Trik Jitu Siasat Pakai Serum Vitamin C agar Tidak Breakout di Wajah Sensitif

Nabila MecadinisaDiterbitkan 09 Januari 2026, 21:14 WIB

ringkasan

  • Pilih jenis serum Vitamin C yang lembut seperti turunan LAA dan mulai dengan konsentrasi rendah (10-15%) untuk menghindari iritasi, terutama bagi kulit sensitif atau berjerawat.
  • Gunakan serum Vitamin C secara bertahap, aplikasikan setelah toner di pagi hari diikuti tabir surya, dan hindari kombinasi langsung dengan bahan aktif iritatif seperti retinol atau AHA/BHA.
  • Perhatikan penyimpanan produk agar tidak teroksidasi dan segera konsultasikan dengan dokter kulit jika terjadi iritasi atau <em>breakout</em> yang berkelanjutan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, serum Vitamin C telah lama dikenal sebagai pahlawan dalam perawatan kulit berkat kemampuannya mencerahkan dan meremajakan. Namun, tidak jarang sebagian dari kita justru mengalami breakout atau jerawat setelah mulai menggunakannya. Kondisi ini seringkali menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran, terutama bagi pemilik kulit sensitif atau yang rentan berjerawat.

Apakah ini berarti serum Vitamin C tidak cocok untuk semua jenis kulit? Tentu saja tidak. Munculnya jerawat setelah penggunaan serum Vitamin C bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari jenis produk yang tidak sesuai, konsentrasi yang terlalu tinggi, hingga cara pemakaian yang kurang tepat. Memahami penyebab dan siasat mengatasinya adalah kunci untuk tetap bisa menikmati manfaat optimal dari kandungan ajaib ini.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa serum Vitamin C bisa memicu breakout dan bagaimana siasat pakai serum Vitamin C agar tidak breakout. Dengan panduan komprehensif ini, Sahabat Fimela dapat memaksimalkan manfaat serum Vitamin C untuk kulit yang lebih cerah, sehat, dan bebas jerawat tanpa khawatir iritasi.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Manfaat Luar Biasa Serum Vitamin C untuk Kulit

Serum adalah salah satu produk skincare dengan kandungan bahan aktif yang tinggi. [Dok/freepik.com]

Serum Vitamin C menawarkan segudang manfaat yang menjadikannya bahan favorit dalam rutinitas perawatan kulit. Salah satu fungsi utamanya adalah mencerahkan kulit kusam dan menyamarkan bekas jerawat. Vitamin C bekerja dengan menghambat produksi melanin, pigmen yang bertanggung jawab atas warna gelap pada kulit, sehingga membantu meratakan warna kulit dan memudarkan flek hitam.

Selain itu, kandungan anti-inflamasi dalam serum Vitamin C sangat efektif untuk mengurangi kemerahan, bengkak, dan peradangan yang sering menyertai jerawat. Zat ini juga berperan penting dalam merangsang produksi kolagen, protein esensial yang menjaga kekencangan dan kekenyalan kulit. Peningkatan kolagen ini tidak hanya membantu mengatasi bopeng bekas jerawat melalui regenerasi kulit, tetapi juga menyamarkan pori-pori yang membesar.

Sebagai antioksidan kuat, Vitamin C juga melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan paparan sinar UV serta polusi. Dengan berbagai manfaat ini, serum Vitamin C menjadi pilihan ideal untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, termasuk bagi Sahabat Fimela yang memiliki masalah jerawat.

3 dari 4 halaman

Mengapa Serum Vitamin C Kadang Memicu Breakout?

Meskipun kaya manfaat, serum Vitamin C kadang bisa menyebabkan breakout atau iritasi, terutama bagi kulit sensitif. Salah satu penyebab utamanya adalah iritasi kulit, khususnya jika menggunakan Vitamin C dalam konsentrasi tinggi atau bentuk L-Ascorbic Acid (LAA) yang bersifat asam (pH sekitar 3-4). Konsentrasi tinggi dapat memicu kemerahan, rasa perih, atau bahkan pengelupasan pada kulit yang belum terbiasa.

