Diary Fimela: Kreasi Unik dan Imut Cookies Adoughrable dari Ukuran Mini Sampai Sebesar Kue Ulang Tahun

Fimela Reporter diperbarui 24 Feb 2023, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Adoughrable Siapa yang tidak ingin melihat orang yang kita sayangi bahagia. Namun, lebih jauh dari itu, Owner bisnis cookies bernama Adoughrable, Nikita Omiki ingin membagikan kebahagiaan pada semua orang lewat kue buatannya. 

Berawal dari hobi memanggang kue, membuat perempuan 25 tahun ini berpikir untuk menjadikannya sebuah bisnis cookies. Adoughrable sendiri berdiri sejak 2018 lalu, saat itu Nikita belum fokus karena masih berkuliah.

Namun, pada 2020 akhirnya Nikita memantapkan dirinya untuk mengurus bisnisnya dalam mengembangkan Adoughrable. Keinginannya yang tidak hanya ingin menjual cookies saja menjadi salah satu alasan pemilihan nama Adoughrable.

"Dough diambil dari kata adonan yang menjadi bahan dasar untuk semua kue, dessert, atau makanan. Dan menjadi Adoughrable karena terdengar menggemaskan," ujar Nikita. 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cerita di Balik Adoughrable

Giga Cookie Adoughrable. instagram/Adoughrable_.

Kembali ke masa kecil Nikita, ia cukup sering pernah membuat cookies dan beberapa makanan lainnya. Tetapi keinginan untuk mengembangkan cookies menjadi strateginya, jadi ia membuat cookies sebagai produk pertama yang dijual.

Walau hanya menjual cookies, Nikita tidak hanya menjual satu jenis saja. Karena Adoughrable juga menjual giant cookies atau giga cookies yang ukurannya sama dengan kue biasa yaitu 18 cm.

Kita juga bisa custom gambar dan tulisan di atasnya. Tak hanya itu, Adoughrable telah mengeluarkan produk barunya sugar biskuit dengan menerapkan konsep yang sama dengan cookies yaitu bisa dicustom.

"Adoughrable selalu berkembang mengikuti perkembangan tren yang dapat menjadi kesempatan untuk berbeda dengan yang lain. Seperti ketika sedang viralnya bento cake, kami melihat peluang yang ada akhirnya membuat bento cake versi cookies yang dibuat hampir mirip dengan bento cake seperti penggunaan sterofoam box dan lainnya," lanjut Nikita. 

Awalnya, Nikita hanya sendiri dalam menjalankan bisnisnya dengan bermodalkan Rp2 juta - Rp2,5 juta. Namun, seiring berjalannya Adoughrable, Nikita merasa mulai kerepotan bahkan kehilangan beberapa opportunity yang datang karena kekurangan sumber daya manusia.

Kehilangan opportunity membuat Nikita menjadi sedih yang di mana seharusnya ia senang karena kesempatan yang datang. Tetapi ia selalu tidak pernah memaksakan dirinya untuk mengambilnya karena ia tidak mau memberikan hasil yang tidak maksimal.

3 dari 3 halaman

Kurangnya Tenaga Menjadi Tantang Terbesar Adoughrable

Sugar Biscuit Adoughrable. instagram/Adoughrable_.

Perempuan 25 tahun ini mengakui kekurangan sumber daya manusia dan peralatan yang dibutuhkan menjadi tantangan terbesar. Terutama ketika Nikita baru saja mengawali bisnisnya yang hanya memiliki oven untuk memanggang beberapa saja.

"Aku berharap bisnis ini memberikan dampak ke orang lain, karena dari awal tidak cuma mementingkan keuntungan bisnis saja, tapi  ingin buat orang senang dengan Adoughrable. Ibaratnya orang lihat visual aja bisa senang apalagi ditambah ketika makan kue atau cookies yang dapat membuat orang-orang lebih senang," ujarnya.

Ditambah, ia ingin membuat lapangan pekerjaan buat orang lain. Dari dampak kecil membahagiakan orang lewat cookies-nya, ia ingin bermakna besar untuk orang-orang yang bekerja bersamanya.   

 

 

*Penulis: Fani Varensia