Kenali Tanda-Tanda Preeklampsia Saat Kehamilan

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 25 Maret 2026, 15:46 WIB

ringkasan

  • Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan serius yang ditandai tekanan darah tinggi dan kerusakan organ, muncul setelah minggu ke-20 kehamilan atau pasca melahirkan.
  • Gejala preeklampsia meliputi tekanan darah tinggi, protein dalam urine, sakit kepala parah, perubahan penglihatan, nyeri perut kanan atas, pembengkakan mendadak, kenaikan berat badan cepat, mual/muntah
  • Pentingnya pemeriksaan prenatal rutin dan kesadaran akan Signs of Preeclampsia Every Pregnant Person Should Know sangat krusial untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat demi keselamatan ibu dan bayi.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kehamilan adalah perjalanan luar biasa yang penuh dengan perubahan dan harapan. Namun, di tengah kebahagiaan menanti buah hati, penting bagi setiap ibu hamil untuk memahami potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul. Salah satu kondisi serius yang perlu diwaspadai adalah preeklampsia, sebuah komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan ibu dan janin.

Preeklampsia adalah kondisi serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ lain, paling sering hati dan ginjal, yang biasanya muncul setelah minggu ke-20 kehamilan atau bahkan setelah melahirkan. Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat dan seringkali tanpa gejala yang disadari, sehingga deteksi dini menjadi sangat krusial.

Mengenali tanda-tanda preeklamsia adalah langkah pertama untuk memastikan kehamilan yang aman dan sehat. Dengan pemahaman yang tepat, Sahabat Fimela dapat segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, menjaga diri dan calon buah hati dari komplikasi yang tidak diinginkan.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Tekanan Darah Tinggi: Indikator Utama Preeklampsia

Tekanan darah tinggi adalah ciri utama preeklampsia yang harus selalu menjadi perhatian. /Ömürden Cengiz/unsplash.

Tekanan darah tinggi adalah ciri utama preeklampsia yang harus selalu menjadi perhatian. Preeklampsia didefinisikan sebagai tekanan darah tinggi yang persisten, dengan angka 140/90 mmHg atau lebih tinggi, yang didokumentasikan pada dua kesempatan terpisah dengan jarak setidaknya empat jam.

Peningkatan tekanan darah sistolik (angka atas) sebesar 30 derajat atau lebih, atau tekanan darah diastolik (angka bawah) sebesar 15 derajat atau lebih, juga dapat menjadi perhatian serius. Seringkali, tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala yang dapat dirasakan oleh ibu hamil, menjadikannya 'silent killer' yang berbahaya.

Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah rutin selama kunjungan prenatal sangat penting untuk memantau kondisi ini. Jika Sahabat Fimela memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau faktor risiko lainnya, pemantauan ketat adalah kunci untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

3 dari 5 halaman

Waspadai Perubahan Fisik dan Sensorik Tak Biasa

Selain tekanan darah tinggi, beberapa perubahan fisik dan sensorik dapat menjadi tanda-tanda. Salah satunya adalah adanya protein berlebih dalam urine (proteinuria), yang menunjukkan masalah ginjal dan akan diperiksa oleh penyedia layanan kesehatan selama kunjungan prenatal.

Sakit kepala parah yang tidak kunjung hilang atau memburuk juga merupakan gejala umum preeklampsia. Sakit kepala ini bisa terasa seperti migrain yang berdenyut dan disertai sensitivitas terhadap cahaya.

Perubahan penglihatan, seperti penglihatan kabur, melihat bintik-bintik atau lampu berkedip, sensitivitas terhadap cahaya, atau kehilangan penglihatan sementara, adalah tanda serius yang memerlukan perhatian medis segera. Gejala ini bisa terkait dengan iritasi sistem saraf pusat atau pembengkakan otak.

Nyeri di perut kanan atas, di bawah tulang rusuk, atau di bahu, yang sering disebut 'referred pain' dari hati, juga bisa menjadi tanda preeklampsia. Pembengkakan mendadak atau berlebihan pada wajah, tangan, atau kaki, terutama di sekitar mata, juga patut diwaspadai meskipun pembengkakan ringan pada kaki dan pergelangan kaki umum terjadi selama kehamilan.

4 dari 5 halaman

Gejala Lain yang Perlu Diperhatikan: Dari Mual hingga Penurunan Urine

Kenaikan berat badan mendadak, seperti 2 hingga 5 pon dalam seminggu, dapat menjadi tanda preeklampsia yang disebabkan oleh retensi cairan. Mual atau muntah, terutama jika muncul tiba-tiba setelah pertengahan kehamilan, juga bisa menjadi gejala yang berbeda dengan 'morning sickness' biasa.

Sesak napas, yang disebabkan oleh cairan di paru-paru, serta penurunan produksi urine atau buang air kecil lebih jarang dari biasanya, dapat mengindikasikan masalah ginjal yang terkait dengan preeklampsia.

Selain itu, ada beberapa tanda lain yang lebih jarang atau terdeteksi melalui tes laboratorium, seperti penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia) atau peningkatan enzim hati yang menunjukkan masalah hati. Preeklampsia juga dapat terjadi setelah melahirkan, yang dikenal sebagai preeklampsia postpartum, biasanya dalam dua hari hingga beberapa minggu setelah melahirkan.

5 dari 5 halaman

Pentingnya Pemantauan Rutin untuk Kehamilan Sehat

Banyak ibu hamil dengan preeklampsia tidak menunjukkan gejala yang jelas sampai kunjungan dengan penyedia layanan kesehatan mereka. Kondisi ini dapat menjadi fatal selama kehamilan jika tidak diobati, sehingga penting untuk menghadiri semua janji temu prenatal.

Selama kunjungan rutin, dokter akan memantau tekanan darah, memeriksa protein dalam urine, dan melakukan tes lain yang diperlukan. Pemantauan yang cermat ini memungkinkan deteksi dini dan intervensi medis yang tepat untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi.

Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter jika Sahabat Fimela mengalami salah satu Signs of Preeclampsia Every Pregnant Person Should Know. Tindakan cepat dapat membuat perbedaan besar dalam penanganan kondisi ini dan memastikan hasil kehamilan yang terbaik.