Harry Styles Masuki Era Fashion Berkelanjutan yang Stylish dan Penuh Makna

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 27 Januari 2026, 19:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Setelah lama menjadi bahan spekulasi, Harry Styles akhirnya mengumumkan beberapa waktu lalu bahwa album keempatnya yang telah lama dinanti akan dirilis pada bulan Maret 2026. Diketahui, Judul albumnya ialah Kiss All The Time. Disco, Occasionally dan langsung menarik perhatian, termasuk penempatan komanya yang unik. 

Bukan hanya albumnya saja yang mencuri perhatian, sorotan publik juga tertuju pada gaya busananya. Diketahui, Harry Styles memang jadi salah satu publik figur yang memiliki gaya busana yang stylish dan tidak biasa. 

“Harry adalah salah satu pria paling stylish di dunia karena cara berpakaiannya yang fluid dan tak terduga,” ujar Amy Bannerman, direktur gaya pre-loved eBay, kepada Vogue.  

Kali ini Harry Styles memercayakan stylist Harry Lambert untuk busana pemotretan cover album dan foto pers yang diabadikan oleh Johnny Dufort menampilkan perpaduan desainer independen dan busana vintage, menandai pergeseran gaya dari era Gucci di bawah Alessandro Michele.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Busana Sustainable

Busana Sustainable Harry Styles. [@harrystyles]

Menariknya, seluruh busana yang dikenakan Styles kali ini memiliki nilai keberlanjutan yang kuat—sebuah pesan penting mengingat ia memiliki lebih dari 46,6 juta pengikut di Instagram. 

Harry Styles mengenakan mulai dari kaos rajut custom karya Patrick Carroll yang dibuat dari sisa benang, jeans vintage dari The Vintage Showroom London, hingga sweater arsip Miu Miu dan kemeja bowling dari koleksi musim semi 2000 yang dipadukan dengan dasi Prada, semuanya diperoleh melalui eBay.

“Melihat kombinasi vintage yang eklektik ini di momen besar dalam kariernya menjadi puncak bagi fashion pre-loved dan membuktikan bahwa busana preloved kini semakin diinginkan,” tambah Amy Bannerman.  

Bukan kali pertama Harry Styles menunjukkan komitmennya terhadap fashion berkelanjutan. Ia kerap memilih brand ramah lingkungan seperti S.S. Daley—label asal London yang kini juga ia investasikan—serta Bode. 

Di sisi lain, Harry dikenal setia pada item andalannya, mulai dari tas Mulberry Henry yang ia miliki sejak 2011 saat masih bersama One Direction, hingga jaket kerja biru yang kerap ia kenakan sepanjang 2025.

“Dia adalah raja slow fashion. Ia benar-benar memaksimalkan penggunaan busananya, alih-alih mengoleksi pakaian yang hanya dipakai beberapa kali dan berkontribusi pada kerusakan planet,” tulis Vogue