Rahasia Lezatnya Daging dan Santan Tanpa Kolesterol Tinggi untuk Lebaran

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 18 Maret 2026, 15:03 WIB

ringkasan

  • Pilih potongan daging tanpa lemak seperti sirloin atau tenderloin, buang lemak terlihat dan kulit unggas, serta hindari daging olahan untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
  • Gunakan metode memasak seperti memanggang, membakar, merebus, atau mengukus, dan tiriskan lemak yang keluar dari daging untuk meminimalkan kandungan kolesterol.
  • Manfaatkan bumbu alami, marinasi sehat, batasi porsi santan, dan kombinasikan dengan diet kaya serat untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, menikmati hidangan lezat seperti daging dan santan seringkali menimbulkan kekhawatiran akan kolesterol. Padahal, dengan trik yang tepat, Anda bisa menyantapnya tanpa rasa cemas berlebihan. Memahami cara mengolahnya adalah kunci utama menjaga kesehatan jantung.

Kekhawatiran ini muncul karena lemak jenuh dalam daging dan santan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Terutama saat momen spesial seperti Lebaran, konsumsi hidangan ini cenderung meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui strategi cerdas.

Artikel ini akan memandu Anda bagaimana cara mengonsumsi makanan santan atau daging agar tidak kolesterol tinggi. Mulai dari pemilihan bahan, persiapan, hingga metode memasak yang sehat, semua akan dibahas tuntas. Mari jaga kesehatan tanpa mengurangi kenikmatan.

2 dari 4 halaman

Pilih Potongan Daging Rendah Lemak: Kunci Utama Menjaga Kolesterol

Daging merah seperti sapi, domba, dan babi bisa dinikmati dengan bijak. Prioritaskan potongan yang berlabel "lean" atau "extra-lean" dengan sedikit lemak terlihat. Untuk daging sapi, pilih round, chuck, sirloin, atau loin seperti top sirloin steak atau tenderloin yang rendah lemak jenuh. Hindari potongan "Prime" yang kaya marbling, lebih baik pilih "Choice" atau "Select".

Daging domba paling sehat ada pada bagian loin dan leg karena profilnya yang ramping dan kandungan lemak yang lebih rendah. Sementara itu, untuk daging babi, pork tenderloin atau loin chop adalah pilihan yang lebih baik.

Bagi penggemar unggas, selalu pilih daging ayam atau kalkun tanpa kulit. Daging putih seperti dada ayam lebih disarankan daripada daging gelap karena kandungan lemaknya lebih rendah. Penting juga untuk meminimalkan konsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, dan ham, yang seringkali tinggi lemak jenuh dan natrium.

3 dari 4 halaman

Metode Memasak Sehat: Kurangi Lemak Jenuh dalam Hidangan

ilustrasi daging sapi/Photo by Wesual Click on Unsplash

Sebelum memasak, selalu buang lemak yang terlihat dari daging. Lepaskan kulit dari ayam atau kalkun sebelum diolah, atau biarkan saat memasak dan buang sebelum makan untuk menjaga kelembaban. Jika menggunakan daging giling, tiriskan lemak yang keluar setelah dimasak atau bilas dengan air mendidih untuk mengurangi kadar lemaknya.

Pilih metode memasak yang tidak menambah lemak dan memungkinkan lemak alami daging menetes keluar. Memanggang (baking/roasting) dalam oven menggunakan rak adalah cara efektif untuk meniriskan lemak. Membakar (grilling/broiling) juga sehat karena lemak akan menetes saat dimasak. Merebus (boiling/simmering/stewing) adalah metode memasak yang lembut dengan merendam daging dalam air panas atau kaldu, efektif menjaga kelembaban dan nutrisi.

Mengukus (steaming) memanfaatkan uap panas, proses lembut ini membantu mempertahankan kelembaban dan nutrisi daging sambil meminimalkan pembentukan senyawa berbahaya, sangat bermanfaat untuk potongan daging tanpa lemak. Memasak lambat (slow cooking) juga dianggap sehat karena menggunakan suhu lebih rendah dan waktu lebih lama. Jika menumis (pan-frying/stir-frying), gunakan sedikit minyak nabati cair sehat seperti kanola, zaitun, atau bunga matahari, bukan mentega, dan wajan antilengket untuk meminimalkan kebutuhan minyak. Untuk hidangan berkuah seperti sup atau semur, masak sehari sebelumnya, dinginkan, lalu buang lapisan lemak yang mengeras di permukaan sebelum dipanaskan kembali.

4 dari 4 halaman

Bumbu Alami dan Porsi Tepat: Nikmat Tanpa Khawatir Kolesterol

Gunakan marinasi berbasis anggur, jus buah, atau minyak zaitun yang sehat untuk menjaga daging tetap lembab dan menambah rasa, daripada menggunakan tetesan lemak. Bumbu kering (rubs) serta herbal dan rempah seperti bawang putih, jahe, kunyit, dan ketumbar juga efektif menambah cita rasa tanpa lemak tambahan, bahkan beberapa rempah dapat membantu menurunkan kolesterol. Ganti lemak padat seperti mentega, lard, atau shortening dengan minyak nabati cair yang lebih sehat.

Untuk hidangan bersantan, Sahabat Fimela bisa mengurangi jumlah santan yang digunakan, mencampurnya dengan kaldu sayuran atau air kelapa untuk menciptakan cita rasa yang lezat tanpa santan berlebihan. Gunakan santan secukupnya dan hindari memanaskan berulang kali, karena makanan bersantan yang dipanaskan berulang dapat mengubahnya menjadi lemak jenuh. Alternatif lain adalah menggunakan krimer rendah lemak sebagai pengganti santan yang dinilai lebih sehat.

Perhatikan porsi konsumsi daging dan santan. American Heart Association merekomendasikan konsumsi tidak lebih dari 156-170 gram daging tanpa lemak yang dimasak, ikan, atau unggas tanpa kulit setiap hari untuk orang yang membutuhkan 2.000 kalori. Kolesterol lebih dipengaruhi oleh pola makan keseluruhan daripada satu kali makan. Sertakan banyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan sumber protein sehat lainnya dalam diet seimbang Anda. Ikan berlemak seperti salmon, trout, dan herring, yang kaya akan asam lemak omega-3 dan rendah lemak jenuh, juga merupakan alternatif protein yang sangat baik.