20% Ibu Hamil Alami RLS, Ini Cara Mengatasi Sindrom pada Kaki Berikut Saat Hamil agar Tidur Nyenyak

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 21 Maret 2026, 17:01 WIB

ringkasan

  • Sindrom Kaki Gelisah (RLS) umum terjadi pada 20-35% ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga, sering kali disebabkan oleh ketidakseimbangan dopamin, kekurangan zat besi dan folat, serta perubahan hormon.
  • Penanganan non-farmakologis seperti kebersihan tidur, olahraga ringan, pijat, kompres, dan menghindari pemicu adalah lini pertama yang efektif untuk meringankan gejala RLS pada ibu hamil.
  • Suplementasi zat besi, magnesium, dan folat, setelah berkonsultasi dengan dokter, dapat membantu mengurangi RLS, sementara obat-obatan farmakologis seperti carbidopa-levodopa

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Restless Legs Syndrome (RLS), juga dikenal sebagai penyakit Willis-Ekbom, adalah gangguan neurologis umum yang ditandai dengan dorongan kuat tak tertahan untuk menggerakkan kaki. Sensasi tidak nyaman seperti kesemutan, terbakar, gatal, atau perasaan "merayap" sering menyertai dorongan ini. Gejala RLS biasanya memburuk saat istirahat, terutama di malam hari atau saat berbaring, dan mereda sementara dengan gerakan.

Kondisi ini sangat umum terjadi pada wanita hamil, memengaruhi sekitar 20% hingga 35% dari semua kehamilan. Gejala RLS pada kehamilan umumnya dimulai pada trimester kedua, memuncak pada trimester ketiga, dan biasanya mereda setelah melahirkan.

Sekitar 70% kasus RLS sembuh saat persalinan, dan 90% kasus baru akan pulih sekitar satu bulan pascapersalinan. Meskipun RLS dapat sangat mengganggu tidur dan menyebabkan kelelahan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi ibu atau bayi.

2 dari 6 halaman

Penyebab dan Faktor Risiko

Perubahan hormon selama kehamilan, terutama peningkatan kadar estrogen pada trimester ketiga, juga dapat berkontribusi pada RLS. /Copyright unsplash/Volodymyr Hryshchenko.

Penyebab pasti RLS pada kehamilan belum sepenuhnya diketahui, Sahabat Fimela, namun beberapa faktor diduga berperan penting. Salah satunya adalah ketidakseimbangan dopamin, neurotransmitter yang membantu menjaga gerakan otot tetap halus dan teratur. Para ilmuwan percaya bahwa sensasi tidak nyaman di kaki pada malam hari mungkin berasal dari ketidakseimbangan bahan kimia otak ini.

Selain itu, kekurangan nutrisi seperti zat besi dan folat juga menjadi pemicu signifikan. RLS pada kehamilan mungkin dipicu oleh kekurangan asam folat atau zat besi yang tidak mencukupi, dengan kadar feritin serum yang rendah (<75 µg/L) sangat terkait dengan kondisi ini. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kadar folat serum yang rendah dan RLS pada wanita hamil.

Perubahan hormon selama kehamilan, terutama peningkatan kadar estrogen pada trimester ketiga, juga dapat berkontribusi pada RLS. Wanita dengan riwayat RLS pribadi atau riwayat keluarga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Beberapa obat-obatan tertentu, seperti antihistamin dalam obat flu dan alergi, antidepresan, atau antipsikotik, juga dapat memperburuk gejala RLS.

3 dari 6 halaman

Strategi Non-Farmakologis: Solusi Alami Mengatasi Kaki Gelisah Ibu Hamil

Metode non-farmakologis adalah bentuk pengobatan utama yang direkomendasikan untuk RLS selama kehamilan dan menyusui. Salah satu langkah penting adalah menerapkan kebersihan tidur yang baik, seperti membuat jadwal tidur dan bangun tidur pada jam yang sama setiap harinya. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, gelap, sejuk, dan tenang, serta menghindari waktu layar sebelum tidur juga sangat membantu.

Aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga prenatal, dapat meringankan gejala. Melakukan peregangan kaki secara teratur, terutama sebelum tidur, juga efektif. Pijat kaki dapat memberikan kelegaan sementara, bahkan beberapa ibu hamil merasa ini adalah satu-satunya cara yang membantu mereka.

