Fimela.com, Jakarta - Kuku yang mudah patah, atau dikenal sebagai onychoschizia, adalah masalah umum yang sering diabaikan. Banyak wanita, sekitar 27 persen, mengalami kuku rapuh yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Apa saja penyebab medis dan kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan kuku mudah patah? Mari kita simak lebih lanjut.
Penyebab kuku rapuh bisa berasal dari kondisi medis seperti kekurangan zat besi, gangguan tiroid, atau bahkan usia. Selain itu, kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan seperti paparan air berulang dan penggunaan bahan kimia keras juga berkontribusi. Memahami faktor-faktor ini sangat penting untuk menjaga kesehatan kuku kita.
Sahabat Fimela, mari kita telusuri lebih dalam mengenai penyebab kuku mudah patah dan bagaimana cara mencegahnya.
Penyebab Medis Kuku Mudah Patah
Kuku rapuh dapat dikategorikan menjadi dua jenis: kering dan rapuh atau lunak dan rapuh. Berikut adalah beberapa penyebab medis yang sering terjadi:
- Kekurangan Zat Besi (Anemia): Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kuku cekung dan rapuh. Zat besi penting untuk produksi sel darah merah.
- Gangguan Tiroid: Hipotiroidisme dapat membuat kuku kering dan rapuh, dengan gejala lain seperti kelelahan dan penambahan berat badan.
- Usia: Seiring bertambahnya usia, kuku cenderung menjadi lebih tipis dan rapuh karena produksi keratin yang melambat.
- Kekurangan Nutrisi Lain: Defisiensi vitamin dan mineral seperti biotin, kalsium, dan seng juga dapat memengaruhi kesehatan kuku.
Kebiasaan Sehari-hari yang Sering Diabaikan
Banyak kasus kuku rapuh disebabkan oleh faktor eksternal. Berikut adalah kebiasaan yang perlu diperhatikan:
- Paparan Air Berulang: Terlalu sering mencuci tangan dapat menghilangkan kelembapan dari kuku, membuatnya kering dan rapuh.
- Penggunaan Bahan Kimia Keras: Deterjen dan pembersih rumah tangga dapat merusak kuku, membuatnya lebih lunak dan rapuh.
- Penggunaan Produk Kuku Kosmetik: Cat kuku dan penghapus cat kuku berbasis aseton dapat mengeringkan kuku dan memperburuk kondisi kuku rapuh.
- Menggigit Kuku: Kebiasaan ini tidak hanya membuat kuku patah tetapi juga meningkatkan risiko infeksi.
Saran Ahli untuk Mencegah dan Mengatasi Kuku Rapuh
Untuk mencegah kuku rapuh, berikut adalah beberapa saran dari ahli:
- Melembapkan Kuku dan Tangan: Gunakan pelembap yang mengandung lanolin atau asam alfa-hidroksi secara teratur.
- Melindungi Tangan: Kenakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga untuk melindungi kuku dari bahan kimia.
- Perawatan Kuku yang Tepat: Jaga agar kuku tetap pendek dan hindari menggigit atau mengorek kutikula.
- Perhatikan Pola Makan: Konsumsi makanan kaya zat besi dan nutrisi lainnya untuk mendukung kesehatan kuku.
Jika kuku rapuh tidak membaik dengan perawatan di rumah, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Kuku yang sehat mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, jadi menjaga kesehatan kuku sangatlah penting.