5 Cara agar Tetap Tenang saat Dirimu Dianggap Membosankan

Endah Wijayanti diperbarui 28 Apr 2023, 16:01 WIB

Fimela.com, Jakarta Pernah merasa sedih atau terluka saat kamu dianggap membosankan oleh orang lain? Di saat kamu sudah berusaha untuk bisa membaur dengan orang lain, mereka malah menjauhimu dan mengabaikanmu karena kamu dianggap tak keren atau tak seasyik mereka. Merasakan pengalaman seperti ini memang bisa sangat menyakitkan, tapi bukan berarti kamu membiarkan dirimu terus merasa rendah diri.

Kamu bisa tetap tenang menjadi dirimu sendiri. Kamu masih bisa bahagia dengan kehidupanmu sendiri. Caranya bisa dimulai dengan strategi sederhana berikut ini.

 

 

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Sadari bahwa Kamu Tak Berkewajiban Menyenangkan Hati Semua Orang

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

"You don't need to be everyone's darling—it's more important that you grow a spine and swim against the current every now and then, when it's a question of values and other important things," kutipan dari buku The Child in You kembali mengingatkan kita bahwa kita tak punya kewajiban untuk menyenangkan hati semua orang. Menjadi orang yang berbeda bahkan dianggap membosankan oleh orang lain tak semestinya membuatmu merasa ciut. Sebab kamu punya hak untuk menjalani hidupmu sesuai dengan kenyamananmu.

 

 

3 dari 6 halaman

2. Nikmati Hal-Hal yang Kamu Sukai

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

Biarlah orang menganggapmu membosankan sebab mereka punya hak sendiri dalam menetapkan opini atau pendapat mereka. Kamu tak perlu terus menerus mendengarkan ucapan negati mereka. Fokus saja melakukan dan menikmati hal-hal yang kamu sukai. Alihkan energimu untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat hatimu senang kembali.

 

 

4 dari 6 halaman

3. Membuat Jarak Aman yang Baru

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

Tak harus memaksakan diri membaur dengan orang-orang toxic. Kalau kamu butuh ketenangan, tak ada salahnya untuk membuat jarak aman yang baru. Kamu boleh saja membatasi interaksimu dengan orang-orang yang hanya menguras energimu. Biarlah mereka sibuk dengan dunianya, sementara itu kamu bisa fokus menjalani dan menikmati duniamu sendiri.

 

5 dari 6 halaman

4. Fokus Melatih Pernapasan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

 

Ketika kamu merasa sedih dan kesal, coba menepi sejenak. Posisikan diri di tempat ternyaman, lalu fokus latih pernapasanmu. Bisa dengan metode 4-7-8. Embuskan dulu udara sampai habis. Lalu, tarik napas tanpa bersuara melalui hidung hingga maksimal 4 detik. Tahan napas selama 7 detik. Embuskan napas dengan tekanan sambil mengerucutkan bibir dan bersuara "fuuuh" dalam 8 detik. Ulangi 4 kali.

 

 

6 dari 6 halaman

5. Tanggapi dengan Senyuman

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

Tersenyumlah karena kamu ingin menghargai dirimu sendiri. Biarlah orang menganggapmu membosankan, toh kamu tak berbuat salah atau tak melakukan hal buruk pada orang lain. Kamu bisa coba untuk tetap tersenyum. Setidaknya dengan tersenyum, suasana hatimu bisa lebih terjaga dan makin membaik.

Tetaplah bahagia dan bangga menjadi dirimu sendiri, ya. Kehidupanmu dan dirimu tetaplah berharga apa adanya.