Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela pernah nggak sih merasa sudah coba berbagai macam diet tapi ujung-ujungnya ribet dan sulit konsisten? Banyak orang mengalami hal yang sama, apalagi kalau harus menghitung kalori atau menyiapkan menu yang terlalu spesifik setiap hari. Karena itu, diet dengan konsep sederhana seperti intermittent fasting mulai banyak dilirik. Metode ini dianggap lebih praktis untuk gaya hidup yang padat.
Melansir laman healthline.com intermittent fasting atau IF adalah pola makan yang mengatur waktu makan, bukan hanya soal jenis makanan. Alih-alih fokus pada “apa yang dimakan”, metode ini lebih menekankan “kapan kita makan”. Cara ini dinilai lebih praktis karena mudah disesuaikan dengan rutinitas kerja, kuliah, atau aktivitas sehari-hari. Pola ini juga tidak mengharuskan kamu meninggalkan makanan favorit sepenuhnya.
Salah satu metode IF yang paling populer adalah pola 16:8. Artinya, kamu berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jendela waktu 8 jam. Selama waktu puasa, kamu tetap boleh minum air putih, teh tawar, atau kopi tanpa gula agar tubuh tetap terhidrasi. Ini membantu tubuh tetap segar meski sedang tidak makan.
Mengatur waktu makan dan pilihan menu yang tepat
Bagi pemula, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih waktu makan yang paling nyaman. Banyak orang memilih pola makan dari jam 12 siang sampai 8 malam karena terasa mudah untuk dijalani. Tapi ada juga yang lebih cocok makan dari pagi hingga sore, tergantung kebiasaan dan jadwal masing-masing. Hal ini membuat diet terasa lebih fleksibel dan tidak memaksakan.
Setelah menentukan jam makan, penting untuk tetap memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Pilih makanan yang kaya protein, serat, dan lemak sehat agar tubuh tetap bertenaga lebih lama. Memperbanyak sayur, buah, dan sumber karbohidrat kompleks juga membantu menjaga energi tetap stabil. Dengan pola makan yang baik, tubuh akan beradaptasi lebih nyaman.
Selama menjalankan IF 16:8, air putih jadi sahabat terbaik. Minum cukup air membantu mengurangi rasa lapar dan mencegah tubuh terasa lemas saat puasa. Selain itu, teh tawar dan kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer juga bisa menjadi pilihan untuk menemani waktu puasa. Kebiasaan minum ini membantu kamu tetap fokus sepanjang hari.
Manfaat dan keunggulan diet IF 16:8
Salah satu keunggulan utama dari IF 16:8 adalah fleksibilitasnya. Kamu nggak harus langsung melakukannya setiap hari, tapi bisa mulai dari 2–3 hari dalam seminggu. Cara ini membuat tubuh punya waktu beradaptasi dan membantu kamu tetap nyaman menjalani pola makan baru. Dari sini, kamu bisa perlahan meningkatkan frekuensinya.
Dari segi manfaat, banyak orang merasakan penurunan berat badan setelah rutin menjalankan IF. Dengan waktu makan yang lebih terkontrol, asupan kalori biasanya ikut berkurang tanpa perlu terlalu banyak perhitungan. Selain itu, pola ini juga dipercaya membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil. Manfaatnya biasanya terasa lebih jelas saat dilakukan secara konsisten.
Yang tak kalah penting, diet IF 16:8 juga dianggap lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Karena tidak terlalu banyak pantangan makanan, pola ini terasa lebih realistis untuk dijadikan gaya hidup. Kuncinya adalah konsistensi, mendengarkan sinyal tubuh, dan menyesuaikan pola dengan kebutuhan masing-masing. Dengan begitu, diet bisa terasa lebih ringan dan tidak membebani.
Penulis: Alyaa Hasna Hunafa