Hemat Budget, Inovasi Baju Anak Ramah Lingkungan yang Ikut Melar Sesuai Pertumbuhan Anak

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 01 Februari 2026, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Salah satu ciri desain baju anak yang baik adalah kemampuannya dalam memecahkan masalah. Bagi para orangtua, salah satu masalah yang paling sering dihadapi adalah cepatnya pertumbuhan anak-anak, khususnya bayi dan balita, tumbuh besar sehingga pakaian mereka dengan cepat menjadi kekecilan. Akibatnya, orangtua harus terus membeli pakaian baru, yang tidak hanya mahal tetapi juga menimbulkan pemborosan dan dampak buruk bagi lingkungan.

Melihat permasalahan tersebut, Ryan Yasin, seorang desainer asal London dengan latar belakang teknik dirgantara, menghadirkan solusi inovatif melalui lini pakaian anak bernama Petit Pli. Pakaian ini dirancang agar dapat berkembang hingga enam ukuran berbeda, sehingga bisa digunakan oleh anak sejak usia enam bulan hingga tiga tahun.

Keunikan Petit Pli terletak pada lipatan permanen yang saling tumpang tindih, memungkinkan pakaian meregang ke berbagai arah seiring pertumbuhan tubuh anak. Selain fleksibel, bahan yang digunakan juga tahan lama, kedap air, dan dapat didaur ulang, menjadikannya pilihan baju anak yang ramah lingkungan. Inovasi ini bahkan mengantarkan Yasin menjadi pemenang nasional Inggris dalam ajang bergengsi James Dyson Award, sebuah kompetisi desain tingkat mahasiswa.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Solusi Limbah Baju Anak

Petit Pli hadirkan inovasi baju anak ramah lingkungan yang bisa ikuti pertumbuhan tubuh anak (@petit.pli)

Kesadaran Yasin terhadap dampak industri fashion terhadap lingkungan menjadi latar belakang utama terciptanya Petit Pli. Proses pembuatan kain membutuhkan sumber daya alam yang sangat besar, belum lagi penggunaan zat pewarna beracun dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama produksi pakaian. Ironisnya, banyak pakaian terutama pakaian anak hanya dipakai dalam waktu singkat sebelum akhirnya dibuang.

Inspirasi personal juga turut berperan. Yasin menceritakan bahwa kelahiran keponakannya membuatnya menyadari betapa cepat bayi tumbuh. Pakaian yang ia kirimkan bahkan sudah tidak muat ketika sampai di tangan keponakannya. Dari pengalaman inilah muncul gagasan untuk menciptakan pakaian yang bersifat dinamis, bukan statis.

Dengan memanfaatkan konsep negative Poisson’s ratio, Yasin merancang struktur kain yang dapat meregang ke dua arah sekaligus. Berbeda dengan bahan pada umumnya yang menipis saat ditarik, material ini justru mengembang secara proporsional. Teknologi serupa sebelumnya banyak digunakan di bidang biomedis, dan kini diterapkan untuk pertama kalinya dalam dunia baju anak.

 

3 dari 3 halaman

Dapat Penghargaan

Meskipun Petit Pli belum dipasarkan secara luas, Yasin berencana menggunakan hadiah uang sebesar 2.500 dolar AS dari James Dyson Award untuk memulai produksi. Ia juga tengah berdiskusi dengan para ahli mengenai proses manufaktur yang etis dan berkelanjutan, serta menjajaki kerja sama dengan peritel besar di Inggris.

Inovasi Petit Pli membuktikan bahwa baju anak tidak hanya bisa nyaman dan fungsional, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dengan desain yang tumbuh bersama anak, pakaian ramah lingkungan ini menjadi langkah nyata menuju masa depan fashion yang lebih berkelanjutan.