Fimela.com, Jakarta - Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Longines kembali menghadirkan sebuah karya horologi yang memadukan tradisi, seni, dan keahlian Swiss watchmaking. Melalui Longines Master Collection Year of the Horse 2026, brand jam tangan mewah asal Swiss ini mempersembahkan edisi terbatas moonphase yang dirancang khusus untuk merayakan Tahun Kuda dengan pendekatan elegan dan simbolis.
Hadir hanya dalam 2.026 unit di seluruh dunia, jam tangan ini menjadi koleksi istimewa bagi para kolektor, penggemar budaya Tionghoa, hingga pencinta jam tangan mewah yang menghargai cerita di balik sebuah desain. Lebih dari sekadar penunjuk waktu, edisi ini menjadi representasi filosofi dan perayaan Imlek yang diwujudkan dalam detail horologi kelas dunia.
Dalam tradisi Tionghoa, kuda melambangkan kebebasan, keberanian, energi, dan kecepatan. Karakter yang juga sejalan dengan semangat inovasi Longines. Tahun Kuda yang hadir setiap dua belas tahun sekali selalu menjadi momen spesial, terutama dalam dunia jam tangan edisi zodiak yang banyak diburu kolektor global.
Berbeda dari pendekatan visual yang eksplisit, Longines memilih jalur yang lebih subtil dan sophisticated. Master Collection Year of the Horse 2026 tidak menampilkan simbol kuda di bagian depan, melainkan menyisipkan maknanya melalui komplikasi, warna, dan seni tersembunyi di balik caseback.
Moonphase sebagai Simbol Kalender Imlek
Sebagai kalender lunisolar, penanggalan Tionghoa sangat erat kaitannya dengan peredaran bulan. Inilah alasan Longines menghadirkan komplikasi moonphase pada edisi khusus ini. Fitur moonphase tidak hanya memperindah tampilan dial, tetapi juga merepresentasikan siklus bulan yang menjadi dasar perayaan Imlek.
Menurut berbagai referensi internasional, Tahun Baru Imlek 2026 akan dimulai pada 17 Februari 2026, menjadikan moonphase sebagai simbol yang relevan dan penuh filosofi bagi jam tangan edisi ini.
Dari sisi visual, daya tarik utama jam ini terletak pada dial merah gradasi yang semakin gelap di bagian tepi. Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan keberuntungan, sukacita, kemakmuran, dan perlindungan warna yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.
Aksen emas pada indeks, logo Longines bersayap, jarum jam, hingga detail moonphase memperkuat kesan festive sekaligus mewah. Di posisi pukul 6, moonphase berpadu harmonis dengan pointer date, di mana jarum emas menunjuk tanggal secara melingkar, memberikan tampilan klasik yang mudah dibaca.
Seni Tersembunyi di Balik Caseback
Keistimewaan lain hadir di bagian belakang jam. Melalui caseback transparan, pemakai dapat melihat rotor emas dengan ukiran “Galloping Horse”, terinspirasi dari karya seniman legendaris Tiongkok, Peon Xu. Karya ini dikenal luas di media horologi internasional sebagai bentuk kolaborasi seni yang jarang ditemui dalam jam tangan edisi zodiak.
Ukiran tersebut dikerjakan dalam kemitraan dengan Peon Art Museum dan diawasi langsung oleh Qingping Xu, putra sang seniman. Saat jam dikenakan, rotor akan berputar mengikuti gerakan tangan, membuat sosok kuda seolah hidup, sebuah metafora indah tentang energi dan dinamika Tahun Kuda.
Di Indonesia, Longines Master Collection Year of the Horse 2026 ditujukan bagi mereka yang mencari jam tangan dengan nilai estetika tinggi, makna budaya mendalam, sekaligus potensi koleksi jangka panjang. Secara global, Longines Master Collection Year of the Horse 2026 dipasarkan dengan harga sekitar US$3.400 atau sekitar Rp51-52 jutaan. Namun di Indonesia harganya bisa mencapai Rp80jutaan.
Melalui edisi ini, Longines kembali menegaskan posisinya sebagai maison horologi yang mampu merayakan tradisi global dengan bahasa desain yang timeless. Sebuah jam tangan yang tak hanya menandai waktu, tetapi juga momen dan makna yang tepat untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2026 dengan penuh gaya.