Fimela.com, Jakarta Pernah nggak sih kamu menemukan parfum yang wanginya hampir cocok, tapi masih terasa “kurang kamu”? Entah terlalu manis, terlalu tajam, atau cepat hilang. Aroma yang kita pakai bisa sangat memengaruhi suasana hati dan jadi bagian dari identitas diri. Nah, kabar baiknya, kamu bisa menciptakan parfum favoritmu sendiri di rumah dengan bahan alami dari essential oil. Selain mudah dibuat, aromanya bisa disesuaikan dengan kepribadian dan mood kamu setiap hari.
Melansir laman bottegazerowaste.com essential oil merupakan ekstrak murni dari tanaman yang punya banyak manfaat, baik untuk tubuh maupun pikiran. Karena sangat pekat, hanya diperlukan sedikit tetes saja untuk menghasilkan aroma yang tahan lama. Namun penting untuk diingat bahwa essential oil sebaiknya tidak digunakan langsung pada kulit tanpa pelarut, karena konsentrasinya tinggi dan bisa menimbulkan iritasi.
Untuk membuat parfum alami, kamu hanya memerlukan botol roll-on kaca, beberapa tetes essential oil favorit, dan minyak dasar ringan seperti sweet almond oil atau grapeseed oil. Kombinasi ini akan menghasilkan parfum yang lembut, tidak lengket, dan mudah diserap kulit. Selain itu, kamu bisa bereksperimen menciptakan aroma khas sesuai keinginan mulai dari yang lembut, menyegarkan, hingga menenangkan.
Mengenal top note, middle note, dan base note pada aroma essential oil
Dalam dunia wewangian, essential oil dibagi menjadi tiga kategori utama yaitu top note, middle note, dan base note. Top note adalah aroma pertama yang langsung tercium, seperti lemon, bergamot, atau peppermint. Middle note menjadi jantung aroma parfum biasanya floral atau herbal seperti lavender dan geranium. Sedangkan base note memberi kesan hangat dan tahan lama, misalnya cedarwood, patchouli, atau vanilla. Menyatukan ketiganya akan menciptakan keseimbangan aroma yang harmonis dan khas.
Langkah pembuatannya pun sangat sederhana. Pertama, teteskan essential oil pilihanmu ke dalam botol roll-on kaca sesuai takaran, biasanya sekitar 10–15 tetes. Setelah itu, tambahkan minyak dasar hingga botol hampir penuh. Kocok perlahan agar semuanya tercampur sempurna. Kamu sudah siap punya parfum alami racikan sendiri!
Untuk hasil terbaik, gunakan minyak dasar yang ringan dan tidak berminyak seperti fractionated coconut oil, sweet almond oil, atau grapeseed oil. Hindari minyak yang terlalu kental atau berwarna pekat agar tidak mengubah aroma asli dari essential oil. Setelah jadi, parfum bisa langsung digunakan dengan cara dioleskan pada pergelangan tangan, leher, atau di belakang telinga.
Kombinasi aroma essential oil yang bisa kamu coba di rumah
Tips tambahan, coba oleskan sedikit parfum di ujung rambut. Rambut merupakan penyimpan aroma alami yang baik, jadi wewangianmu bisa bertahan lebih lama tanpa membuat rambut kering. Wewangian di rambut juga biasanya lebih mudah tercium oleh sekitar. Selain itu, kamu bisa menciptakan momen relaksasi setiap kali aroma alaminya tercium.
Kalau kamu ingin mencoba, berikut beberapa kombinasi aroma favorit yang bisa dijadikan inspirasi. Untuk efek relaksasi, gunakan lavender dan rose geranium, atau perpaduan bergamot dan palmarosa. Jika ingin efek menyegarkan dan membangkitkan semangat, cobalah grapefruit dan lemon, atau peppermint dengan tea tree. Sedangkan untuk membantu menyeimbangkan pikiran, kamu bisa meracik frankincense, cedarwood, dan lavender.
Membuat parfum dari essential oil bukan hanya soal wangi, tapi juga tentang self-care. Proses meraciknya bisa jadi momen menenangkan, sementara aromanya membawa rasa nyaman dan percaya diri sepanjang hari. Jadi, tak ada salahnya bereksperimen dan menciptakan wangi yang benar-benar “kamu banget”!
Penulis: Alyaa Hasna Hunafa