Manfaat Rutinitas Sebelum Tidur bagi Tumbuh Kembang Anak

Kayla BridgitteDiterbitkan 26 Agustus 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, ternyata rutinitas sebelum tidur yang konsisten membantu anak tidur lebih nyenyak dan lebih lama. Lebih dari itu, kebiasaan sebelum tidur juga dapat menjadi cara yang indah dan bermakna untuk membangun kedekatan serta hubungan emosional dengan anak. Para ilmuwan menyebutkan bahwa rutinitas sebelum tidur sebagian besar terdiri dari interaksi relasional yang membantu anak mengembangkan kemampuan untuk menjalin kedekatan dengan orang lain.

Dikutip dari mother.ly, sebagian besar orang tua menyadari bahwa rutinitas sebelum tidur yang dilakukan secara tenang dan konsisten dapat memberikan rasa nyaman serta menenangkan anak. Namun, orang tua jarang menyadari dampak rutinitas tersebut terhadap diri mereka sendiri. Sejumlah penelitian juga  menunjukkan bahwa rutinitas yang teratur dapat membantu mengurangi stres dalam pengasuhan, yang pada akhirnya berdampak positif pada emosi anak, kemampuan mengatur perilaku, serta kesiapan mereka untuk belajar.

2 dari 4 halaman

Ide Rutinitas Positif untuk Dilakukan Bersama Anak Sebelum Tidur

Yuk, simak beberapa ide ini untuk dijadikan inspirasi rutinitas sebelum tidur kepada anak. (Foto: Pexels.com).

1. Membacakan Buku Cerita Anak

Membaca buku sebelum tidur memberi kesempatan bagi anak untuk mendapatkan sentuhan hangat melalui pelukan atau duduk di pangkuan orang tua. Selain mempererat kedekatan emosional, aktivitas ini juga membantu anak mengenal konsep baru, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan awal membaca.

 

2. Menyikat Gigi dan Mengenakan Piyama untuk Anak

Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dan mengenakan pakaian tidur membantu anak belajar merawat diri sendiri. Rutinitas ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

 

3. Memberikan Perhatian Kecil

Memberikan minum terakhir sebelum tidur, merapikan selimut, hingga menidurkan anak dengan nyaman dapat memperkuat peran orang tua sebagai sosok yang penuh kasih dan perlindungan. Perhatian kecil ini membantu anak merasa tenang dan dicintai.

3 dari 4 halaman

4. Mengucapkan Kata-kata Penuh Kasih yang Memperkuat Rasa Percaya Diri Anak

Terkadang, kata-kata sepele yang kita anggap tidak terlalu penting, akan sangat berarti jika benar-benar diucapkan dari hati. (Foto: Pexels.com).

Mengatakan bahwa Sahabat Fimela mencintai, bangga, dan menghargai hal-hal baik yang dilakukan anak dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri serta perasaan aman dalam diri mereka. Ungkapan kasih sayang yang disampaikan secara konsisten membuat anak merasa diterima apa adanya dan lebih termotivasi untuk terus menunjukkan perilaku positif.

Selain itu, hal ini juga mengingatkan anak bahwa, meski terkadang terjadi perbedaan pendapat atau konflik, mereka tetap menjadi sosok yang sangat berharga dan dicintai oleh orang tua. Dukungan emosional seperti ini berperan penting dalam membangun kedekatan hubungan sekaligus membantu perkembangan kesehatan emosional anak.

 

5. Memberikan Pelukan dan Good Night Kiss Sebelum Tidur

Pelukan hangat dan ciuman selamat malam menjadi cara sederhana untuk menunjukkan kasih sayang tanpa perlu banyak kata. Sentuhan penuh cinta ini dapat membantu anak merasa lebih nyaman, rileks, dan siap beristirahat dengan perasaan bahagia.

4 dari 4 halaman

6. Waktu Tenang untuk Mendengar Cerita Anak

Waktu sebelum tidur sering menjadi momen terbaik bagi anak untuk lebih terbuka bercerita, karena suasana yang tenang membuat mereka merasa lebih nyaman mengekspresikan perasaan dan pengalaman sepanjang hari. (Foto: Pexels.com).

Momen sebelum tidur merupakan waktu yang tepat untuk menciptakan suasana tenang agar anak dapat menyampaikan perasaan, mengekspresikan diri, membicarakan keraguan atau ketakutan, menceritakan hal-hal lucu yang mereka alami, hingga berbagi momen favorit sepanjang hari. Setelah seharian menerima banyak arahan dan pembelajaran, anak juga membutuhkan ruang untuk memimpin percakapan dan menyampaikan isi pikirannya.

Mendengarkan anak saat waktu tidur memberi kesempatan bagi mereka untuk bercerita tanpa tekanan harus menjawab pertanyaan langsung seperti “bagaimana sekolah hari ini?” atau “bermain dengan siapa tadi?”. Kebiasaan ini dapat mempererat kedekatan emosional Sahabat Fimela sekaligus membangun pola komunikasi yang sehat hingga anak beranjak dewasa.

Namun, tidak semua anak terbiasa membuka diri secara spontan. Sahabat Fimela dapat membantu dengan mengajak anak meninjau kembali aktivitas mereka sepanjang hari, lalu memberi jeda dalam percakapan agar anak memiliki ruang untuk berbagi pengalaman yang paling berkesan bagi mereka.