Supaya Anak Tetap Fit, Ini Cara Tepat Mencegah Risiko Sakit Setelah Berenang

Nazwa Putri KurniawanDiterbitkan 03 April 2026, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Berenang sering menjadi pilihan aktivitas yang disukai anak karena terasa seru sekaligus membantu menjaga kebugaran tubuh. Meski begitu, tidak sedikit anak yang justru mengalami keluhan kesehatan setelah berenang, mulai dari pilek dan batuk hingga rasa kurang nyaman pada kulit atau telinga. Hal ini membuat sebagian orangtua menjadi khawatir dan membatasi anak untuk berenang secara rutin. Padahal, munculnya keluhan tersebut umumnya bukan karena kegiatan berenangnya, melainkan akibat kurangnya perhatian pada kebiasaan sebelum dan setelah anak bermain di air. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, berenang tetap aman dan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Sebagian orangtua belum memahami bahwa tubuh anak memerlukan perawatan khusus setelah berada di dalam kolam renang, apalagi jika durasinya cukup lama. Berdasarkan sumber dari healthline.com, faktor seperti perubahan suhu tubuh secara tiba-tiba, kualitas air kolam, serta kondisi daya tahan tubuh anak sangat memengaruhi kesehatannya setelah berenang. Tanpa langkah pencegahan yang benar, anak bisa lebih mudah terkena gangguan kesehatan ringan yang akhirnya menghambat aktivitas sehari-hari. Karena itu, orang tua perlu dibekali pengetahuan yang tepat agar anak tetap merasa nyaman, bugar, dan tidak mudah sakit usai berenang.

Artikel ini akan membahas berbagai cara sederhana namun efektif yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan anak setelah berenang. Pembahasan dimulai dari kebiasaan kecil yang kerap terlewatkan hingga perawatan penting yang sebaiknya segera dilakukan setelah anak keluar dari kolam. Menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, anak dapat terus menikmati aktivitas berenang tanpa harus berhadapan dengan risiko sakit yang berulang, sehingga berenang menjadi sarana yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan menyenangkan.

2 dari 3 halaman

1. Biasakan anak mandi hingga benar-benar bersih setelah berenang

Biasakan anak mandi bersih setelah berenang untuk menghilangkan sisa kuman dan zat kimia yang menempel di tubuh. (foto: user18526052/Freepik)

Setelah selesai berenang, tubuh anak sebaiknya langsung dibilas menggunakan air bersih dan sabun. Langkah ini penting untuk membersihkan sisa klorin, bakteri, serta kotoran yang menempel di kulit dan rambut selama berada di kolam renang. Jika dibiarkan, sisa zat kimia dan kuman dapat memicu iritasi kulit, gatal, bahkan menurunkan daya tahan tubuh anak. Mandi bersih juga membantu mengembalikan rasa segar dan nyaman setelah berenang.

2. Keringkan tubuh dan rambut anak secara menyeluruh

Tubuh yang lembap dalam waktu lama dapat membuat anak mudah merasa kedinginan dan rentan sakit. Oleh karena itu, pastikan rambut, telinga, serta seluruh bagian tubuh anak dikeringkan dengan handuk bersih. Perhatian khusus perlu diberikan pada area yang sering lembap, seperti lipatan kulit dan bagian dalam telinga, karena dapat menjadi tempat berkembangnya kuman jika tidak dikeringkan dengan baik.

3. Segera ganti pakaian renang yang basah

Mengenakan pakaian basah terlalu lama dapat menurunkan suhu tubuh anak dan membuatnya lebih mudah terserang flu atau masuk angin. Setelah tubuh kering, segera pakaikan anak baju yang bersih dan kering agar tubuhnya tetap hangat dan nyaman. Kebiasaan sederhana ini sangat berpengaruh dalam menjaga kondisi tubuh anak setelah berenang.

4. Berikan minuman hangat untuk membantu memulihkan tubuh

Setelah berenang, tubuh anak biasanya mengalami perubahan suhu. Memberikan minuman hangat seperti air hangat atau susu dapat membantu menstabilkan suhu tubuh dan membuat anak merasa lebih rileks. Selain itu, cairan juga membantu mengganti energi dan cairan tubuh yang hilang selama beraktivitas di air.

3 dari 3 halaman

5. Batasi waktu berenang agar anak tidak kelelahan

Batasi durasi berenang agar anak tidak kelelahan dan daya tahan tubuhnya tetap terjaga. (foto: pvproductions/Freepik)

Berenang terlalu lama, terutama di air yang dingin, dapat membuat tubuh anak cepat lelah dan menurunkan daya tahan tubuhnya. Sebaiknya atur durasi berenang sesuai usia dan kondisi anak, serta segera hentikan jika anak terlihat kelelahan atau mulai menggigil.

6. Perhatikan kondisi kesehatan anak sebelum berenang

Pastikan anak dalam keadaan sehat sebelum melakukan aktivitas renang. Jika anak sedang flu, batuk, atau terlihat kurang fit, sebaiknya berenang ditunda. Memaksakan anak berenang saat tubuhnya tidak optimal dapat memperparah kondisi kesehatannya.

7.  Dukung dengan nutrisi seimbang dan istirahat yang cukup

Asupan makanan bergizi dan waktu tidur yang cukup sangat berperan dalam menjaga sistem imun anak. Dengan daya tahan tubuh yang baik, anak tidak mudah terserang penyakit meskipun sering berenang.