6 Tips Melatih Self Control kepada Anak agar Mampu Mengelola Emosi

hilya KamilaDiterbitkan 02 April 2026, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kita tahu bahwa membesarkan anak bukanlah hal mudah. ​​Jika terus memenuhi permintaan mereka, si kecil akan menjadi pribadi yang selalu bergantung dengan orangtua. Bahkan, tidak jarang anak-anak akan mengamuk apabila orangtua tidak menuruti apa yang mereka inginkan. Apabila tidak melatih self control kepada anak sedari awal, mereka akan menjadi kesulitan mengelola emosi.

Ketika sedang berada dalam keramaian, seperti di acara pesta atau tempat bermain, seringkali anak merasa bosan hingga akhirnya menjadi tantrum. Hal tersebut dapat menyebabkan orangtua merasa frustasi dan bingung bagaimana cara menghadapi si kecil. Oleh sebab itu, bagaimana orangtua menghadapi perilaku si kecil yang tiba-tiba suka mengamuk atau tantrum? Salah satu cara untuk mengatasi sikap si kecil yang seringkali tantrum dengan mengajarkan self control agar mereka dapat mengelola emosi.

Dilansir dari parenting.firstcry.com, self control merupakan keterampilan penting yang perlu dipelajari anak-anak karena dapat membantu mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Keterampilan self control dapat bermanfaat bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mengajari mereka untuk mengendalikan emosi mereka dalam menghadapi konflik dan mengendalikan perilaku gegabah pada si kecil.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Melatih Keterampilan Self Control kepada Anak

Orangtua dapat memberikan pengingat kepada anak sehingga membantu mempelajari self dengan lebih mudah. (Foto/dok: Pexels/Anna Shvets)

1. Mengajari anak untuk merespon saat dipanggil

Para orangtua dapat mengajari anak mereka, bahwa jika memanggilnya dari suatu tempat, dia tidak boleh hanya berteriak 'apa' dari tempatnya berada,. Namun, si kecil harus datang ketika orangtua memanggil. Hal ini dapat membantu anak belajar bahwa pengendalian diri juga berarti menghentikan apa yang sedang dia lakukan dan beralih ke hal lain.

2. Mengingatkan si kecil apabila melakukan kesalahan

Sahabat Fimela, fokus anak mudah teralihkan perhatiannya sehingga kesulitan mengingat sesuatu. Jadi, orangtua dapat memberikan pengingat kepada anak sehingga membantu si kecil mempelajari self dengan lebih mudah. ​​Misalnya, ketika anak sedang marah, segera ingatkan dia tentang apa yang telah orangtua ajarkan tentang self control. Kemudian, mintalah si kecil untuk menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. 

3. Menetapkan aturan yang telah disepakati dengan anak

Menetapkan aturan sangat penting untuk anak-anak agar menjadi lebih disiplin. Orangtua perlu menjelaskan aturan-aturan tersebut dengan jelas kepada anak. Apa yang diharapkan darinya, apa yang diperbolehkan dan sebaliknya. Dengan cara ini, Sahabat Fimela dapat membantunya melatih self control secara teratur. Semakin sederhana aturannya, maka semakin mudah bagi si kecil untuk mengingatnya.

3 dari 3 halaman

4. Mengubah tugas rumah menjadi games

Anak-anak akan mudah berlatih self control jika mereka menikmati proses belajarnya. (Foto/dok: Pexels/Kamaji Ogino)

Pada umumnya, anak-anak akan mudah berlatih self control jika mereka menikmati proses belajarnya. Jadi, orangtua dapat mengubah tugas sehari-hari seperi seperti membersihkan mainan atau mengerjakan pekerjaan rumah menjadi permainan yang menyenangkan. Selain itu, orang tua dapat memberikan hadiah setelah anak berusaha menyelesaikan tugasnya. Hal tersebut dapat memotivasi mereka.

5. Memberikan jeda istirahat kepada anak

Jika anak-anak melakukan self control pada suatu kondisi, terkadang hal tersebut dapat membuat mereka lelah. Sebaiknya, beri mereka istirahat dan jangan dipaksakan. Dengan melakukan jeda istirahat, dapat membantu anak belajar pengendalian diri secara bertahap sehingga mereka dapat  mempraktikannya secara konsisten.

6. Menjadi teladan yang baik

Tidak jarang anak-anak mengagumi orangtua mereka. Selain itu, si kecil juga sering meniru apa yang orangtua lakukan. Cara yang sangat baik untuk mengajarkan self control kepada anak dengan mempraktikannya sendiri di depan mereka. Jadilah teladan yang baik karena anak akan berlatih pengendalian diri dengan mengamati orangtuanya. 

Melatih anak agar memiliki sikap yang baik menjadi hal yang tidak mudah. Oleh sebab itu, Sahabat Fimela dapat melatih self control pada anak melalui kebiasaan sederhana, seperti mengajarkan anak datang saat dipanggil, memberi pengingat ketika emosi mulai memuncak, menetapkan aturan yang jelas, mengubah tugas menjadi permainan yang menyenangkan, memberikan waktu istirahat, serta menjadi teladan yang baik. Dengan pendampingan yang konsisten dan penuh kesabaran, keterampilan pengendalian diri akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan mampu menghadapi berbagai situasi di masa depan.