Penyebab Sering Terluka saat Gunting Kuku

Anisya FandiniDiterbitkan 02 Januari 2026, 09:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Menggunting kuku seharusnya menjadi kebiasaan perawatan diri yang sederhana dan aman. Namun, tidak sedikit orang yang justru mengalami luka, perih, bahkan berdarah saat memotong kuku. Kondisi ini tentu terasa mengganggu, apalagi jika luka menjadi nyeri dan sulit sembuh saat beraktivitas. Banyak yang mengira hal ini terjadi karena ceroboh semata, padahal penyebabnya bisa lebih dari itu.

Luka saat menggunting kuku bukan hanya terasa sakit, tetapi juga berisiko menimbulkan infeksi jika tidak dirawat dengan baik. Bakteri bisa masuk melalui luka kecil di sekitar kuku dan menyebabkan pembengkakan, kemerahan, bahkan nanah. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa kebiasaan memotong kuku yang salah bisa berdampak pada kesehatan jari dan kuku secara keseluruhan.

Tanpa disadari, ada beberapa penyebab umum yang membuat seseorang sering terluka saat menggunting kuku. Mulai dari teknik memotong yang keliru, kondisi kuku yang terlalu tipis, hingga penggunaan alat yang tidak sesuai. Mengenali penyebabnya akan membantu kamu lebih berhati-hati dan terhindar dari luka di kemudian hari.

2 dari 5 halaman

Teknik Memotong Kuku yang Kurang Tepat

Cara memotong kuku ibu jari kaki (Foto: freepik)

Salah satu penyebab paling sering luka saat menggunting kuku adalah teknik memotong yang kurang tepat. Banyak orang memotong kuku terlalu dalam hingga mengenai kulit di bagian bawah kuku. Kebiasaan ini sering dilakukan agar kuku terlihat lebih bersih dan pendek, namun justru meningkatkan risiko luka dan perdarahan. Terutama pada kuku jari tangan dan kaki yang sensitif, memotong terlalu dalam dapat melukai jaringan lunak di sekitarnya.

Selain itu, memotong kuku dengan sudut yang terlalu tajam atau mengikuti bentuk lengkungan jari juga bisa memicu luka. Sisa ujung kuku yang runcing dapat menusuk kulit di sebelahnya dan menyebabkan perih. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, luka kecil bisa muncul berulang dan berisiko menimbulkan infeksi di area sekitar kuku.

3 dari 5 halaman

Kondisi Kuku dan Kulit yang Sensitif

Kondisi kuku dan kulit di sekitar jari juga memengaruhi risiko terjadinya luka saat menggunting kuku. Kuku yang terlalu tipis, rapuh, atau mudah terkelupas cenderung lebih sulit dipotong dengan rapi. Saat digunting, hanya sedikit tekanan saja sudah bisa membuat kulit ikut terjepit dan terluka. Kulit yang kering atau pecah-pecah di sekitar kuku juga lebih mudah terluka dibandingkan kulit yang lembap dan sehat.

Selain itu, orang dengan kondisi tertentu seperti eksim, infeksi jamur, atau diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami luka saat memotong kuku. Pada kondisi tersebut, kulit menjadi lebih sensitif dan proses penyembuhan luka pun bisa berlangsung lebih lama. Inilah sebabnya memotong kuku perlu dilakukan dengan lebih hati-hati bila kulit di sekitar jari sedang mengalami gangguan.

4 dari 5 halaman

Alat Gunting Kuku yang Tidak Tajam atau Tidak Bersih

Ilustrasi Pemotong Kuku / Sumber: Pixabay

Penggunaan alat gunting kuku yang tumpul juga menjadi penyebab seringnya terjadi luka. Gunting kuku yang tidak tajam membutuhkan tekanan lebih besar saat digunakan, sehingga berisiko menjepit kulit secara tidak sengaja. Akibatnya, luka bisa terjadi secara tiba-tiba dan terasa lebih perih. Selain itu, ujung gunting yang sudah tidak presisi juga dapat membuat hasil potongan kuku menjadi tidak rapi dan cenderung menusuk kulit.

Tidak kalah penting, kebersihan alat gunting kuku juga sangat memengaruhi keamanan saat digunakan. Gunting kuku yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan bakteri. Jika alat yang kotor ini melukai kulit, risiko terjadinya infeksi akan semakin besar. Oleh karena itu, gunting kuku sebaiknya rutin dibersihkan dan diganti jika sudah tidak layak pakai.

5 dari 5 halaman

Cara Mengurangi Risiko Luka Saat Menggunting Kuku

Ilustrasi Potong Kuku (freepik)

Agar terhindar dari luka saat menggunting kuku, penting untuk memperhatikan cara memotong yang benar. Potonglah kuku sedikit demi sedikit dan hindari memotong terlalu dalam hingga menyentuh kulit. Bentuk potongan kuku sebaiknya mengikuti garis lurus, lalu rapikan ujungnya dengan kikir agar tidak tajam dan menusuk kulit.

Selain itu, potong kuku dalam kondisi yang tepat, misalnya setelah mandi ketika kuku lebih lunak dan mudah dipotong. Pastikan alat gunting kuku dalam keadaan tajam, bersih, dan kering sebelum digunakan. Jangan lupa untuk menjaga kelembapan kulit di sekitar kuku dengan menggunakan pelembap agar tidak mudah pecah dan terluka.

Sering terluka saat menggunting kuku bukanlah hal yang bisa dianggap sepele, karena risiko infeksi bisa mengintai jika dibiarkan. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan cara memotong kuku yang benar, kebiasaan perawatan diri ini bisa dilakukan dengan lebih aman dan nyaman. Merawat kuku bukan hanya soal kerapian, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.