. 

#WomenForWomen