Ponytail Setiap Hari? Awas, Rambutmu Bisa Mudah Rusak Tanpa Perawatan Ini

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 20 Februari 2026, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, apakah hampir setiap hari kamu sering mengandalkan ponytail atau messy bun karena lebih praktis? Rambut yang selalu diikat memang membuat aktivitas terasa lebih nyaman, tapi tanpa perawatan yang tepat, kebiasaan ini bisa memicu hair breakage alias kerusakan rambut. Hal ini dapat membuat rambut tampak kusam, frizzy, dan ujungnya menipis.

Kalau kamu mulai melihat lebih banyak helai patah di sisir atau menemukan ujung rambut yang makin rapuh, ini saat yang tepat untuk memahami cara merawat rambut yang sering diikat, agar tetap sehat dan kuat.

Dilansir dari cloudninehair.com, kerusakan rambut terjadi ketika batang rambut melemah dan putus di tengah, bukan rontok dari akar. Kebiasaan mengikat rambut terlalu sering atau terlalu kencang memberi tekanan di area tertentu, terutama di garis rambut, crown, dan bagian belakang kepala. Selain itu, gesekan dari karet rambut yang keras juga bisa merusak kutikula rambut hingga menyebabkan frizz dan split ends.

Tanda-Tanda Rambutmu Mengalami Breakage

Sahabat Fimela, rambut yang sudah mengalami kerusakan memiliki tanda-tandanya tersendiri, seperti rambut tampak “mengembang” serta kusam karena kehilangan kilau dari kutikula yang rusak. Ujung rambut juga terlihat menipis dan bercabang sehingga terlihat tidak rata dan terasa lebih kering. Banyak helaian pendek yang mencuat juga termasuk kedalam tandanya. Hal ini biasa disebabkan oleh rambut yang putus di tengah helai. Selain itu, rambut menjadi tumbuh tidak rata, terdapat helaian panjang dan helaian pendek yang tidak proporsional.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Merawat Rambut yang Sering Diikat

Sahabat Fimela, yuk simak cara merawat rambut yang sering di kat. [Dok/freepik.com/azerbaijan_stockers]

Sahabat Fimela, ini adalah bagian yang paling penting. Kalau kamu tetap suka mengikat rambut, lakukan perawatan ini supaya rambut tetap sehat:

1. Gunakan Ikat Rambut yang Lembut

Hindari karet rambut yang keras atau memiliki metal clasp. Pilihlah ikat rambut yang berjenis seperti satin, sutra, spiral, serta seamles yang tidak menarik batang rambut. Jenis ikat rambut seperti ini dapat meminimalkan gesekan dan tekanan pada rambut. 

2. Longgarkan Ikatan

Ponytail atau bun yang terlalu kencang memang kelihatan rapi, tapi bisa melemahkan akar rambut. Cobalah mengikat rambut dengan dua kali lilitan saja. Selain itu, hindari posisi ikatan yang sama setiap hari. Kamu dapat mengganti-ganti posisinya seperti di atas, tengah, bawah, 

3. Jangan Mengikat Rambut Saat Basah

Rambut basah lebih rentan patah. Biarkan rambut setidaknya setengah kering sebelum diikat.

4. Gunakan Leave-In Conditioner atau Hair Oil

Rambut yang sudah mengalami kerusakan harus diberikan pelembab tambahan dengan menggunakan produk-produk seperti argan oil, shea butter serta hair serum. Produk pelembap akan membuat rambut lebih fleksibel dan tidak mudah patah saat tertekan oleh ikatan. 

 

 

3 dari 3 halaman

5. Sisir Rambut dengan Lembut

Menyisir rambut dengan lembut, menghindari rambut terlalu lama, menggunakan masker rambut seminggu sekali, tidur dengan sarung bantal satin, dll termasuk kedalam cara merawat rambut yang sering di ikat. [Dok/freepik.com]

Saat menyisir rambut gunakanlah sisir dengan gigi jarang, sikat dengan bristle lembut. Mulai dari ujung rambut dan naik perlahan ke atas untuk mengurangi risiko patah.

6. Hindari Mengikat Rambut Terlalu Lama

Lepaskan ikatan saat ada waktu senggang. Biarkan rambut "bernapas" dengan dibiarkan terurai sebentar.

7. Gunakan Masker Rambut Seminggu Sekali

Masker dengan kandungan keratin, argan oil, atau protein ringan dapat membantu memperkuat rambut dari dalam.

8. Tidur dengan Sarung Bantal Satin

Mengurangi gesekan di area belakang kepala yang sering menjadi titik rambut patah.

9. Rutin Trimming

Memotong ujung rambut yang sudah rusak akan mencegah split ends naik ke batang rambut.

Selain Akibat Ikatan, Apa Lagi Penyebab Rambut Mudah Patah?

Rambut yang sering di styling dengan tool bersuhu tinggi dapat membuatnya menjadi lebih mudah patah. Selain itu, tubuh yang kekurangan vitamin D dan zat besi juga menjadi salah satu penyebabnya. Terlalu sering mewarnai atau bleaching rambut serta tidur dalam keadaan rambut yang masih basah termasuk penyebab rambut menjadi mudah patah.