Sahabat Fimela juga bisa mencoba mengaplikasikan kompres hangat atau dingin pada otot kaki, atau mandi air hangat. Beberapa wanita menemukan kelegaan dengan merendam kaki dalam air hangat dengan garam Epsom. Penting juga untuk menghindari pemicu seperti kafein, alkohol, rokok, dan obat-obatan yang diketahui dapat memperburuk RLS, seperti antihistamin sedatif. Penggunaan stoking kompresi medis juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi pembengkakan, yang meringankan gejala RLS. Saat gejala muncul, mengalihkan perhatian dengan membaca buku atau melakukan aktivitas relaksasi lainnya bisa sangat membantu.

4 dari 6 halaman

Pentingnya Suplementasi Nutrisi untuk Mengurangi RLS pada Ibu Hamil

Suplementasi nutrisi memegang peranan krusial dalam penanganan RLS pada ibu hamil, terutama jika ada defisiensi. Suplementasi zat besi umumnya direkomendasikan jika kadar feritin kurang dari 30 µg/L atau saturasi transferin kurang dari 20%. Ferrous sulfate 325 mg adalah bentuk yang disukai, dan jika suplementasi oral tidak efektif, zat besi intravena dapat dipertimbangkan pada trimester kedua dan ketiga.

Kekurangan magnesium juga dapat berkontribusi pada RLS karena perannya dalam fungsi saraf dan otot. Suplementasi magnesium, seperti magnesium malate, oxolate, atau threonate, dapat membantu mengurangi gejala RLS dan meningkatkan kualitas tidur pada mereka yang kekurangan. Dosis harian yang direkomendasikan untuk magnesium selama kehamilan adalah antara 350-400 mg, dan magnesium juga dapat diserap melalui kulit, misalnya melalui mandi garam Epsom.

Memastikan asupan folat yang cukup sangat penting karena kadar folat yang rendah telah dikaitkan dengan RLS. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Vitamin C dan E dapat membantu memperbaiki gejala RLS. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplemen apa pun untuk memastikan dosis dan jenis yang tepat untuk kondisi Sahabat Fimela.

5 dari 6 halaman

Penanganan Farmakologis: Kapan Obat Diperlukan untuk RLS Saat Hamil?

Pengobatan farmakologis umumnya dihindari selama kehamilan, terutama pada trimester pertama, kecuali jika gejala RLS sangat parah dan tidak merespons penanganan non-farmakologis serta suplementasi zat besi. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mengonsumsi obat apa pun selama kehamilan.

Dalam kasus yang parah, carbidopa-levodopa dosis rendah dapat dipertimbangkan sebagai pilihan pengobatan setelah trimester pertama. Namun, penggunaan harian dapat meningkatkan risiko toleransi. Klonazepam dosis rendah di malam hari juga dapat dipertimbangkan secara hati-hati pada kasus tertentu.

Opioid seperti oksikodon atau tramadol hanya direkomendasikan untuk kasus RLS yang sangat parah dan refrakter, dengan dosis serendah mungkin dan durasi sesingkat mungkin karena risiko gejala putus obat pada bayi baru lahir. Penting untuk dicatat bahwa obat agonis dopamin seperti pramipexole, ropinirole, dan rotigotine tidak memiliki cukup bukti keamanan untuk digunakan selama kehamilan. Jika ada depresi komorbid, bupropion dapat menjadi pilihan obat yang lebih aman.

6 dari 6 halaman

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Sahabat Fimela, jangan ragu untuk menghubungi dokter jika gejala RLS mengganggu tidur Anda secara signifikan setiap malam. Konsultasi juga penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan menyingkirkan kondisi lain yang meniru RLS, seperti kram otot atau varises.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplemen atau obat apa pun, termasuk suplemen zat besi atau magnesium, untuk memastikan keamanannya bagi Anda dan bayi. Jika gejala RLS tidak membaik dengan perubahan gaya hidup dan suplementasi, dokter dapat memberikan penanganan lebih lanjut yang sesuai. Penanganan yang tepat akan membantu Sahabat Fimela menjalani kehamilan dengan lebih nyaman.