Fimela.com, Jakarta - Industri fashion menjadi salah satu industri yang berkontribusi cukup besar pada perusakan lingkungan. Secara data, industri mode berkontribusi pada 10% emisi karbon global dan menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah tekstil setiap tahunnya.
Melihat situasi ini, masyarakat global mulai melirik konsep ramah lingkungan untuk urusan fashion. Tak heran jika fashion berkelanjutan bukan sekadar tren di 2026. Melainkan telah menjadi kebututuhan yang membentuk kembali segala hal, mulai dari peraturan hingga perilaku konsumen.
Salah satunya tren membuat capsule wardrobe yang tidak merusak lingkungan sebagai perilaku yang terbentuk dari pendekatan fashion ramah lingkungan. Dikutip dari beberapa sumber, membangun capsule wardrobe yang keren tanpa merusak planet membutuhkan pergeseran dari mengejar tren yang cepat berlalu ke konsumsi yang disengaja dan berfokus pada kualitas. Rahasianya terletak pada memperlakukan pakaian sebagai investasi daripada barang sekali pakai, dengan memprioritaskan daya tahan, keserbagunaan, dan bahan ramah lingkungan.
Berikut beberapa langkah untuk membuat lemari pakaian yang ramah lingkungan dan penuh gaya di 2026:
1. Audit Pakaian
Kami bisa mulai membuat lemari pakaian yang ramah lingkungan dengan mengosongkan lembari. Sortir barang-barang untuk disumbangkan, dijual, diperbaiki, dan disimpan. Disarankan untuk menyimpan barang-barang berkualitas tinggi, tak lekang oleh waktu, dan pas di badan. Barang-barang ini berfungsi sebagai dasar, menghemat uang dan mengurangi pemborosan.
2. Esensi 12-18
Capsule wardrobe biasanya terdiri dari 12-18 item berkualitas tinggi yang dapat dipadupadankan. Seperti celana jeans warna gelap, potongan lebar (berstruktur, tanpa robekan), celana panjang model formal dengan warna netral, mantel wol berkualitas tinggi, mantel trench klasik, atau jaket kulit bergaya motor.
Atasan utama yang terdiri dari kaos katun organik, blus sutra/satin, dan kemeja poplin yang rapi. Tambahkan satu tren 2026, seperti rok dengan bagian bawah menggelembung atau warna aksen cokelat tua yang mewah.
3. Material yang Ramah Lingkungan
Carilah kain yang dapat terurai secara alami atau didaur ulang, hindari bahan sintetis yang melepaskan mikroplastik. Seperti katun organik dan linen, rami, Tencel, dan serat daur ulang.
4. Perpanjang Masa Pakaian
Gunakan aturan 30 kali pakai sebelum membeli pakaian, cuci pakaian dengan air dingin dan keringkan dengan cara diangin-anginkan untuk mencegah kerusakan dan mengurangi penggunaan energi. Kamu juga bisa mengajak teman untuk bertukar pakaian untuk menyegarkan lemari pakaian tanpa harus membeli baru.