Kenapa Kulit Terasa Lebih Kering Saat Puasa? Ini Penjelasan Medisnya

Hilda IrachDiterbitkan 28 Februari 2026, 12:36 WIB

ringkasan

  • Dehidrasi adalah penyebab utama kulit kering saat puasa.
  • Gangguan fungsi penghalang kulit menyebabkan kehilangan kelembapan.
  • Pola tidur yang terganggu selama puasa memengaruhi kesehatan kulit.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, saat menjalankan puasa, banyak dari kita yang merasakan kulit menjadi lebih kering. Kenapa hal ini bisa terjadi? Kondisi ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, terutama dehidrasi. Ketika kita berpuasa, asupan cairan terbatas, yang berdampak langsung pada hidrasi kulit dan fungsi penghalang kulit. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai penyebab kulit kering saat puasa dan penjelasan medisnya.

Dehidrasi adalah penyebab utama kulit terasa kering saat puasa. Ketika kita tidak mengonsumsi cairan selama berjam-jam, kulit kehilangan kelembapan yang sangat dibutuhkan. Dr. Aiza Jamil, Konsultan Dermatologi, menjelaskan bahwa kurangnya asupan air dapat mengurangi hidrasi keseluruhan dan asupan asam lemak esensial, yang penting untuk menjaga penghalang kulit yang sehat. Ketika penghalang kulit terganggu, kulit lebih mudah kehilangan air, menyebabkan kekeringan dan sensitivitas.

Selain dehidrasi, gangguan fungsi penghalang kulit juga berkontribusi pada masalah ini. Penghalang kulit yang sehat sangat penting untuk menjaga kelembapan. Ketika penghalang kulit terganggu, kehilangan kelembapan meningkat. Dr. Dev Patel, dokter estetika, menambahkan bahwa dehidrasi dapat menyebabkan peningkatan kehilangan air transepidermal, membuat kulit terasa lebih kencang dan sensitif.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Dehidrasi dan Hilangnya Kelembapan Kulit

Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima. Selama puasa, asupan cairan berkurang drastis, yang menyebabkan kulit kehilangan hidrasi. Dr. Vaibhav Kalambe, seorang dermatolog, menjelaskan bahwa ketika tubuh kekurangan hidrasi, kulit adalah salah satu area pertama yang terpengaruh. Hal ini menyebabkan kulit tampak kusam dan kering.

3 dari 6 halaman

2. Gangguan Fungsi Penghalang Kulit

Penghalang kulit yang sehat berfungsi untuk menjaga kelembapan dan melindungi dari iritasi. Ketika penghalang ini terganggu, kulit menjadi lebih rentan terhadap kehilangan kelembapan. Menurut penelitian, mikrobioma kulit juga menjadi lebih rentan, karena bakteri baik membutuhkan lingkungan yang stabil untuk berkembang. Ketika penghalang kulit terganggu, kulit kehilangan kelembapan lebih cepat, yang menyebabkan kekeringan dan sensitivitas meningkat.

4 dari 6 halaman

3. Perubahan Pola Tidur dan Regenerasi Kulit

Pola tidur yang terganggu selama puasa juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas regenerasi kulit mengikuti ritme sirkadian, dengan proses perbaikan memuncak di malam hari. Ketika waktu tidur terganggu, kulit tidak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, yang dapat menyebabkan tampak lelah dan kurang merata.

5 dari 6 halaman

4. Kekurangan Nutrisi Penting

Kekurangan asupan nutrisi selama puasa juga dapat berkontribusi pada kulit kering. Vitamin A, C, dan E adalah nutrisi penting yang membantu menjaga kesehatan kulit. Kekurangan vitamin-vitamin ini dapat membuat kulit kering dan mudah teriritasi. Oleh karena itu, penting untuk memastikan asupan nutrisi yang cukup selama berbuka dan sahur.

6 dari 6 halaman

5. Peningkatan Produksi Sebum

Meskipun terdengar kontradiktif, dehidrasi dapat memicu peningkatan produksi sebum. Ketika kulit kehilangan kelembapan, kelenjar sebaceous dapat memproduksi lebih banyak minyak, yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kelembapan kulit sangat penting.

Untuk mengatasi kulit kering selama puasa, penting untuk menjaga hidrasi yang cukup saat berbuka dan sahur. Mengonsumsi makanan kaya air, menggunakan pelembap yang sesuai, dan melindungi kulit dari sinar UV adalah langkah-langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Dengan perawatan yang tepat, kulit tetap bisa sehat dan bercahaya sepanjang bulan suci.