Dampak KDRT Pada Psikologis Anak, Memicu Risiko Depresi

Mimi Rohmitriasih diperbarui 24 Des 2022, 07:35 WIB

Fimela.com, Jakarta Akhir-akhir ini viral video kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan seorang ayah kepada anak dan istrinya. Hal ini tentu sangat disayangkan. Mengingat bahwa KDRT memiliki dampak yang cukup buruk pada korban. Terlebih lagi, jika korban adalah anak-anak. Para ahli mengungkapkan jika dampak buruk yang dialami bisa saja semakin tinggi. Ffeknya pun bisa berkepanjangan ke anak

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 UU PKDRT menerangkan jika KDRT merupakan setiap perbuatan terhadap seseorang, terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Dampak Buruk KDRT Pada Anak

ilustrasi anak-anak/MaeManee/Shutterstock

Mengutip dari laman parents.com, KDRT yang dilakukan pada anak bisa membuat anak stres, mengalami gangguan kecemasan hingga depresi. Anak-anak yang mendapatkan kekerasan dari orang terdekat terutama orang tua, lebih mungkin merasa dikucilkan. Anak rentan kehilangan rasa percaya dirinya dan rasa percaya ke orang lain. 

Dampak psikologis ini tidak hanya terjadi pada anak yang menjadi korban KDRT. Anak-anak yang menjadi saksi bisu KDRT dari ayah ke ibu atau sebaliknya, juga bisa meningkatkan risiko depresi dalam diri anak. Penelitian menemukan jika anak-anak yang sering melihat kekerasan di lingkungannya, ini bisa membuat mental anak bermasalah. Ini bisa membuatnya kehilangan kepercayaan pada orang terdekat.

3 dari 3 halaman

Anak Berpotensi Jadi Pelaku KDRT Saat Dewasa

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Meski di masa kanak-kanak anak merasa depresi, trauma dan cemas akan kekerasan yang dialami atau dilihat, ini tidak menjamin anak akan menghindari perilaku ini saat dewasa. Studi justru menemukan jika anak korban KDRT, berpotensi menjadi pelaku KDRT saat ia dewasa kelak. Anak cenderung melakukan pola kekerasan yang dialaminya di masa kecil, pada orang terdekatnya saat dewasa. 

Mengingat begitu buruknya dampak KDRT pada anak, pastikan untuk tidak pernah melakukan hal ini di rumah. Jika pun anak sudah terlanjur mengalami dan melihat tindak kekerasan, lakukan penangan, perlindungan dan pengertian terbaik untuknya. Usahakan agar apa yang dialami tidak menimbulkan depresi bahkan trauma berkepanjangan. Apalagi jika anak sampai melakukan hal ini saat ia dewasa kelak.

#WomenForWomen