Fimela.com, Jakarta - Di tengah gempuran iklan media sosial, video unboxing, dan penawaran 'waktu terbatas', godaan untuk membeli barang-barang yang tidak penting semakin kuat. Kebiasaan ini, meskipun tampak tidak berbahaya pada awalnya, dapat menyebabkan penumpukan barang yang terlupakan dan tidak terpakai.
Dampak negatifnya tidak hanya pada ruang hidup, tetapi juga kesehatan finansial, serta kesejahteraan mental dan emosional Anda. Para ahli menawarkan wawasan dan strategi untuk membantu Anda mengendalikan kebiasaan belanja ini.
Menghentikan kebiasaan membeli barang yang tidak dibutuhkan bukanlah tentang menjadi kaku atau tidak menikmati hidup, melainkan tentang menjadi lebih sadar akan apa yang benar-benar melayani Anda. Setiap kali Anda memilih untuk tidak membawa sesuatu ke rumah, Anda sebenarnya mengatakan ya pada lebih banyak ruang, kejelasan, dan niat.
Mengenali Tanda-tanda Belanja Berlebihan
Sahabat Fimela, penting untuk memahami kapan kebiasaan belanja Anda telah melewati batas. Nicole Arnett Sanders, seorang PhD dan ahli perilaku konsumen, menjelaskan bahwa tanda paling jelas dari kebiasaan membeli yang berlebihan bukanlah jumlah paket yang tiba di rumah Anda.
Sebaliknya, tanda bahaya yang paling utama adalah "ketidaksesuaian antara membeli dan menggunakan." Jika Anda memiliki barang dengan label yang masih terpasang, produk yang Anda lupa pesan, atau duplikat dari barang yang sudah Anda miliki, itu adalah "tanda bahaya." Perilaku ini dapat mengindikasikan bahwa Anda membeli lebih dari yang sebenarnya Anda butuhkan atau gunakan.
Sanders juga mengidentifikasi tanda-tanda peringatan lain, termasuk perasaan "senang" saat berbelanja yang diikuti oleh rasa bersalah atau kekosongan. Tanda lainnya adalah menyembunyikan pembelian dari pasangan, merasa perlu membenarkan pembelian kepada diri sendiri, berbelanja untuk mengatasi stres atau kebosanan, melebihi anggaran, dan penumpukan barang lebih cepat daripada kemampuan Anda untuk mengatur atau menggunakannya. Jika kebiasaan membeli Anda menciptakan tekanan finansial, kekacauan fisik, atau rasa malu emosional, inilah saatnya untuk menilai kembali.
Strategi Praktis Menghentikan Pembelian Tak Perlu
Untuk menghentikan kebiasaan membeli barang yang tidak benar-benar Anda butuhkan, para ahli menyarankan beberapa pendekatan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu strategi yang sangat efektif adalah "aturan 24 jam untuk setiap pembelian yang mungkin tidak perlu," seperti yang direkomendasikan oleh pendidik keuangan Kim Scouller.
Ini berarti Anda tidak membeli barang secara langsung. Sebaliknya, kembalilah dalam 24 jam setelah Anda memiliki waktu untuk memikirkannya dan mempertimbangkan apakah Anda benar-benar membutuhkannya. Untuk belanja online, tambahkan item ke keranjang Anda tetapi tunda pembayaran. Sanders menambahkan bahwa "Anda akan terkejut betapa banyak 'keharusan' yang terasa tidak relevan keesokan harinya." Untuk belanja di toko fisik, ambil foto barang tersebut dan tinggalkan. Jika Anda masih memikirkannya sehari kemudian, mungkin layak untuk kembali.
Mengenali pemicu emosional—seperti stres atau kebosanan—yang mendorong Anda untuk berbelanja dapat membantu Anda berhenti sejenak dan membuat pilihan yang lebih sadar. Mengubah pola pikir dari 'kebutuhan' menjadi 'keinginan' juga sangat membantu. Tracy McCubbin, seorang penata profesional, menyarankan untuk membingkai ulang pembelian sebagai keinginan daripada kebutuhan. Ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak membutuhkan sesuatu tetapi hanya menginginkannya, Anda dapat membuat pilihan yang lebih cerdas dan sadar tentang apa yang Anda beli dan bawa ke rumah Anda.
Hidup Lebih Sadar dan Bertujuan
Mengubah kebiasaan belanja bukan hanya soal menahan diri, tetapi juga membangun pola pikir baru tentang kebutuhan dan nilai jangka panjang. Sahabat Fimela, fokuslah pada membeli barang yang memberikan manfaat nyata dibandingkan hanya kesenangan sesaat. Dengan pola pikir yang lebih bijak, keputusan belanja akan lebih rasional dan berdampak baik bagi stabilitas keuangan jangka panjang.
Setiap kali Anda memilih untuk tidak membawa sesuatu ke rumah Anda, Anda sebenarnya mengatakan ya pada hal lain: lebih banyak ruang, lebih banyak kejelasan, dan lebih banyak niat. Hidup hemat juga akan melatih kemampuan Anda dalam mengelola keuangan pribadi. Anda akan lebih terbiasa membuat anggaran, memprioritaskan pengeluaran, dan memilih keputusan keuangan yang lebih bijak.
Manfaat hidup hemat dan sederhana pertama adalah mengurangi tekanan hidup. Saat kita menerapkan kebiasaan hemat, maka kebutuhan hidup akan lebih tercukupi. Karena kita tidak menghabiskan uang untuk membeli barang yang diinginkan tapi tidak dibutuhkan. Dengan demikian, Anda dapat mencapai keseimbangan nutrisi yang diperlukan untuk mendukung tubuh dalam mencapai potensi optimalnya.