Fenomena lain yang sering disalahpahami adalah purging. Penggunaan Vitamin C dapat mempercepat regenerasi sel kulit, sehingga kotoran dan sumbatan di bawah permukaan kulit terdorong ke atas, menyebabkan munculnya jerawat sementara. Ini berbeda dengan breakout yang merupakan reaksi iritasi berkelanjutan. Purging biasanya terjadi di area yang memang sering berjerawat dan akan mereda dalam 4-6 minggu.

Formulasi produk juga berperan. Beberapa serum Vitamin C mungkin menggunakan basis yang comedogenic atau menyumbat pori, yang dapat menyebabkan clogging dan akhirnya breakout. Selain itu, kombinasi Vitamin C dengan bahan aktif lain seperti retinol, AHA/BHA, atau benzoyl peroxide secara bersamaan dapat memperparah iritasi. Terakhir, penggunaan berlebihan, terutama saat pertama kali, dapat mengganggu pH dan pelindung kulit, sehingga memicu iritasi.

4 dari 4 halaman

Siasat Jitu Pakai Serum Vitamin C agar Tidak Breakout

1. Memilih Produk Serum Vitamin C yang Tepat

Untuk meminimalkan risiko breakout, langkah pertama adalah memilih serum Vitamin C yang sesuai dengan kondisi kulit Sahabat Fimela. Jika kulit cenderung sensitif atau berjerawat, hindari jenis L-Ascorbic Acid (LAA) yang lebih iritatif. Sebaiknya pilih turunan Vitamin C yang lebih stabil dan lembut seperti Sodium Ascorbyl Phosphate (SAP), Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP), Ascorbyl Glucoside, atau Ethyl Ascorbic Acid.

Mulailah dengan konsentrasi rendah, sekitar 10-15%, terutama jika baru pertama kali menggunakan atau memiliki kulit sensitif. Konsentrasi di atas 20% dapat meningkatkan risiko iritasi. Bagi pemilik kulit berminyak dan berjerawat, carilah serum Vitamin C yang dilengkapi bahan oil-control seperti niacinamide atau salicylic acid. Pastikan kandungan ini berada di daftar 10 teratas komposisi produk untuk efektivitas optimal.

2. Cara Penggunaan yang Benar dan Bertahap

Penggunaan serum Vitamin C harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Perkenalkan serum ke rutinitas perawatan kulit Anda secara perlahan, misalnya beberapa kali seminggu, sebelum meningkatkan frekuensinya menjadi setiap hari. Vitamin C aman digunakan setiap hari, bahkan pagi dan malam, asalkan kulit tidak mengalami iritasi dan konsentrasinya sesuai.

Aplikasikan serum Vitamin C setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner. Tunggu sekitar 2-3 menit agar serum meresap sempurna sebelum melanjutkan dengan pelembap. Waktu terbaik untuk mengaplikasikan serum Vitamin C adalah di pagi hari karena sifat antioksidannya dapat melindungi kulit dari radikal bebas dan paparan sinar matahari. Selalu lanjutkan dengan penggunaan tabir surya minimal SPF 30 di pagi hari, karena Vitamin C dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari.

3. Perhatikan Kombinasi Bahan Aktif dan Perawatan Tambahan

Hindari menggabungkan serum Vitamin C dengan produk yang mengandung retinol, AHA/BHA (seperti salicylic acid, lactic acid, glycolic acid), atau benzoyl peroxide secara bersamaan. Kombinasi ini dapat menyebabkan iritasi atau mengurangi efektivitas. Jika ingin menggunakan bahan-bahan tersebut, aplikasikan pada waktu yang berbeda, misalnya Vitamin C di pagi hari dan bahan aktif lainnya di malam hari.

Jangan gunakan serum Vitamin C pada jerawat yang sedang meradang karena dapat memperparah kondisi; obati jerawat terlebih dahulu. Perhatikan juga penyimpanan produk. Vitamin C rentan terhadap oksidasi, jadi simpan di tempat sejuk dan gelap. Jangan gunakan produk jika warnanya berubah menjadi kuning gelap atau coklat, karena ini menandakan Vitamin C sudah teroksidasi dan tidak efektif. Jika kulit tidak bisa menyesuaikan diri setelah dua minggu penggunaan atau jerawat semakin parah, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter kulit.