Ciri-Ciri Seseorang yang Memiliki Narcissistic Personality Disorder (NPD)

Nabila MecadinisaDiterbitkan 26 Januari 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik adalah kondisi kejiwaan di mana seseorang memiliki rasa penting diri yang berlebihan, membutuhkan kekaguman dari orang lain secara berlebihan, dan memiliki empati yang sangat rendah terhadap perasaan orang lain.

Orang dengan NPD sering tampak sangat percaya diri, namun di balik itu biasanya terdapat rasa rapuh dan takut gagal atau dikritik.

Ciri-Ciri Umum NPD

  • Berikut beberapa tanda atau ciri yang sering muncul pada individu dengan NPD:
  • Merasa diri sangat istimewa dan lebih unggul: Mereka percaya bahwa hanya orang “spesial” yang bisa memahami mereka, dan mereka pantas mendapatkan perlakuan istimewa.
  • Membutuhkan kekaguman terus-menerus: Orang dengan NPD cenderung haus akan pujian dan pengakuan. Mereka mudah tersinggung jika tidak mendapat perhatian yang mereka rasa pantas.
  • Kurang empati terhadap orang lain: Sulit memahami atau peduli terhadap perasaan, kebutuhan, dan pandangan orang lain.
  • Eksploitasi dalam hubungan: Sering memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan pribadi tanpa mempertimbangkan dampaknya.
  • Rasa berhak yang besar (sense of entitlement): Mengharapkan perlakuan khusus dan cepat marah bila tidak mendapatkannya.
  • Sikap arogan atau sombong
Kerap memandang rendah orang lain dan merasa diri paling benar atau paling hebat.

  • Mudah iri atau merasa orang lain iri padanya.
  • Cenderung merasa tidak senang ketika orang lain berhasil, atau berpikir bahwa keberhasilan orang lain adalah ancaman.

  •  Sensitif terhadap kritik
Meskipun tampak percaya diri, mereka bisa sangat defensif, tersinggung, atau marah jika dikritik.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Mengapa Seseorang Bisa Mengalami NPD?

NPD bukanlah narsisme atau kepercayaan diri yang normal./copyright pexels/RDNE Stock project

Penyebab NPD belum sepenuhnya dipahami, tetapi para ahli menduga ada kombinasi antara:

Faktor genetik (biologis), predisposisi terhadap sifat narsistik.

Pola asuh di masa kecil, misalnya terlalu dimanjakan atau justru terlalu dikritik.

Lingkungan sosial dan budaya, yang terlalu menekankan kesuksesan, status, dan penampilan.

Dampak NPD dalam Kehidupan Sehari-Hari

NPD dapat ditangani melalui terapi psikologis, terutama psychotherapy atau talk therapy. Tujuannya adalah:

- Meningkatkan empati terhadap orang lain.

- Mengelola emosi dan rasa tidak aman.

- Mengembangkan hubungan yang lebih sehat dan realistis.

- Dalam beberapa kasus, psikiater mungkin membantu untuk mengatasi permasalahan ini.

3 dari 3 halaman

NPD bisa dicari solusinya

NPD sebagai gangguan mental yang dapat merusak hubungan./copyright pexels/Pavel Danilyuk

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang narsistik memiliki NPD. Setiap orang bisa menunjukkan perilaku narsistik sesekali — terutama saat ingin terlihat baik di mata orang lain. Namun, NPD menjadi masalah ketika pola tersebut menetap, ekstrem, dan mengganggu kehidupan pribadi maupun sosial.

Tag Terkait