Perbedaan Hemat dan Pelit Serupa tapi Tak Sama

Ayu Puji LestariDiterbitkan 26 Januari 2026, 14:45 WIB

ringkasan

  • Hemat adalah sikap positif dalam mengelola keuangan, sedangkan pelit adalah sikap negatif yang enggan mengeluarkan uang.
  • Orang hemat memiliki tujuan jelas dalam pengelolaan keuangan, sementara pelit cenderung menahan pengeluaran tanpa arah.
  • Sikap hemat tidak mengganggu hubungan sosial, tetapi pelit dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan konflik.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah hemat dan pelit. Namun, banyak yang belum memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Hemat adalah sikap positif dalam mengelola keuangan, sedangkan pelit cenderung memiliki konotasi negatif. Apa saja perbedaan antara hemat dan pelit? Mari kita bahas lebih dalam.

Hemat didefinisikan sebagai sikap berhati-hati dalam membelanjakan uang, tidak boros, dan cermat. Sementara itu, pelit adalah sikap enggan untuk mengeluarkan uang, bahkan untuk kebutuhan yang penting. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih bijak dalam mengelola keuanganmu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan hemat dan pelit dari berbagai aspek, mulai dari tujuan pengelolaan keuangan hingga dampaknya terhadap hubungan sosial. Yuk, simak!

2 dari 8 halaman

1. Tujuan Pengelolaan Keuangan

Orang yang hemat memiliki tujuan jelas dalam mengatur keuangan, seperti menabung dan berinvestasi. Mereka berpikir jangka panjang dan membuat rencana keuangan yang matang. Sebaliknya, pelit lebih berorientasi pada menahan pengeluaran tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kenyamanan. Orang pelit cenderung menyimpan uangnya tanpa arah yang jelas.

3 dari 8 halaman

2. Cara Mengeluarkan Uang

Cara mengeluarkan uang. (c) Muk_Photo/Depositphotos.com

Hemat berarti membelanjakan uang secara selektif dan sesuai kebutuhan. Seseorang yang hemat bersedia mengeluarkan uang untuk hal-hal penting seperti kesehatan dan pendidikan. Di sisi lain, pelit cenderung enggan mengeluarkan uang, bahkan untuk keperluan pribadi mereka sendiri. Mereka mencari cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan gratis atau murah.

4 dari 8 halaman

3. Kedermawanan dan Berbagi

Sikap hemat umumnya tidak menimbulkan masalah dalam hubungan sosial. Orang hemat tetap bisa berbagi dan bersikap empati. Namun, orang pelit cenderung enggan berbagi dan tidak suka mengeluarkan uang untuk kepentingan orang lain. Hal ini bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman.

5 dari 8 halaman

4. Dampak Sosial dan Hubungan dengan Orang Lain

Dampak dari orang lain. (c) nnudoo/Depositphotos.com

Sikap hemat tidak menimbulkan masalah dalam hubungan sosial, sementara pelit sering memicu kesan tidak peduli. Sikap pelit dapat merenggangkan hubungan karena terlalu fokus menahan pengeluaran. Ini bisa berdampak negatif pada hubungan dengan orang-orang terdekat.

6 dari 8 halaman

5. Pola Pikir

Hemat didasari oleh perencanaan dan kesadaran finansial. Setiap pengeluaran dipertimbangkan manfaat dan risikonya. Sebaliknya, pelit lebih dipicu oleh rasa takut kehilangan uang secara berlebihan. Mereka cenderung sangat memfokuskan diri pada aspek keuntungan.

7 dari 8 halaman

6. Perilaku terhadap Diri Sendiri

Orang hemat tidak ragu untuk memberikan diri mereka *self reward*, sementara orang pelit enggan mengeluarkan uang untuk kebutuhan mereka sendiri. Gaya hidup pelit bisa membuat seseorang merasa tertekan dan tidak nyaman.

8 dari 8 halaman

7. Dampak Jangka Panjang

dampak jangka panjang/pexels

Gaya hidup hemat membantu menciptakan kestabilan finansial dan ketenangan di masa depan. Sementara itu, sikap pelit berpotensi menimbulkan tekanan emosional dan konflik dengan orang-orang terdekat. Memahami perbedaan ini penting agar kamu bisa mengelola keuangan dengan bijak.