5 Cara Ajaib Ajarkan Anak Mengenal Mindfulness Sejak Dini

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 28 Januari 2026, 18:46 WIB

ringkasan

  • Mengajarkan anak mindfulness melalui latihan pernapasan sadar seperti "pernapasan balon" membantu mereka menenangkan diri dan mengatur emosi.
  • Aktivitas lima indra ("5, 4, 3, 2, 1") efektif membumikan anak ke momen kini dengan memperhatikan lingkungan sekitar.
  • Praktik makan dengan sadar mendorong hubungan sehat dengan makanan melalui penggunaan indra dan perhatian pada sinyal tubuh.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, mengajarkan anak-anak tentang mindfulness menjadi semakin penting. Konsep mindfulness atau kesadaran penuh membantu mereka memahami dan mengelola emosi dengan lebih baik. Ini adalah keterampilan hidup berharga yang dapat dipelajari sejak usia dini.

Mindfulness bukan hanya tentang meditasi, tetapi juga tentang membawa perhatian penuh pada setiap momen. Dengan melatih mindfulness, anak-anak dapat mengembangkan ketenangan batin dan fokus yang lebih baik. Ada berbagai cara sederhana dan menyenangkan untuk memperkenalkan praktik ini kepada si kecil.

Dilansir dari berbagai sumber, akan mengulas 5 cara efektif yang bisa Sahabat Fimela terapkan untuk mengajarkan anak mindfulness. Mulai dari latihan pernapasan hingga praktik syukur, setiap metode dirancang untuk membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang lebih sadar dan seimbang. Mari kita jelajahi bersama teknik-teknik ini.

2 dari 6 halaman

Latihan Pernapasan Sadar: Kunci Ketenangan Anak

Mengajarkan anak-anak untuk fokus pada napas mereka adalah dasar dari mindfulness. /Copyright unsplash.com/david zhou.

Mengajarkan anak-anak untuk fokus pada napas mereka adalah dasar dari mindfulness. Latihan ini membantu mereka menenangkan diri, mengatur emosi, dan mengalihkan perhatian dari perasaan yang membebani. Salah satu teknik yang efektif adalah "pernapasan perut" atau "pernapasan balon" yang melibatkan diafragma sepenuhnya.

Untuk melakukan pernapasan perut, letakkan satu tangan di dada dan satu di perut. Saat anak menarik napas, minta mereka mengisi perut seperti balon, dan saat menghembuskan napas, biarkan balon mengempis. Anak-anak dapat membayangkan balon di perut mereka yang mengembang saat menarik napas melalui hidung dan mengempis saat menghembuskan napas melalui mulut.

Teknik lain yang bisa dicoba termasuk "Lilin Ulang Tahun", yaitu membayangkan setiap jari sebagai lilin dan meniupnya satu per satu secara perlahan. Ada juga "Napas Lebah", di mana anak menarik napas melalui hidung dan mengeluarkan suara dengungan seperti lebah saat menghembuskan napas.

3 dari 6 halaman

Aktivitas Lima Indra: Menghubungkan Anak dengan Momen Kini

Latihan lima indra membantu anak-anak membumikan diri di saat ini dengan memperhatikan lingkungan mereka. Ini adalah cara cepat untuk mengalihkan perhatian dari kekhawatiran dan kembali ke momen sekarang.

Teknik ini dikenal sebagai metode "5, 4, 3, 2, 1". Anak diminta menyebutkan 5 hal yang bisa mereka lihat, 4 hal yang bisa mereka sentuh, 3 hal yang bisa mereka dengar, 2 hal yang bisa mereka cium, dan 1 hal yang bisa mereka rasakan.

Saat berjalan-jalan atau berada di lingkungan baru, ajak anak untuk mengidentifikasi hal-hal tersebut. Misalnya, mereka bisa merasakan tekstur pakaian atau angin di kulit, serta mencium aroma bunga atau kulit jeruk. Permainan ini dapat mengalihkan perhatian anak dari kecemasan dan membantu mereka fokus pada momen saat ini.

4 dari 6 halaman

Meditasi Pindai Tubuh: Mengenali Sensasi Diri

Meditasi pindai tubuh melibatkan pemindaian perhatian secara sistematis ke setiap bagian tubuh, memperhatikan sensasi tanpa penilaian. Ini membantu anak-anak mengembangkan kesadaran tubuh dan relaksasi.

Anak-anak dapat berbaring telentang dalam posisi yang nyaman dan menutup mata. Kemudian, mereka secara bertahap mengarahkan perhatian dari ujung kaki hingga kepala, merasakan setiap bagian tubuh.

Latihan ini adalah alat mindfulness yang ampuh untuk membawa kesadaran ke berbagai bagian tubuh. Ini bisa menjadi latihan yang menyenangkan untuk membangun kesadaran tubuh dan emosional yang lebih baik, serta membantu relaksasi.

5 dari 6 halaman

Makan dengan Sadar: Membangun Hubungan Sehat dengan Makanan

Makan dengan sadar (mindful eating) mengajarkan anak-anak untuk sepenuhnya terlibat dalam pengalaman makan. Praktik ini membantu mereka mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan makanan dan menciptakan kebiasaan sehat seumur hidup.

Beberapa tips untuk mendorong makan dengan sadar meliputi makan tanpa gangguan seperti televisi atau perangkat elektronik. Libatkan semua indra: perhatikan suara, warna, bau, rasa, dan tekstur makanan serta bagaimana perasaan saat makan.

Penting juga untuk mengunyah perlahan dan memperhatikan sinyal lapar dan kenyang dari tubuh. Dengan mindful eating, anak akan lebih sadar akan apa yang mereka konsumsi dan menikmati setiap makanan yang disajikan.

6 dari 6 halaman

Latihan Syukur: Menumbuhkan Kebahagiaan Positif

Mengajarkan anak-anak untuk mempraktikkan rasa syukur membantu mereka fokus pada hal-hal positif dalam hidup. Ini dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Latihan syukur dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti meminta anak menyebutkan tiga hal baik yang terjadi pada hari itu sebelum tidur. Biasakan juga mengucapkan terima kasih sebagai dasar kehidupan yang penuh syukur.

Membuat jurnal syukur di mana mereka menggambar atau menuliskan hal-hal yang mereka syukuri juga merupakan cara yang efektif. Meditasi syukur singkat, di mana mereka memikirkan orang atau hal yang membuat mereka bahagia dan mengucapkan "terima kasih" dalam hati, juga bisa dilakukan.