Fimela.com, Jakarta Setiap kali mencuci rambut, kamu mungkin tidak terlalu memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam shampo. Padahal, di balik busa lembut yang terasa menyegarkan itu, ada bahan aktif penting yang berperan besar dalam membersihkan rambut, yaitu surfactant atau zat pembersih. Dua di antaranya yang paling sering ditemukan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES).
Kedua bahan ini memang dikenal ampuh dalam mengangkat minyak dan kotoran, serta membuat shampo menghasilkan busa yang banyak. Namun, di sisi lain, banyak yang menilai keduanya bisa menyebabkan rambut menjadi kering atau kulit kepala terasa gatal. Untuk memahami hal ini, Sahabat Fimela perlu tahu dulu apa sebenarnya perbedaan antara SLS dan SLES serta bagaimana cara kerjanya dalam shampo.
Dilansir dari The Earthling Co, meski namanya terdengar mirip, SLS dan SLES berbeda dalam proses pembuatan serta tingkat kelembutannya. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) merupakan surfaktan dasar yang kuat dalam membersihkan minyak dan kotoran di rambut. Sementara Sodium Laureth Sulfate (SLES) adalah versi yang telah melalui proses bernama ethoxylation — proses kimia yang membuat bahan ini menjadi lebih lembut dan cenderung tidak mengiritasi kulit kepala. Dengan kata lain, SLES merupakan bentuk yang lebih ramah kulit dari SLS.
SLS vs. SLES: Mana yang Lebih Baik untuk Rambutmu?
Secara umum, SLS adalah pembersih yang sangat kuat. Ia bekerja dengan menurunkan tegangan permukaan air, sehingga minyak, debu, dan sisa produk styling bisa terangkat dengan mudah. Namun, efek pembersihnya yang intens juga bisa membuat rambut kehilangan kelembapan alami, terutama jika digunakan terlalu sering. Itulah sebabnya, SLS sering kali dikaitkan dengan rasa kering, kulit kepala mengelupas, atau bahkan rambut yang mudah patah.
Sedangkan SLES dianggap lebih lembut karena proses ethoxylation menambahkan molekul etoksil ke struktur kimianya. Hasilnya, bahan ini tetap efektif membersihkan, tetapi tidak terlalu agresif terhadap kulit kepala. Itulah alasan mengapa SLES banyak ditemukan dalam shampo untuk penggunaan harian, atau produk yang diklaim “gentle” dan “mild”. Meski demikian, baik SLS maupun SLES tetap termasuk surfaktan yang kuat, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan rambutmu.
Jika shampo kamu berlabel clarifying, besar kemungkinan mengandung SLS atau surfaktan sejenis. Jenis shampo ini memang dirancang untuk membersihkan secara mendalam dan menghilangkan penumpukan kotoran, tapi sebaiknya tidak digunakan setiap hari. Sebaliknya, jika kamu mencari shampo untuk penggunaan rutin, pilih yang berlabel gentle atau sulfate-free, karena formulanya lebih lembut dan aman digunakan lebih sering.
Alternatif Lembut: Sodium Cocoyl Isethionate (SCI)
Selain SLS dan SLES, kini semakin banyak merek perawatan rambut beralih menggunakan bahan pembersih alami seperti Sodium Cocoyl Isethionate (SCI). Masih dari sumber The Earthling Co, SCI berasal dari asam lemak minyak kelapa dan isethionic acid, sehingga dikenal jauh lebih lembut dibandingkan SLS maupun SLES.
SCI mampu menghasilkan busa yang melimpah, membantu mengangkat kotoran, sekaligus menjaga kelembapan rambut. Karena sifatnya yang ringan dan tidak mengiritasi, SCI banyak digunakan dalam sulfate-free shampoo bars — pilihan shampo padat yang ramah lingkungan, bebas kemasan plastik, dan cocok untuk semua jenis rambut, termasuk rambut kering, keriting, atau diwarnai.
Jadi, Mana yang Harus Kamu Pilih?
Pemilihan shampo yang tepat kembali pada kebutuhan dan kondisi rambutmu. Jika kamu memiliki kulit kepala berminyak atau sering menggunakan produk styling, shampo dengan SLS atau SLES bisa membantu membersihkan lebih optimal. Namun, jika kulit kepalamu sensitif, rambutmu mudah kering, atau kamu ingin menjaga warna rambut agar tahan lama, sebaiknya pilih produk tanpa SLS — misalnya yang menggunakan SLES atau SCI sebagai penggantinya.
Sahabat Fimela, dengan mengenali perbedaan SLS, SLES, dan SCI, kamu bisa menyesuaikan pilihan shampo agar tetap menjaga kebersihan rambut tanpa menghilangkan kelembapannya.
Penulis: Siti Nur Arisha