5 Sikap agar Bisa Bahagia Lagi setelah Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan

Endah Wijayanti diperbarui 17 Sep 2023, 13:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Pengalaman cinta yang sepihak atau cinta yang bertepuk sebelah tangan memang pahit. Tak bisa mendapat balasan cinta yang sama dari orang yang kamu sukai memang menyakitkan, tetapi kamu masih bisa menjalani hidupmu dengan senyuman dan hati yang baru. Hatimu yang patah bisa membaik dan menjadi lebih kuat lagi. Keterpurukan yang ada bisa kamu sikapi dengan lebih bijak lagi.

Kamu bisa kembali bahagia dengan cara-cara yang sebenarnya sederhana. Seperti dengan menerapkan sikap-sikap yang lebih positif ini. Selengkapnya, yuk simak uraiannya di bawah ini, Sahabat Fimela.

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Berbaik Hati pada Diri Sendiri dengan Mengelola Perasaan Lebih Baik Lagi

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/LightField+Studios

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa patah hati adalah perasaan yang sah dan normal. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena merasa terluka atau sedih. Alihkan perhatian kamu dari kenangan yang menyakitkan dan berfokuslah pada pengembangan diri. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk membantu mengelola stres dan kecemasan.

Dalam proses penyembuhan, jangan ragu untuk merenung dan mengenali perasaan kamu. Menulis jurnal adalah cara yang baik untuk melakukannya. Catat perasaan kamu, pertanyaan, dan pikiran yang muncul. Ini membantu kamu mengatasi emosi dengan lebih baik dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya menuju pemulihan.

 

 

3 dari 6 halaman

2. Berlapang Dada Menerima Kenyataan yang Terjadi di Luar Kendali Diri

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/prostock_studio

Salah satu langkah terpenting dalam mengatasi patah hati adalah menerima kenyataan. Ini mungkin sulit dilakukan, terutama jika kamu berharap lebih dari seseorang yang tidak dapat mengembalikan perasaan kamu. Ingatlah bahwa kamu tidak dapat mengendalikan perasaan orang lain, tetapi kamu dapat mengendalikan bagaimana kamu meresponsnya.

Menerima kenyataan adalah langkah pertama menuju pemulihan. Cobalah untuk tidak terjebak dalam kenangan atau "apa-boleh-jadi" yang hanya akan menambah penderitaan kamu. Alihkan perhatian kamu pada hal-hal yang dapat kamu kendalikan dalam hidup kamu, seperti tujuan pribadi dan perkembangan diri.

 

 

4 dari 6 halaman

3. Berfokus untuk Lebih Menyayangi Diri Sendiri Lagi

Perlahan move on./Copyright shutterstock.com/g/prostock_studio

Patah hati bisa membuat kita merasa kurang bernilai dan meragukan diri. Salah satu cara untuk kembali bahagia adalah dengan memberikan perhatian lebih pada diri sendiri. Cobalah berbagai kegiatan yang membuat kamu merasa baik, seperti merawat tubuh kamu dengan olahraga yang sehat atau makan makanan bergizi. Ini akan meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional kamu.

Selain itu, berikan diri kamu izin untuk merayakan diri sendiri. Fokuslah pada hal-hal yang kamu cintai dan yang membuat kamu bahagia. Ini bisa berupa mengejar hobi, pergi berlibur, atau sekadar berkumpul dengan teman-teman yang mendukung.

 

 

5 dari 6 halaman

4. Bersedia untuk Mencari Bantuan yang Diperlukan

Ilustrasi curhat, ngobrol dengan teman. (Image by Freepik)

Mengatasi patah hati tidak harus dilakukan sendirian. Jika kamu merasa kesulitan menghadapinya, jangan ragu untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau seorang profesional kesehatan mental. Terkadang, berbicara dengan seseorang yang bisa mendengarkan dan memberikan nasihat yang bijaksana dapat sangat membantu.

Bantuan profesional seperti terapi juga dapat menjadi pilihan yang baik. Seorang terapis dapat membantu kamu mengatasi perasaan kamu, memberikan alat untuk mengelolanya, dan membimbing kamu menuju pemulihan yang lebih baik.

 

 

6 dari 6 halaman

5. Berprasangka Baik terhadap Semua Hal yang Sudah Terjadi

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Mrsiraphol

Terakhir, tetaplah berprasangka baik terhadap masa lalu dan masa depan. Ingatlah bahwa pengalaman cinta yang tidak berjalan sesuai harapan adalah bagian dari perjalanan kehidupan. Hal ini bisa menjadi pelajaran berharga yang membentuk diri kamu menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.

Lihatlah masa depan dengan harapan. Kebahagiaan tidak hanya berasal dari hubungan romantis; itu juga dapat ditemukan dalam pencapaian pribadi, hubungan dengan teman dan keluarga, dan pengembangan diri. Jangan biarkan pengalaman buruk dari masa lalu menghalangi kamu untuk mengejar kebahagiaan yang lebih besar di masa depan.

Dalam menghadapi patah hati, ingatlah bahwa kamu bukanlah satu-satunya yang pernah mengalaminya. Banyak orang telah melalui perasaan yang sama dan berhasil pulih.

Dengan memberi diri kamu waktu untuk berkembang, mendukung diri sendiri, dan mencari bantuan jika diperlukan, kamu akan mendapati bahwa kebahagiaan dapat kembali mengisi hidup kamu. Jadilah kuat, dan percayalah bahwa masa depan masih penuh dengan peluang yang menunggu untuk dijelajahi.